Selasa, 31 Oktober 2017

Menikmati Tubuh Montok Tanteku Diwarungnya


BCD.Aku Dan Tanteku, Tanteku itu orangnya lumayan menarik dengan postur tubuh setinggi 170 cm dengan ukuran dada 34B, berumur kira-kira 29 tahun. Sebenarnya dulu aku suka sekali melihat tubuh mulus tanteku, secara tidak sengaja ketika dia sedang mandi karena memang di tempat kami kamar mandi pada saat itu atasnya tidak tertutup genteng dan tanpa berpintu, jadi kalau ada yang mandi di situ hanya dengan melampirkan handuk di tembok yang menjadikan tanda bahwa kamar mandi sedang dipakai.

Tak sampai di situ saja, kadang tanteku ini senang menggunakan pakaian tidur yg model terusan slim tanpa menggunakan bra & itu sering sekali kulihat saat di pagi hari. Terlebih saya sering sekali bangun pagi sudah dipastikan tanteku sedang menyapu halaman depan & itu otomatis diwaktu beliau menunduk menampakkan gunung kembarnya yg agak gede & montok. faktor ini dilakukan sebelum dirinya menyiapkan kebutuhan sekolah anaknya, jika om-ku rata rata tak ada di rumah lantaran sering bertugas diluar kota selama 4 hri.


Sempat saya melamunkan gimana rasanya seandainya saya melakukan persetubuhan dgn tanteku itu, tetapi hasilnya paling-paling kutumpahkan di kamar mandi sambil ber-onani. Rupanya anga-anganku itu bisa terkabul disaat saya sedang menumpang nonton Televisi di rumah tanteku pada siang hari di mana ke3 anaknya sedang sekolah & om-ku sedang bertugas ke luar kota pada pagi harinya.

Kejadian itu berlangsung disaat saya sedang melihat Televisi sendirian yg bersebelahan dgn warung tanteku. Kala itu saya mau mengambil rokok, saya langsung menuju ke sebelah. Rupanya tanteku sedang posting sesuatu, barangkali menulis barang belanjaan yg dapat dibelanjakan kelak.
“Tante, Diko mau ambil rokok, nanti Diko bayar belakangan ya!” sapaku terhadap tanteku.
“Ambil saja, Ko!” balas tanteku tanpa menoleh ke arahku yg tepat di belakangnya sambil meneruskan menulis dgn posisi membungkuk.

Dikarenakan toples rokok ketengan yg bakal kuambil ada disebelah tanteku tidak dengan sengaja saya menyentuh buah dadanya yg kebetulan tidak dengan menggunakan BH.
“Aduh! hati-hati dong kalau ingin mengambil rokok. Kena tanganmu, dada tante kan jadi nyeri!” seru tanteku sambil mengurut-urut kecil di dadanya yg sebelah samping kirinya.
Tapi lantaran tak menggunakan BH, terlihat dgn terang pentil susu tanteku yg cukup agung itu.
“Maaf Tan, saya tak sengaja. Begini aja deh Tan, Diko ambilin minyak agar dada Tante tak sakit gimana!” tawarku pada tanteku.

“Ya sudah, sana kamu ambil cepat!” ringis tanteku sambil masih mengurut dadanya.
Dengan segera kuambilkan minyak urut yang ada di dalam, namun ketika aku masuk kembali di dalam warung secara perlahan, aku melihat tante sedang mengurut dadanya tapi melepaskan baju terusannya yang bagian atasnya saja.
“Ini Tante, minyak urutnya!” sengaja aku berkata agak keras sambil berpura-pura tidak melihat apa yang tanteku lakukan.

Mendengar suaraku, tanteku agak terkejut dan segera merapikan bagian atas bajunya yang masih menggelantung di bagian pinggangnya. Tampak gugup tanteku menerima minyak urut itu tapi tidak menyuruhku untuk lekas keluar. Tanpa membuang kesempatan aku langsung menawarkan jasaku untuk mengurut dadanya yang sakit, namun tanteku agak takut. Pelan-pelan dengan sedikit memaksa aku berhasil membujuknya dan akhirnya aku dapat ijinnya untuk mengurut namun dilakukan dari belakang.

Sedikit demi sedikit kuoleskan minyak di samping buah dadanya dari belakang namun secara perlahan pula kumemainkan jariku dari belakang menuju ke depan. Sempat kaget juga ketika tanteku mengetahui aksi nakalku.
“Diko! kamu jangan nakal ya!” seru tanteku namun tidak menepis tanganku dari badannya yang sebagian ditutupi baju.
Mendapati kesempatan itu aku tidak menyia-nyiakan dan secara aktif aku mulai menggunakan kedua tanganku untuk mengurut-urut secara perlahan kedua bukit kembar yang masih ditutupi dari depan oleh selembar baju itu.

“Ohh… oohh…” seru tanteku ketika tanganku sudah mulai memegang susunya dari belakang sambil memilin-milin ujung susunya.
“Jangan… Diko… jang…” tante masih merintih namun tidak kuacuhkan malah dengan sigap kubalikkan tubuh tanteku hingga berhadapan langsung dengan diriku.
Kemudian dengan leluasa kumulai menciumi susu yang di sebelah kiri sambil masih mengurut-urut susu di sebelahnya. Kemudian aku mulai mencucupi kedua puting susunya yang merah kecoklatan secara bergantian dan tanteku mulai terangsang dengan mengerasnya kedua susunya .


Tidak sampai di situ, rupanya tangan tanteku mulai menjelajahi ke bawah perutku berusaha untuk memegang kemaluanku yang sudah dari tadi mengencang. Ketika dia mendapatkannya secara perlahan, dikocok-kocok batang kemaluanku secar perlahan dan tiba-tiba tanteku mengambil sikap jongkok namun sambil memegang kemaluanku yang lamayan panjang. Untuk diketahui, batang kemaluanku panjangnya kurang lebih 20 cm dengan diameter 3,5 cm. Tanteku rupanya sedikit terkejut dengan ukuran kemaluanku apalagi sedikit bengkok, namun dengan sigap tapi perlahan tanteku mulai mengulum kemaluanku secara perlahan dan semakin lama semakin cepat.

“Ah… ah… ah… yak.. begitu… terus… terus…” erangku sambil memegangi kepala tanteku yang maju mundur mengulum batang kemaluanku.
Kemudian karena aku sudah tidak tahan, tubuh tante kuangkat agar duduk di pinggir meja dimana tadi dia menulis, dan dengan sedikit gerakan paha tanteku kupaksa agar meregang. Rupanya tanteku masih mengenakan CD dan dengan perlahan kubuka CD-nya ke samping dan terlihatlah gundukan kemaluannya yang sudah basah.

Secara perlahan kuciumi kemaluan tanteku dan kumain-mainkan klirotisnya.
“Ah… ahhh.. Diko, Tante mau keluuuaarrr…” Beberapa saat kemudian rupanya tanteku akan mengalami orgasme, dia langsung memegangi kepalaku agar tetap di belahan kemaluannya dan kemudian mengeluarkan cairan surganya di mulutku, “Crettt… crett… cret…” mulutku sampai basah terkena cairan surga tanteku.

Kemudian tanteku agak lemas namun masih kujilati kemaluannya yang akhirnya membangkitkan nafsu untuk bersetubuh denganku. Kuangkat tubuh tante ke bawah warung, dan dengan sedikit agak keras aku dapat merubah posisinya menelentang di depanku, kubukakan semakin lebar kedua kakinya dan mulai kuarahkan ujung kemaluanku ke mulut lubang kemaluannya. Agak susah memang karena memang aku agak kurang berpengalaman dibidang ini namun rupanya tanteku dapat memahaminya. Dengan sabarnya dituntunnya ujung kemaluanku tepat di lubang kemaluannya.

“Pelan-pelan ya, ko!” lirih tanteku sambil menggenggam kemaluanku.
Ketika baru masuk kepala kemaluanku tanteku mulai agak meringis tetapi aku sudah tidak kuat lagi dengan agak sedikit paksa akhirnya kemaluanku dapat masuk seluruhnya.
“ko… akh…” jerit kecil tanteku ketika kumasukkan seluruh batang kemaluanku di dalam lubang kemaluannya yang lumayan basah namun agak sempit itu sambil merapatkan kedua kakinya ke pinggangku.
Perlahan aku melakukan gerakan maju mundur sambil meremas-remas dua susunya. Hampir tiga puluh menit kemudian gerakanku makin lama main cepat. Rupanya aku hampir mencapai puncak. “Tan… aku… aku mauuu… keluar…” bisikku sambil mempercepat gerakanku.
“Dikeluarkan di dalam saja, ko!” balas tanteku sambil menggeleng-gelengkan kecil kepalanya dan menggoyangkan pantatnya secara beraturan.
“Tan… aku… keluarrr…” pekikku sambil menancapkan kemaluanku secara mendalam sambil masih memegangi susunya.

Rupanya tanteku juga mengalami hal yang sama denganku, dia memajukan pantatnya agar kemaluanku dapat masuk seluruhnya sambil menyemburkan air surganya untuk ketiga kalinya.
“Cret… cret… cret…” hampir lima kali aku memuntahkan air surga ke dalam lubang kemaluan tanteku dan itu juga di campur dengan air surga tanteku yang hampir berbarengan keluar bersamaku.
“Cret… cret… cret… ahh…” tanteku melengkungkan badannya ketika mengeluarkan air surga yang dari lubang kemaluannya.

Akhirnya kami tergeletak di bawah dan tanteku secara perlahan bangun untuk berdiri sambil mencoba melihat kemaluannya yang masih dibanjiri oleh air surga.
“Diko! kamu nakal sekali, berani sekali kami berbuat ini kepada Tante, tapi Tante senang kok, Tante puas atas kenakalan kamu,” bisik tanteku perlahan. Aku hanya bisa terseyum, sambil menaikkan kembali celanaku yang tadi dipelorotkan oleh tanteku.
Tanteku akhirnya berjalan keluar, namun sebelum itu dia masih menyempatkan dirinya untuk memegang kemaluanku yang lumayan besar ini.



Inilah pengalamanku yang pertama, dan sejak itu kami kadang mencuri waktu untuk mengulangi hal tersebut, apalagi jika aku atau tanteku ingin mencoba posisi baru dan pasti ketika Om-ku dan anak-anak tanteku berangkat sekolah. Sekarang hal itu sudah tidak kulakukan lagi karena tanteku sekarang ikut Om-ku yang mendapat tugas di luar daerah.

Minggu, 29 Oktober 2017

Nonton Bioskop Bonus Bercinta Sama Mamud Montok



BCD.ini cerita tentang bertuemu dgn isteri orang yg aku gauli waktu menonton di bioskop, Waktu itu harii miinggu aqu putuskan untuk menonton filem di bioskop, aku duduk di kursi no 18, jadwal filemnya drama waktu itu, disampingku duduk seorang mahmud mahmud dgn suami dan anaknya yg balita.

Penontonnya sepi sekali waktu itu, anak balita yg dibawa mahmud disampingku itu tidak bisa diam, swaminya sibuk oleh anaknya, sementara isterinya asik dgn filem tersebut, waktu aqu melirik disampiing ternyata mahmud itu wajahnya cantiik, dgn buah dada yg cukup besar.

Tak sengaja tanganku menyentuh tangannya, kulitnya benar benar halus dan lembut, kemudian aqu sengaja untuk mengulangi kembali, kusengolkan tanganku ke tangannya dia, kemudian dia heran dan melirikku dgn senyum manisnya, suaminya yg masih sibuk dgn anak balitanya, aqu berbisik dan basa basi dgnnya.

“filemnya menarik juga ya bu?”, sembari kakiku menyentuh kaki mahmud tadi,
“ya tapi kakinya dijaga dong, saya kan terkejut tadi juga, kiirain apa” sahutnya sembari senyum.
Aqu terkejut dan takut kalau-kalau omongannya didengar suaminya. Akan tetapi rupanya sang suami makin disibukan oleh anaknya yg terus mengajaknya main. Aku jadi lega dan malah semakin berani menggodanya.

“habis, tangannya halus dan lembut sih” jawabku menggoda.

Mahmud itupun tersenyum kecil sembari memalingkan pandangannya menuju layar. Beberapa waktu kemudian aqu nekad kembali menyentuhkan kakiku dan menggesekkan pada kaki dan betisnya. Akan tetapi dia mengenakan celana jeans, sehiingga kulit betisnya tak tersentuh.

Aqu ulangi tindakanku, akan tetapi mahmud itu membiarkanku begitu saja, bahkan dia menaikkan celananya kerana dari tadi aku berusaha menggesekkan kakiku ke betisnya, akan tetapi terhalang oleh celana jeansnya.

Luar biasa, ih tangannya. Kuremas tangannya, akan tetapi dia hanya diam saja.

Lalu aqu nekad mengarahkan tangannya ke kemaluanku yg tegang itu, akan tetapi dia langsung menariknya. Aqu terkejut takutnya dia marah dan suaminya tau tentang tindakan gilaku pada isteriny tersebut. Akan tetapi rupanya, dia malah membuka jaket lebarnya dan menyimpanya di atas paha, kemudian dia memasukkan tangannya ke dalan timbunan jaketnya.

aku heran, dan sejenak berpiikiir aqu mendapat kesimpulan bahwa mahmud itu sengaja membuka jaket dan menutupkan di pahanya supaya tangan kami bisa berpegangan tanpa di ketahui suaminya.

Aqu menangkap siinyal positif darii hal tersebut. Beberapa waktu kemudian tanganku menyusup ke jaketnya, dan kuraih kembali tangan kirinya. Segera kutuntun ke kemaluanku. Dia masih mendiamkan tangannya, padahal sudah kuposisikan memegang kemaluanku.

akupun lebih nekad memasukkan tangannya kedalam celana, sehingga tangannya bersentuhan langsung dgn kemaluanku, lalu kutarik sedikit jaketnya supaya menutupi pahaku. Kudenyutkan urat-urat kemaluanku dan sewaktu dia mulai menggerakan tangannya, mulai memijit dan perlahan menggerakan maju mundur kemaluanku.

“ahhhh….sungguh aku mendapatkan sensasi yg luar biasa” pikirku dalam hati.
Kemudian tanganku mulai bergerak masuk ke celananya. Terasa sangat hangat sekali bagiian V-nya. Bulunya lumayan lebat, dan kemaluannya sudah basah.

Kumasukkan jari tengahku dan memutar-mutarkannya di dalam kemaluannya. Sementara itu dia makiin kencang meremas kemaluanku. Nikmat sekalii, kami melakukan hal sekitar 15 menit sampai akhirnya suaminya bilang pada mahmud itu bahwa anknya ingin buang air besar.

“mah, si ade mau pup nih!” kata sang suami padanya.
“aduh pah, lagii asik niih, sama papa aja…pliiss!!!” rayunya.
Akhirnya sang suami menuruti permintaan mahmud itu dan melangkahiku sembari memangku anaknya.

aku tegang waktu dia melewatiku, takut dia curiga dan melihat tindakan kami.akan tetapi kerana dia terfokus pada anaknya sehingga tak melihat apa yg kami lakukan, apalgii suasana sangat gelap.
“emmmm…nakal banget sih kamu!” bisiknya lagi sembari meremas kemaluanku kuat-kuat.
“awwww…sakiit bu!” jawabku nakal.
“habis kamu bikin aku jadi pengen pipis,,hihii” sembari tertawa kecil.

Lalu kukeluarkan kemaluanku dan rupanya sudah sangalu kupegang rambut itu dan kuarahkan mulutnya ke kemaluanku, kemudian dia mengulum kemaluanku yg licin itu. Sungguh nikmat sekali, sementara tanganku makin liar mengorek-ngorek lobangnya yg panas dan banjir. Lalu kuhentikan dia dan memintanya melorotkan celananya. Dia pun mematuhi dan segera dia kupangku.

“susah sayang” keluhny
“gak apa-apa” jawabku sembari memposisikan dia supaya bisa kuentot. Akupun mendapatkan posisi yg bisa kuentot akan tetapi tak membuat orang lain curiga. Kusilangkan satu kakinya dan kutahan, sementara bokongnya tepat berada di atas kemaluanku.

Perlahan mulai kumasukkan kemaluanku ke kemaluannya. Awalnya sedikit susah, namun sesudah beberapa lama dan mulai masuk, lancar juga. Ku gerakan perlahan-lahan ke depan dan ke belakang.
“uhhhh…de, niikmat de….” desahnya keciil. Sementara itu kuremas dada besarnya dan sesekali kuhentakkan kemaluanku seiring dia mengerang nikmat. Kusadari rupanya di sebelah kanan di bagian ujung kursi ada seorang perempuan yg melihat aksi kami. Akan tetapi kubiarkan saja dgn cuek kerana aku terlalu menikmati.

“uh..ahhh…enaknya…” mahmud itu terus mendesah dan semakin membuatku bergaiirah.
Kuubah beberapa kali posisi kami sampai pada posisi doggy style. Kami gak peduli ada orang di sekitar kami yg melihat, kami larut dalam kenikmatan itu.

Sampai akhirnya terlihat sang suami kembali dari toilet bersama anaknya yg lucu. Kami sedikit tegang kerana takut ketahuan, akan tetapi kerana ku hampir mencapai puncak, ku nekad mengocokkan kemaluanku dgn sangat cepat ke dalam kemaluan mahmud montok itu.

“ahhhh…ahhhh…ahhh…de itu masku kembali!!” katanya dgn irama mendesah. Aqu tak pedulii, aqu hampiir pada puncak, terus iran sperma di sekiitar paha dan kemaluannya dan langsung merapiihkan celananya sebelum akhiirnya sang swami datang. Kamii sempat tegang kerana takut si suami merasakan sesuatu, akan tetapi ternyata dia tak merasakan apalagi mencuriigai bahwa isterinya baru saja kubuahi.

Oh niikmatnya mengentot isteri orang di dalam bioskop. Sekitar setengah jam kemudian, filemnya berakhir dan kamipun segera keluar. Aqu cepat-cepat keluar. Di dekat tangga aku sengaja diam menunggu sii mahmud montok itu lewat, sekedar mencarii sensasii laiin. Beberapa waktu kemudian dia keluar bersama suami dan orang lain yg berdesakkan. Aku hampiri dia dan gilanya aku sempat mencubit bokongnya dari desakkan itu. Dia melirik dan tersenyum tipis. Aqu mengikutinya, dan rupanya dia menyadariinya.

Entah ada maksud apa dia menggerakan jariinya seperti memanggiilku. Aqupun terus mengikutiinya. Rupanya dia menuju toilet, dan aku terus memperhatikannya. Sang suami menunggu sembari bermain bersama anaknya. Beberapa waktu kemudia dia keluar tergesa dan sepertii menghindari pandangan suaminya. Dia berlari dan matanya kesana-kemari.

Aku yakiin dia mencariku. Sesudah dia cukup jauh darii pandangan suaminya, akupun menghampiri dan memanggiilnya. Kami berjalan menuju lantai 5, dan mencari tempat duduk di restoran di mall tersebut.

Kami berkenalan dan mngobrol, gila juga niih orang, padahal suaminya meenunggunya di bawah, dia malah pergi bersamaku. Rupanya namanya Dina , usianya 34 tahun, anaknya tiga dan yg bersamaa suaminya adalah anak bungsunya.

“kenapa ditiinggal suaminya mbak, wah gila hebat n nekad juga mbak ya, saya kagum!” pujiku padanya.
“haha, iya ya gila juga saya ya Frank!, biarin aja lah dia udah gede ini!” jawabnya sembari mencubit perutku.

Kuperhatiikan dia menelpon suaminya, dan dia berabasa-basi dan bilang bahwa dia mencarii suaminya sampai akhirnya dia bertemu keponakannya. Ah ada-ada aja mahmud itu beralasan dan bebohong sama swaminya. Aqu makiin terpesona dan bergairah untuk meniikmati kembali mahmud dina di tempat yg lebih baik.

“haha, mudah banget suamiku aqu kibulin, dia percaya kalo aku dianter pulang sama ponakan aku.” Katanya.
Mendengar hal tersebut aqu senang dan aqu genggam tangannya, dia pun meremas tanganku. Beberapa waktu sesudah makan dan mengobrol, kamii beranjak dan menuju motor Ninjaku. Kamii berangkat menuju apartemenku. Diapun mau saja.

“mas, aqu diculiik sama laki-laki ganteng niih!” dia berteriak di atas motorku sembari tertawa-tawa. Sepertinya dia kegirangan kerana perlakuanku waktu di biioskop tadi. Di sepanjang jalan dia terus menciumii pipiiku dan sesekalii tangannya masuk ke celanaqu dan meremas-remas kemaluanku yg terus tegang darii awal.

“mau berapa hari kamu meculiik aqu?” biisiikknya padaku.
“emmm…!” jawabku penuh gaiirah.
Sesampaiinya di apartemenku, aqu langsung merebahkan tubuhku kerana capek dan pengaruh ketegagan sensasional bersama isteri bohay itu.

Dia langsung melompat ke arahku dan meniindih tubuhku.
“pah, mamah pengen diewe lagii” bisiiknya dgn nafas yg menggoda.
Aqu diam saja dan hanya menjawabnya dgn menggenjotkan kemaluanku yg tertiindih oleh perutnya yg sedikit gemuk. Kamiipun tertwa keciil dan langsung berciuman. Bibir kami saling berpagutan sementara tanganku meremas-remas bokongnya.

“tiing..tiing” tiiba-tiiba terdengar suara bel darii luar. Darah Perawan
Kamii bergegas dan aqu segera membuka piintu, sementara IIna, masuk ke kamarku. Rupanya di depan piintu Bu Dela , tetanggaqu yg beberapa kalii kutiidurii.
“ada apa sayg?” tanyaku, sembari kucolek buah dadanya.

“bapak lagi gak ada niih, entot aku dong, lagii gatel niih!” miintanya dgn giila.
Giila, dasar nasiib lagii cerah, ada dua cewe yg mau aqu garap piikiirku. Tapii kerana di apartemenku ada Dina yg baru aja jadi mangsaqu, aqu gak mau mengacaukan, aqu terpaksa menolak dgn alasan ada kerjaan di kantor, padahal Bu Dela udah berdandan seksi.

Akan tetapi, dia mengerti dan menerimanya meskipun dia sempat meremas kemaluanku. Aqu pun menciuminya beberapa waktu supaya dia tak kecewa. Diapun pergi dan aku segera mengunci pintu dan menuju kamar yg di dalamnya ada seorang bidadari montok hasil rampasan dari seorang kontraktor.

“sapa itu Frank, cewe kamu, ko mahmud-mahmud?” tanyanya sedikiit memanja
“aah tetangga!” jawabku Tahan Lama
“ko kamu ciumiin dia, ahh jangan-jangan aqu jadi saingan dia ya?” tanyanya lagi.
Aku tertawa saja dan langsung meraih tubuhnya dan menciumi bibirnya. Dia terperanjat dan langsung membalas perlakuanku.

“mah, ko body nya montok banget” godaku sembari kuremas-remas buah dadanya.
“ah bilang aja mamah ndut!” katanya sembari sibuk membuka celanaku sampaii bagian bawahku udah telanjang. Lalu dia meraih kemaluanku dan memaiinkannya dgn asiik.
“gede banget siih burungnya!” godanya

“ayo dong mah!” jawabku sembari menyurunya mengulum kemaluanku, dia pun langsung mengindahkan periintaqu. Wah luar biiasa niikmatnya, kemaluanku diemut isteri orang selama beberapa menit. Kemudian bagiianku menjiilatii kemaluannya yg hiitam dan berbulu lebat serta beraroma khas yg mekiin menbuatku bernafsu.

“ah sayg gak nahan ah, cepet aja masukiin pelor kamu” mintanya sedikit mengerang. Aqu makin bernafsu dan ku sengaja memainkan lidahku di bibir birahi bawahnya.

“udah dong yg, entot lagii ah” mohonnya. Aqupun mengiiyakan dan langsung membangun posisi bertempur yg baik. Dia tengkurap dan kunaikki dia, sepertiinya dia sedikit sesak dgn posisi tersebut, akan tetapi kuacuhkan, sampaii akhiirnya dia berontak dan memiinta supaya saliing berhadapan.

Aqu mengalah dan kami berhadapan, lalu kukocokkan kembali si ade ku ke lobang surganya perlahan dan cepat, begitulah yg kulakukan selama hampir 15 menit. Dia mulaii mencapaii puncaknya yg pertama dan kulihat raut muka keniikmatan darinya.
“pah aku keluar nih” desahnya.

Aqu tak menjawab dan sewaktu kemudian aku pun keluar, akan tetapi aqu memang iingiin terlihat beda, meskiipun sudah orgasme, aqu tak menghentikan malah terus mengocokkan dan akhiirnya aqu tegang kembali. Diapun makiin mengerang dan bersemangat meneriima seranganku. Hampir stengah jam di ronde kedua ini kamii bertahan hingga akhirnya kamii mencairkan kenikmatan kedua kami.
“ahhh pah, jangan di keluariin di dalam ah, !” pintanya.

Aqu tak mempedulikan permintaanya dan sengaja mengeluarkan di dalam rahimnya. Sungguh niikmatnya kemaluan mahmud 3 anak ini, biarpun sudah tidak sempit, akan tetapi sikap yg diberikannya sangat membangkitkan gairah nafsuku. Beberapa waktu kemudian kami merebahkan tubuh kami kerana sedikit cape dgn ronde dua yg mamakan waktu sekiitar setengah jam. Akan tetapi tak sampaii 5 meniit aqu segera meraih kembali peyudaranya dan segera meremasnya lagi.

“lagi ya sayang!” kataku dgn sedikit terpaksa kerana aku sebenarnya sudah lelah, akan tetapi ltulah trikku untuk membuat dia senang dgn permainanku. Dgn mata yg sayu dan kelelahan dia sedikit menolak. Akan tetapi aqu acuhkan saja dia dan memeluk dan memagut tubuh bahenolnya yg terkapar tak berdaya. Kubalikkan tubuhnya dan lagi, kumasukkan kemaluanku ke kemaluannya yg sudah sangat dower, akan tetapi masih memberiiku kenikmatan.

Dinding kemaluannya berdenyut kencang oleh rangsanganku. Melihat bokongnya yg indah, aku jadi mengarahkan kemaluanku ke lobang anusnya. Dia sedikit terkejut dan hendak melarang, akan tetapi aqu menciumii punggungnya dan membuat dia terdiam.

Lobang anusnya memang sangat sempit dan rapat, mungkin kerana baru kali ini anusnya dipakai.
“ahhh jangan ah, sakiit ah…ke memek aja frank!” desahnya sedikit kesakitan. Aqupun sama sedikit sakit, akan tetapi aku bernafsu melobangi anusnya

Perlahan-lahana aku dorongkan kemaluan kelobang sekunder nya. Sememntara itu mahmud itu mengerang sakit campur nikmat. Aqu memang sedikiit kasihan, akan tetapi nafsuku tak merelakan rasa kasihanku mengalahkan.

Akhiirnya seperempat kemaluanku masuk kedalam dan rasanya memang berbeda akan tetapi tetap niikmat. Dia semakiin tak berdaya menerima
“sayang maafiin aku yah, habis bokong kamu menantang banget” bisikku.

“ya sayang, ahhh baru kali ini aku diperlakukan sepertii ini, aku gak kuat!” stengah sadar dia menjwabnya. Begitulah hari yg menyenangkan bagiku waktu nonton bioskop aku bisa ngentot dgn mahmud mahmud

Minggu, 22 Oktober 2017

Nikmatnya Tubuh Montok Dosenku Yang Sexy



BCD.Benar apa yang diucapkan para orangtua dulu, bahwa segala sesuatu terjadi tanpa kita akan menyadarinya. Begitu juga dengan diriku para pembaca, segala sesuatu yang kualami begitu terjadi tanpa aku dapat menyadari sebelumnya. Dari sinilah aku akan memulai kisahku.

Aku dilahirkan di kota M di propinsi Jawa Timur, kota yang panas karena terletak di dataran rendah. Selain tinggi badan seukuran orang-orang bule, kata temanku wajahku lumayan. Mereka bilang aku hitam manis. Sebagai laki-laki, aku juga bangga karena waktu SMA dulu aku banyak memiliki teman-teman perempuan. Walaupun aku sendiri tidak ada yang tertarik satupun di antara mereka. Mengenang saat-saat dulu aku kadang tersenyum sendiri, karena walau bagaimanapun kenangan adalah sesuatu yang berharga dalam diri kita. Apalagi kenangan manis.

Sekarang aku belajar di salah satu perguruan tinggi swasta di kota S, mengambil jurusan ilmu perhotelan. Aku duduk di tingkat akhir. Sebelum berangkat dulu, orangtuaku berpesan harus dapat menyelesaikan studi tepat pada waktunya. Maklum, keadaan ekonomi orangtuaku juga biasa-biasa saja, tidak kaya juga tidak miskin. Apalagi aku juga memiliki 3 orang adik yang nantinya juga akan kuliah seperti aku, sehingga perlu biaya juga. Aku camkan kata-kata orangtuaku. Dalam hati aku akan berjanji akan memenuhi permintaan mereka, selesai tepat pada waktunya.

Tapi para pembaca, sudah kutulis di atas bahwa segala sesuatu yang terjadi padaku tanpa aku dapat menyadarinya, sampai saat ini pun aku masih belum dapat menyelesaikan studiku hanya gara-gara satu mata kuliah saja yang belum lulus, yaitu mata kuliah yang berhubugan dengan hitung berhitung. Walaupun sudah kuambil selama empat semester, tapi hasilnya belum lulus juga. Untuk mata kuliah yang lain aku dapat menyelesaikannya, tapi untuk mata kuliah yang satu ini aku benar-benar merasa kesulitan.

“Coba saja kamu konsultasi kepada dosen pembimbing akademis..,” kata temanku Andi ketika kami berdua sedang duduk-duduk dalam kamar kost.
“Sudah, Di. Tapi beliau juga lepas tangan dengan masalahku ini. Kata beliau ini ditentukan oleh dirimu sendiri.” kataku sambil menghisap rokok dalam-dalam.
“Benar juga apa yang dikatakan beliau, Gi, semua ditentukan dari dirimu sendiri.” sahut Andi sambil termangu, tangannya sibuk memainkan korek api di depannya.
Lama kami sibuk tenggelam dalam pikiran kami masing-masing, sampai akhirnya Andi berkata, “Gini saja, Gi, kamu langsung saja menghadap dosen mata kuliah itu, ceritakan kesulitanmu, mungkin beliau mau membantu.” kata Andi.

Mendengar perkataan Andi, seketika aku langsung teringat dengan dosen mata kuliah yang menyebalkan itu. Namanya Ibu Eni, umurnya kira-kira 35 tahun. Orangnya lumayan cantik, juga seksi, tapi banyak temanku begitu juga aku mengatakan Ibu Eni adalah dosen killer, banyak temanku yang dibuat sebal olehnya. Maklum saja Ibu Eni belum berkeluarga alias masih sendiri, perempuan yang masih sendiri mudah tersinggung dan sensitif.

“Waduh, Di, bagaimana bisa, dia dosen killer di kampus kita..,” kataku bimbang.
“Iya sih, tapi walau bagaimanapun kamu harus berterus terang mengenai kesulitanmu, bicaralah baik-baik, masa beliau tidak mau membantu..,” kata Andi memberi saran.
Aku terdiam sejenak, berbagai pertimbangan muncul di kepalaku. Dikejar-kejar waktu, pesan orang tua, dosen wanita yang killer.
Akhirnya aku berkata, “Baiklah Di, akan kucoba, besok aku akan menghadap beliau di kampus.”
“Nah begitu dong, segala sesuatu harus dicoba dulu,” sahut Andi sambil menepuk-nepuk pundakku.

Siang itu aku sudah duduk di kantin kampus dengan segelas es teh di depanku dan sebatang rokok yang menyala di tanganku. Sebelum bertemu Ibu Eni aku sengaja bersantai dulu, karena bagaimanapun nanti aku akan gugup menghadapinya, aku akan menenangkan diri dulu beberapa saat. Tanpa aku sadari, tiba-tiba Andi sudah berdiri di belakangku sambil menepuk pundakku, sesaat aku kaget dibuatnya.

“Ayo Gi, sekarang waktunya. Bu Eni kulihat tadi sedang menuju ke ruangannya, mumpung sekarang tidak mengajar, temuilah beliau..!” bisik Andi di telingaku.
“Oke-oke..,” kataku singkat sambil berdiri, menghabiskan sisa es teh terakhir, kubuang rokok yang tersisa sedikit, kuambil permen dalam saku, kutarik dalam-dalam nafasku.
Aku langsung melangkahkan kaki.
“Kalau begitu aku duluan ya, Gi. Sampai ketemu di kost,” sahut Andi sambil meninggalkanku.
Aku hanya dapat melambaikan tangan saja, karena pikiranku masih berkecamuk bimbang, bagaimana aku harus menghadapai Ibu Eni, dosen killer yang masih sendiri itu.

Perlahan aku berjalan menyusupi lorong kampus, suasana sangat lengang saat itu, maklum hari Sabtu, banyak mahasiswa yang meliburkan diri, lagipula kalau saja aku tidak mengalami masalah ini lebih baik aku tidur-tiduran saja di kamar kost, ngobrol dengan teman. Hanya karena masalah ini aku harus bersusah-susah menemui Bu Eni, untuk dapat membantuku dalam masalah ini.

Kulihat pintu di ujung lorong. Memang ruangan Bu Eni terletak di pojok ruangan, sehingga tidak ada orang lewat simpang siur di depan ruangannya. Kelihatan sekali keadaan yang sepi.
Pikirku, “Mungkin saja perempuan yang belum bersuami inginnya menyendiri saja.”
Perlahan-lahan kuketuk pintu, sesaat kemudian terdengar suara dari dalam, “Masuk..!”
Aku langsung masuk, kulihat Bu Eni sedang duduk di belakang mejanya sambil membuka-buka map. Kutup pintu pelan-pelan. Kulihat Bu Eni memandangku sambil tersenyum, sesaat aku tidak menyangka beliau tersenyum ramah padaku. Sedikit demi sedikit aku mulai dapat merasa tenang, walaupun masih ada sedikit rasa gugup di hatiku.

“Silakan duduk, apa yang bisa Ibu bantu..?” Bu Eni langsung mempersilakan aku duduk, sesaat aku terpesona oleh kecantikannya.
Bagaimana mungkin dosen yang begitu cantik dan anggun mendapat julukan dosen killer. Kutarik kursi pelan-pelan, kemudian aku duduk.
“Oke, Yogi, ada apa ke sini, ada yang bisa Ibu bantu..?” sekali lagi Bu Eni menanyakan hal itu kepadaku dengan senyumnya yang masih mengembang.
Perlahan-lahan kuceritakan masalahku kepada Bu Eni, mulai dari keinginan orangtua yang ingin aku agak cepat menyelesaikan studiku, sampai ke mata kuliah yang saat ini aku belum dapat menyelesaikannya.

Kulihat Bu Eni dengan tekun mendengarkan ceritaku sambil sesekali tersenyum kepadaku. Melihat keadaan yang demikian aku bertambah semangat bercerita, sampai pada akhirnya dengan spontan aku berkata, “Apa saja akan kulakukan Bu Eni, untuk dapat menyelesaikan mata kuliah ini. Mungkin suatu saat membantu Ibu membersihkan rumah, contohnya mencuci piring, mengepel, atau yah, katakanlah mencuci baju pun aku akan melakukannya demi agar mata kuliah ini dapat saya selesaikan. Saya mohon sekali, berikanlah keringanan nilai mata kuliah Ibu pada saya.”

Mendengar kejujuran dan perkataanku yang polos itu, kulihat Bu Eni tertawa kecil sambil berdiri menghampiriku, tawa kecil yang kelihatan misterius, dimana aku tidak dapat mengerti apa maksudnya.
“Apa saja Yogi..?” kata Bu Eni seakan menegaskan perkataanku tadi yang secara spontan keluar dari mulutku tadi dengan nada bertanya.
“Apa saja Bu..!” kutegaskan sekali lagi perkataanku dengan spontan.

Sesaat kemudian tanpa kusadari Bu Eni sudah berdiri di belakangku, ketika itu aku masih duduk di kursi sambil termenung. Sejenak Bu Eni memegang pundakku sambil berbisik di telingaku.
“Apa saja kan Yogi..?”
Aku mengangguk sambil menunduk, saat itu aku belum menyadari apa yang akan terjadi. Tiba-tiba saja dari arah belakang, Bu Eni sudah menghujani pipiku dengan ciuman-ciuman lembut, sebelum sempat aku tersadar apa yang akan terjadi. Bu Eni tiba-tiba saja sudah duduk di pangkuanku, merangkul kepalaku, kemudian melumatkan bibirnya ke bibirku. Saat itu aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, seketika kedua tangan Bu Eni memegang kedua tanganku, lalu meremas-remaskan ke payudaranya yang sudah mulai mengencang.

Aku tersadar, kulepaskan mulutku dari mulutnya.
“Bu, haruskah kita..”
Sebelum aku menyelesaikan ucapanku, telunjuk Bu Eni sudah menempel di bibirku, seakan menyuruhku untuk diam.
“Sudahlah Yogi, inilah yang Ibu inginkan..”
Setelah berkata begitu, kembali Bu Eni melumat bibirku dengan lembut, sambil membimbing kedua tanganku untuk tetap meremas-remas payudaranya yang montok karena sudah mengencang.

Akhirnya timbul hasrat kelelakianku yang normal, seakan terhipnotis oleh reaksi Bu Eni yang menggairahkan dan ucapannya yang begitu pasrah, kami berdua tenggelam dalam hasrat seks yang sangat menggebu-gebu dan panas. Aku membalas melumat bibirnya yang indah merekah sambil kedua tanganku terus meremas-remas kedua payudaranya yang masih tertutup oleh baju itu tanpa harus dibimbing lagi. Tangan Bu Eni turun ke bawah perutku, kemudian mengusap-usap kemaluanku yang sudah mengencang hebat. Dilanjutkan kemudian satu-persatu kancing-kancing bajuku dibuka oleh Bu Eni, secara reflek pula aku mulai membuka satu-persatu kancing baju Bu Eni sambil terus bibirku melumat bibirnya.

Setelah dapat membuka bajunya, begitu pula dengan bajuku yang sudah terlepas, gairah kami semakin memuncak, kulihat kedua payudara Bu Eni yang memakai BH itu mengencang, payudaranya menyembul indah di antara BH-nya. Kuciumi kedua payudara itu, kulumat belahannya, payudara yang putih dan indah. Kudengar suara Bu Eni yang mendesah-desah merasakan kenikmatan yang kuberikan. Kedua tangan Bu Eni mengelus-elus dadaku yang bidang. Lama aku menciumi dan melumat kedua payudaranya dengan kedua tanganku yang sesekali meremas-remas dan mengusap-usap payudara dan perutnya.

Akhirnya kuraba tali pengait BH di punggungnya, kulepaskan kancingnya, setelah lepas kubuang BH ke samping. Saat itu aku benar-benar dapat melihat dengan utuh kedua payudara yang mulus, putih dan mengencang hebat, menonjol serasi di dadanya. Kulumat putingnya dengan mulutku sambil tanganku meremas-remas payudaranya yang lain. Puting yang menonjol indah itu kukulum dengan penuh gairah, terdengar desahan nafas Bu Eni yang semakin menggebu-gebu.
“Oh.., oh.., Yogi.. teruskan.., teruskan Yogi..!” desah Bu Eni dengan pasrah dan memelas.
Melihat kondisi seperti itu, kejantananku semakin memuncak. Dengan penuh gairah yang mengebu-gebu, kedua puting Bu Eni kukulum bergantian sambil kedua tanganku mengusap-usap punggungnya, kedua puting yang menonjol tepat di wajahku. Payudara yang mengencang keras.

Lama aku melakukannya, sampai akhirnya sambil berbisik Bu Eni berkata, “Angkat aku ke atas meja Yogi.., ayo angkat aku..!”
Spontan kubopong tubuh Bu Eni ke arah meja, kududukkan, kemudian dengan reflek aku menyingkirkan barang-barang di atas meja. Map, buku, pulpen, kertas-kertas, semua kujatuhkan ke lantai dengan cepat, untung lantainya memakai karpet, sehingga suara yang ditimbulkan tidak terlalu keras.

Masih dalam keadaan duduk di atas meja dan aku berdiri di depannya, tangan Bu Eni langsung meraba sabukku, membuka pengaitnya, kemudian membuka celanaku dan menjatuhkannya ke bawah. Serta-merta aku segera membuka celana dalamku, dan melemparkannya ke samping.
Kulihat Bu Eni tersenyum dan berkata lirih, “Oh.. Yogi.., betapa jantannya kamu.. kemaluanmu begitu panjang dan besar.. Oh.. Yogi, aku sudah tak tahan lagi untuk merasakannya.”
Aku tersenyum juga, kuperhatikan tubuh Bu Eni yang setengah telanjang itu.

Kemudian sambil kurebahkan tubuhnya di atas meja dengan posisi aku berdiri di antara kedua pahanya yang telentang dengan rok yang tersibak sehingga kelihatan pahanya yang putih mulus, kuciumi payudaranya, kulumat putingnya dengan penuh gairah, sambil tanganku bergerilya di antara pahanya. Aku memang menginginkan pemanasan ini agak lama, kurasakan tubuh kami yang berkeringat karena gairah yang timbul di antara aku dan Bu Eni. Kutelusuri tubuh Bu Eni yang setengah telanjang dan telentang itu mulai dari perut, kemudian kedua payudaranya yang montok, lalu leher. Kudengar desahan-desahan dan rintihan-rintihan pasrah dari mulut Bu Eni.

Sampai ketika Bu Eni menyuruhku untuk membuka roknya, perlahan-lahan kubuka kancing pengait rok Bu Eni, kubuka restletingnya, kemudian kuturunkan roknya, lalu kujatuhkan ke bawah. Setelah itu kubuka dan kuturunkan juga celana dalamnya. Seketika hasrat kelakilakianku semakin menggebu-gebu demi melihat tubuh Bu Eni yang sudah telanjang bulat, tubuh yang indah dan seksi, dengan gundukan daging di antara pahanya yang ditutupi oleh rambut yang begitu rimbun.
Terdengar Bu Eni berkata pasrah, “Ayolah Yogi.., apa yang kau tunggu..? Ibu sudah tak tahan lagi.”

Kurasakan tangan Bu Eni menggenggam kemaluanku, menariknya untuk lebih mendekat di antara pahanya. Aku mengikuti kemauan Bu Eni yang sudah memuncak itu, perlahan tapi pasti kumasukkan kemaluanku yang sudah mengencang keras layaknya milik kuda perkasa itu ke dalam vagina Bu Eni. Kurasakan milik Bu Eni yang masih agak sempit. Akhirnya setelah sedikit bersusah payah, seluruh batang kemaluanku amblas ke dalam vagina Bu Eni.
Terdengar Bu Eni merintih dan mendesah, “Oh.., oh.., Yogi.. terus Yogi.. jangan lepaskan Yogi.. aku mohon..!”
Tanpa pikir panjang lagi disertai hasratku yang sudah menggebu-gebu, kugerakkan kedua pantatku maju-mundur dengan posisi Bu Eni yang telentang di atas meja dan aku berdiri di antara kedua pahanya.

Mula-mula teratur, seirama dengan goyangan-goyangan pantat Bu Eni. Sering kudengar rintihan-rintihan dan desahan Bu Eni karena menahan kenikmatan yang amat sangat. Begitu juga aku, kuciumi dan kulumat kedua payudara Bu Eni dengan mulutku.
Kurasakan kedua tangan Bu Eni meremas-remas rambutku sambil sesekali merintih, “Oh.. Yogi.. oh.. Yogi.. jangan lepaskan Yogi, kumohon..!”
Mendengar rintihan Bu Eni, gairahku semakin memuncak, goyanganku bertambah ganas, kugerakkan kedua pantatku maju-mundur semakin cepat.
Terdengar lagi suara Bu Eni merintih, “Oh.. Yogi.. kamu memang perkasa.., kau memang jantan.. Yogi.. aku mulai keluar.. oh..!”
“Ayolah Bu.., ayolah kita mencapai puncak bersama-sama, aku juga sudah tak tahan lagi,” keluhku.

Setelah berkata begitu, kurasakan tubuhku dan tubuh Bu Eni mengejang, seakan-akan terbang ke langit tujuh, kurasakan cairan kenikmatan yang keluar dari kemaluanku, semakin kurapatkan kemaluanku ke vagina Bu Eni. Terdengar keluhan dan rintihan panjang dari mulut Bu Eni, kurasakan juga dadaku digigit oleh Bu Eni, seakan-akan nmenahan kenikmatan yang amat sangat.
“Oh.. Yogi.. oh.. oh.. oh..”
Setelah kukeluarkan cairan dari kemaluanku ke dalam vagina Bu Eni, kurasakan tubuhku yang sangat kelelahan, kutelungkupkan badanku di atas badan Bu Eni dengan masih dalam keadan telanjang, agak lama aku telungkup di atasnya.

Setelah kurasakan kelelahanku mulai berkurang, aku langsung bangkit dan berkata, “Bu, apakah yang sudah kita lakukan tadi..?”
Kembali Bu Eni memotong pembicaraanku, “Sudahlah Yogi, yang tadi itu biarlah terjadi karena kita sama-sama menginginkannya, sekarang pulanglah dan ini alamat Ibu, Ibu ingin cerita banyak kepadamu, kamu mau kan..?”
Setelah berkata begitu, Bu Eni langsung menyodorkan kartu namanya kepadaku. Kuterima kartu nama yang berisi alamat itu.

Sejenak kutermangu, kembali aku dikagetkan oleh suara Bu Eni, “Yogi, pulanglah, pakai kembali pakaianmu..!”
Tanpa basa-basi lagi, aku langsung mengenakan pakaianku, kemudian membuka pintu dan keluar ruangan. Dengan gontai aku berjalan keluar kampus sambil pikiranku berkecamuk dengan kejadian yang baru saja terjadi antara aku dengan Bu Eni. Aku telah bermain cinta dengan dosen killer itu. Bagaimana itu bisa terjadi, semua itu diluar kehendakku. Akhirnya walau bagaimanapun nanti malam aku harus ke rumah Bu Eni.

Kudapati rumah itu begitu kecil tapi asri dengan tanaman dan bunga di halaman depan yang tertata rapi, serasi sekali keadannya. Langsung kupencet bel di pintu, tidak lama kemudian Bu Eni sendiri yang membukakan pintu, kulihat Bu Eni tersenyum dan mempersilakan aku masuk ke dalam. Kuketahui ternyata Bu Eni hidup sendirian di rumah ini. Setelah duduk, kemudian kami pun mengobrol. Setelah sekian lama mengobrol, akhirnya kuketahui bahwa Bu Eni selama ini banyak dikecewakan oleh laki-laki yang dicintainya. Semua laki-laki itu hanya menginginkan tubuhnya saja bukan cintanya. Setelah bosan, laki-laki itu meninggalkan Bu Eni. Lalu dengan jujur pula dia memintaku selama masih menyelesaikan studi, aku dimintanya untuk menjadi teman sekaligus kekasihnya. Akhirnya aku mulai menyadari bahwa posisiku tidak beda dengan gigolo.

Kudengar Bu Eni berkata, “Selama kamu masih belum wisuda, tetaplah menjadi teman dan kekasih Ibu. Apa pun permintaanmu kupenuhi, uang, nilai mata kuliahmu agar lulus, semua akan Ibu penuhi, mengerti kan Yogi..?”
Selain melihat kesendirian Bu Eni tanpa ada laki-laki yang dapat memuaskan hasratnya, aku pun juga mempertimbangkan kelulusan nilai mata kuliahku. Akhirnya aku pun bersedia menerima tawarannya.

Akhirnya malam itu juga aku dan Bu Eni kembali melakukan apa yang kami lakukan siang tadi di ruangan Bu Eni, di kampus. Tetapi bedanya kali ini aku tidak canggung lagi melayani Bu Eni dalam bercinta. Kami bercinta dengan hebat malam itu, 3 kali semalam, kulihat senyum kepuasan di wajah Bu Eni. Walau bagaimanapun dan entah sampai kapan, aku akan selalu melayani hasrat seksualnya yang berlebihan, karena memang ada jaminan mengenai kelulusan mata kuliahku yang tidak lulus-lulus itu dari dulu.

Kamis, 19 Oktober 2017

Nia pembantu Janda Abangku Yang Serasa Gadis



 BCD.Suatu hari kakakku memintaku untuk menjaga rumahnya, karena dia ada keperluan keluar kota. Sore itu hujan rintik-rintik semakim lama semakin lebat. Mbak Nia yang bekerja di rumah abangku ini bergegas ke halaman belakang untuk mengambil jemuran. Kemudian terdengar suara teriakan keras dari belakang rumah, “Mas Adi”. Aku lantas berlari menuju arah suaranya dan melihat mbak Nia terduduk di tepi jemuran. Kain jemuran berhamburan di sekitarnya.

“Mas Adi tolong donk bawakan jemuran ini masuk” pintanya sambil menyeringai menahan sakit.
“Aku habis tergelincir” sambungnya.
Aku hanya mengangguk sambil mengambil jemuran yang berserakan lalu sebelah tanganku coba membantu mbak Nia berdiri.
“Sebentar mbak, saya bawa masuk dulu jemuran ini” kataku sembari membantunya mengambil jemuran yang berada di tangan mbak Nia. Aku bergegas masuk ke dalam rumah, kain jemuran kuletakkan di atas kasur, di kamar mbak Nia. Ketika aku menghampiri mbak Nia lagi, dia sudah separuh berdiri dan mencoba berjalan terhuyung-huyung. Hujan semakin lebat seakan dicurahkan semuanya dari langit.

Kutuntun mbak Nia masuk ke kamarnya dan mendudukkan di kursi. Aku terhenyak kaget ketika tanganku tak sengaja menyentuh toket mbak Nia. Terasa kenyal sehingga membuat darah mudaku tersirap naik. Kuakui walau umurnya 31 tahun mbak Nia tidak kalah menariknya jika dibandingkan dengan kakak iparku yang berusia 27 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan potongan badannya yang masih menarik perhatian lelaki. Tidak heran, mbak Nia pernah kepergok sama abangku sedang bermesraan dengan laki-laki lain.

“Mas Adi tolong donk ambilkan aku handuk, aku mau mandi” pinta mbak Nia ketika aku masih membayangkan betapa kenyalnya toket mbak Nia.
Aku menuju ke lemari pakaian lalu mengeluarkan handuk dan kuberikan kepadanya.
“Terima kasih mas Adi” ucapnya.
Mbak Nia orangnya lemah lembut, suaranya halus dan lembut. Dia juga murah senyum, rajin dan tak pernah membantah. Dia sudah menganggap kami semua seperti keluarganya sendiri. Tanpa disuruh dia sudah tau apa yang harus dia kerjakan. Dia menyadari akan tanggung jawabnya. Bila aku ada rejeki kuberikan dia sedikit uang. Bukan karena apa, sebab dia bisa membuat orang jadi sayang padanya.
Mbak Nia seorang janda. Dia ditinggal pergi suaminya dengan perempuan lain. Sudah hampir 3 tahun dia menjanda.
Kalau masalah kecantikan sih memang masih cantik kakak iparku. Dia keturunan cina. Kelebihan dari mbak Nia ialah sikapnya yang ramah kepada semua orang. Budi bahasanya halus dan sopan.
Mbak Nia mencoba berdiri dan berjalam menuju ke kamar mandi. Melihat keadaannya masih terhuyung-huyung, dengan cepat kupegang tangannya untuk membantu. Sebelah tanganku memegang pinggangnya. Kutuntun dia menuju ke pintu kamar mandi. Terasa sayang untuk kulepaskan peganganku, sebelah lagi tanganku melekat di pinggangnya. Mbak Nia kemudian menatap wajahku. Mata kami saling bertatapan. Sepertinya dia senang dan menyukai apa yang kulakukan. Tanganku jadi lebih berani mengusap-usap lengannya lalu menuju ke toketnya. Kuremas perlahan toket yang kenyal itu dengan puting yang mulai mengeras. Kudekatkan mulutku untuk mencium mulutnya. Mulut kamipun bertemu. Aku mencium bibirnya. Inilah pertama kalinya aku melakukannya kepada seorang wanita.

Erangan lembut keluar dari mulut mbak Nia. Ketika kedua tanganku meremas toketnya dan lidahku mulai menjalari lehernya. Ini semua akibat film BF dari CD-Rom yang sering kutonton dari rumah teman. Mbak Nia menyandarkan tubuhnya ke dinding. Sementara tanganku menyusup masuk ke dalam bajunya, mulut dan lidahnya kukecup. Kait BH-nya kulepaskan. Tanganku bergerak bebas meremas dan mengelus toketnya. Kupilin putingnya dengan lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai kenikmatan walaupun kami masih berdiri bersandar di dinding. Nafas kami semakin memburu. Kulihat mbak Nia sudah pasrah dengan apa yang akan aku lakukan pada dia. Kulepaskan daster yang menempel di tubuh mbak Nia. Hanya tinggal CD-nya yang menempel di tubuhnya.
Aku mulai menjilati putingnya. Kuhisap puting yang mengeras itu hingga memerah. Mbak Nia semakin gelisah dan nafasnya sudah tidak teratur lagi. Tangannya menarik-narik rambutku, sambil mendesah,
“Sssstthhh…aahhh…”
Putingnya yang merekah itu kujilat berulangkali sambil kugigit perlahan-lahan. Lidahku kini bermain di pusar mbak Nia, sambil tanganku mulai mengusap-usap pahanya. Tangan mbak Nia semakin kuat menarik rambutku.
“Oooohhh mas Galiiihhh…” suara mbak Nia memanggilku lirih. Nafasnya terengah-engah ketika CD-nya kutarik ke bawah. Tanganku mulai menyentuh daerah kemaluannya. Rambut halus di sekitar kemaluannya kuusap-usap perlahan.
Ketika lidahku akan menjilat memeknya, mbak Nia menarikku berdiri. Pandangan matanya terlihat sayu bagai menyatakan sesuatu. Pandangannya ditujukan ke tempat tidurnya. Aku pun mengerti maksud mbak Nia seraya menuntunnya menuju tempat tidur. Bau memeknya merangsang sekali. Dengan bau khas yang sukar diceritakan.

Kubaringkan tubuhnya yang bugil di ranjang kakinya menyentuh lantai. Seluruh tubuhnya sangat menggairahkan. Mukanya berpaling ke sebelah kiri. Matanya terpejam. Tangannya mendekap kain sprei. toketnya membusung seperti minta disentuh. Putingnya terlihat berair karena liur hisapanku tadi. Perutnya mulus dan pusarnya cukup indah. Kulihat tidak ada lipatan dan lemak seperti perut wanita yang telah melahirkan. Memang mbak Nia belum memiliki anak karena dia bercerai setelah menikah 5 bulan. Kakinya merapat. Karena itu aku tidak dapat melihat seluruh memeknya. Cuma sekumpulan rambut yang halus menghiasi bagian bawah.

Kemudian, aku melepaskan seluruh baju yang aku pakai hingga aku benar-benar telanjang bulat. KOntolku yang sudah berdiri dari tadi kini terlihat menantang dihadapan mbak Nia. Terlihat mbak Nia telentang kaku. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik. Lalu akupun duduk di pinggir kasur sambil mendekap tubuh mbak Nia. Kupeluk dengan gemas sambil kulumat mesra bibir ranumnya. Tanganku meraba seluruh tubuhnya. Nafsuku terangsang semakin hebat. Kutuntun tangan mbak Nia agar menyentuh kontolku. Digenggamnya batang kontolku erat-erat lalu diusap-usapnya. Mbak Nia tahu apa yang harus dilakukan. Maklumlah dia pernah menikah. Dibandingkan denganku, aku cuma tahu teori dengan melihat film BF, itu saja. Tanganku terus mengusap perutnya hingga ke celah selangkangannya. Terasa berlendir basah di memeknya.
Dipegangnya batang kontolku yang sudah tegang dan dimasukkannya ke dalam mulutnya. Mataku terpejam-pejam ketika lidah mbak Nia melumat kepala kontolku dengan lembut. Kontolku dikulum sampai ke pangkalnya. Sukar untuk dibayangkan betapa nikmat yang kurasakan. Disedot-sedotnya batang kontolku. Tidak tahan diperlakukan begitu aku lalu mengerang menahan nikmat. Kubuka lebar-lebar kedua paha mbak Nia. Kusibakkan memeknya yang telah basah itu. Kujulurkan lidahku sambil memegang clitorisnya. Mbak Nia mendesah hebat. Liang kemaluan mbak Nia semakin memerah. Bau kemaluannya semakin kuat. Aku jadi semakin terangsang. Seketika kulihat air berwarna putih keluar dari lubang memeknya. Tentu mbak Nia sudah cukup terangsang, pikirku.
Desahan dan erangan keluar dari mulut mbak Nia, nafasnyapun semakin tak beraturan. Rambutku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menahan kenikmatan. Aku bertanya padanya, “Enak ga mbak?” tanyaku lembut dan sedikit manja. Dia tidak menjawab. Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik napas panjang. Aku mengerti. Itu bertanda dia ingin segera aku memasukan kontolku ke dalam lubang memeknya. Tanpa disuruh, aku mengarahkan kontolku ke arah lubang memeknya yang kini telah terbuka lebar. Lendir dan liurku telah banjir di gerbang memeknya. Kugesek-gesekan kepala kontolku di cairan yang membanjir itu. Perlahan-lahan kutekan ke dalam. Tekanan kontolku memang agak sedikit susah. Terasa sempit. Kulihat mbak Nia menggelinjang seperti kesakitan.
“Pelan-pelan mas adi sakit” katanya sambil meringis menahan sakit. Aku sekarang mengerti. Memek mbak Nia sudah sempit lagi setelah 3 tahun tidak disetubuhi, walaupun dia sudah tidak perawan lagi. Memang aku belum berpengalaman kerena ini merupakan pertama kalinya aku menyetubuhi seorang wanita walau umurku sudah matang.

Kutekan lagi. Kumasukkan kontolku perlahan-lahan dan sangat hati-hati. Baru sebagian saja kontolku yang masuk ke dalam lubang memeknya. Kubiarkan sebentar kontolku berhenti, terdiam. Mbak Nia juga terdiam mengatur nafas. Sementara itu, kupeluk tubuh mbak Nia dengan gemas sambil memainkan putingnya, menjilat, mengusap dan menggigit-gigit lembut. Mulutnya kukecup sambil lidahnya kumainkan. Kami memang sudah sangat bernafsu dan terangsang.

Lalu kemudian aku bertanya dengan suara lembut, “mau dilanjutan lagi mbak?”. Mbak Nia membuka matanya. Di bibirnya terlihat senyum manis yang menggairahkan. Aku mulai menekan lagi kontolku ke dalam lubang memeknya. Kuhentakkan perlahan-lahan. Memang sempit memek mbak Nia, mencengkram seluruh batang kontolku. Kontolku terasa seperti tersedot di dalam memek mbak Nia. Dan tak lama kemudian “Bleeesss…” KOntolku berhasil masuk seluruhnya ke dalam memeknya.
Terasa hangatnya sungguh menggairahkan. Mata mbak Nia terbuka menatapku dengan pandangan yang sayu ketika kuhujamkan kontolku di memeknya. Mbak Nia mendesah dan mengerang seiring dengan genjotan kontolku di memeknya. Kadang-kadang punggung mbak nia terangkat-angkat menyambut kontolku yang sudah melekat di memeknya.

Tak terhitung berapa kali aku menghujamkan kontolku di memeknya dengan diiringi nafas kami yang tidak teratur lagi. Selang beberapa menit aku merasakan badan mbak Nia mengejang dengan mata yang tertutup rapat. Tangannya memeluk erat-erat pinggangku. Punggungnya terangkat tinggi dan satu keluhan berat keluar dari mulutnya secara pelan. Denyutan di didnding memeknya terasa kuat seakan melumatkan kontolku yang tertanam di dalamnya. Genjotanku pun semakin kuat. Leher mbak Nia kurengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Aku merasakan ada denyutan yang menandakan air maniku akan keluar. Denyutan yang semakin keras membuat kontolku semakin menegang keras. Mbak Nia mengimbanginya dengan menggoyangkan pinggulnya. Memek mbak Nia semakin keras menjepit penisku. Kurangkul tubuhnya kuat-kuat. Dia membiarkan saja perlakuanku itu. Nafasnya semakin kencang.

Dalam keadaan sangat menggairahkan, akhirnya aku meraih orgasmeku bersamaan dengan Mbak Nia. Air maniku muncrat ke dalam memek mbak Nia. Bergetar badanku saat maniku muncrat. Matanya terbuka lebar memandangku. Mukanya serius. Bibir dan giginya dicibirkan. Nafasnya terengah-engah. Dia mengerang agak kuat. Untuk beberapa saat kami merasakan kenikmatan itu. Beberapa tusukan tadi memang membuat kami sampai ke puncak bersama-sama. Memang hebat. Sungguh puas. Memang inilah pertama kalinya aku melakukan senggama. Dan mbak Nia lah wanita pertama yang mendapatkan air perjakaku. Walaupun dia seorang janda, bagiku dia adalah wanita yang sangat cantik. Waktu kami melakukan senggama tadi, kami berkhayal entah kemana. Mbak Nia memang hebat dalam permainannya. Sebagai seorang yang tidak pernah merasakan kenikmatan persetubuhan, bagiku mbak Nia betul-betul memberiku surga dunia.
Aku terbaring lemas di sisi Mbak Narti. Mataku terpejam rapat seolah tidak ada tenaga untuk membukanya. Dalam hati aku puas karena dapat mengimbangi permainan ranjang mbak Nia. Kulihat mbak Nia juga tertidur di sebelahku. Kejadian yang tidak pernah kuimpikan, terjadi tanpa dapat dielakkan. Mbak Nia telentang dengan mata tertutup seperti kelelahan, mungkin lelah setelah dapat menghilangkan keinginan batinnya sejak menjanda 3 tahun yang lalu.
Sesudah itu perlahan-lahan aku berdiri dan memakai kembali pakaianku. Aku keluar dari kamar mbak Nia menuju ke ruang depan. Sewaktu aku keluar, aku baru sadar kalau pintu kamar mbak Nia tidak tertutup rapat. Rupa-rupanya kakak iparku sudah pulang. Mendadak aku pucat kalau-kalau kejadian tadi disaksikan oleh kakak iparku. Aku keluar sambil mencoba berlagak seperti tidak terjadi apa-apa. Kemudian aku duduk di sofa. Sebentar kemudian kakak iparku datang membawa minuman. Kulihat mukanya biasa saja. Kuyakinkan diriku bahwa kakak iparku tidak tahu apa yang telah terjadi tadi antara aku dengan mbak Nia.
Aku mencoba mecairkan suasan dengan bertanya pada kakak iparku,
“Abang tidak pulang sama kakak?”
“Gak dia ke Medan 5 hari” jawabnya sambil tersenyum.
“Minumlah!” ucapnya mempersilakan.
Kemudian dia berjalan menuju ke kamarnya. Aku duduk dan menonton film di TV.
“Oya kakak sebentar lagi mau pergi, kamu anterin ya. Nanti malam kamu tidur sini aja nemeninan kakak sama mbak Nia” katanya pendek.
Memang begitulah kalau abangku tidak ada, aku yang jadi sopir kakak iparku untuk membawa BMW nya ke mana-mana. Malam itu aku tidak pulang. Tidur di rumah abangku. Memang ada kamar khusus untukku di rumahnya yang cukup besar itu. Tapi yang lebih spesial lagi bagiku adalah tidur dalam pelukan mbak Nia.
  Nada, NadaQQ, Nada QQ, daftar Nadaqq, foto bugil FotonakalxxFoto BugilFoto Bugil JilbabFoto Bugil SMP | Nadaqq | Nada | Nada QQ

Rabu, 18 Oktober 2017

Nikmatnya Empotan Vagina Fitri Tukang Jamu Langganan Istriku



BCD.Tidak tahu mengapa hari ini aku bangun lebih pagi dari biasanya, padahal ini hari minggu. Istriku sudah dua hari pulang menengok orang tuanya yang sedang sakit dikampung, sedangkan pembantuku juga dari hari sabtu cuti, karena setiap akhir minggu ia pulang ke Bekasi mengunjungi keluarganya, praktis hanya tinggal aku sendiri dirumah.

Aku dan isteri belum dikaruniai anak walaupun sudah dua tahun kami menikah. Aku berjalan keluar rumah, baru jam 6.30, wah sayang sekali aku bangun terlalu pagi, padahal sepanjang minggu aku memimpikan hari minggu supaya bisa tidur siang. Akhirnya aku duduk diteras depan rumah dan membaca koran.

Lagi asyik baca koran aku mendengar bunyi bel, aku bangun untuk melihat siapa yang memencet bel pagi2 begini.Aku membuka pintu gerbang dan didepanku berdiri seorang wanita berusia kurang lebih 28 tahun dengan rambut digelung asal2an tersenyum padaku.

Wajah wanita itu cukup manis dengan pipi berisi dan kemerahan, kulit wajahnya halus sekali dan ia memakai sarung serta menggendong bakul jamu, selendang yang mengikat bakul jamunya melintang didadanya dengan ketat sehingga menonjolkan payudaranya yang kulihat sungguh amat indah dan menantang,

mungkin ukurannya 36, pokoknya aku sungguh terangsang sekali dengan kemontokan tubuh wanita itu, aku melihat ada sedikit keringat didahinya, make up yang dipakainya tipis sehingga yang terlihat adalah wajah alami yang terpelihara.

“Ibu ada pak?” Tanya wanita itu. Cepat2 aku tersenyum semanis mungkin.”Wah sedang pulang kampung tuh, mbak” Jawabku sambil tersenyum genit. Tukang jamu itu kelihatan kecewa.”Memangnya istri saya suka minum jamu?” Tanyaku.”Iya…dua hari sekali saya disuruh kesini sama ibu” Katanya.

”Wah sayang sekali….tapi bagaimana kalau saya juga minum, mbak?” Aku sebenarnya tidak pernah minum jamu dan aku tak tahu jamu apa yang cocok buat laki2. Mbak itu tersenyum senang dan segera hendak menurunkan bakulnya, tapi aku buru2 menahannya.”Masuk saja mbak….jangan disini, didalam saja ya” Kataku, hatiku mengatakan tindakanku mengarahkan aku kesesuatu.

Wanita itu berjalan masuk mengikutiku. Sampai diteras ia lagi2 mau menurunkan bakulnya, tapi aku lagi2 menyuruhnya masuk kedalam ruang tamu. Ketika ia berjalan masuk tadi kuperhatikan terus bokongnya yang bergoyang2 terbungkus kain sarung ketat, aku sampai menelan ludah, bokongnya sungguh indah dan besar, tubuhnya betul2 sexy….”Saya nggak mau ada orang yang lihat saya minum jamu lho” Kataku ketika kulihat ia agak ragu masuk kedalam rumahku.

Ia terkikik lalu berjalan masuk mengikutiku dan ia segera menurunkan bakul jamunya, aku memperhatikan setiap gerakannya, oh….sungguh aku merasa terangsang sekali.”Memangnya jamu apa yang untuk laki2, mbak?” Tanyaku. Mataku tidak lepas dari belahan buah dadanya yang sesekali terkuak dan menampilkan bh warna hitam.

Kemaluanku mulai mengeras.”Maunya untuk apa pak?””Biasanya jamu apa yang diminum laki?” Tanyaku lagi.”Macam2 pak…biasanya sih jamu kuat” Jawabnya, kulihat ia mengeluarkan sapu tangan lalu mengeringkan keringat diwajahnya. Sungguh manis wajahnya.

”Kuat buat apa sih?” Tanyaku pura2. Ia melirik agak genit, mulutnya cemberut.”Ah pura2 aja bapak ini””Lho sungguh….aku kan nggak pernah ngejamu, mbak””Ah bisa aja…” Jawabnya, matanya kembali melirik, aku makin horny.”Ya terserah mbak aja deh…aku taunya minum” Kataku. Ia lalu menuangkan entah apa aku tak tahu, dicampur2.

“Mbak…biasanya kalau minum jamu minumnya untuk apa?” Tanyaku sambil menerima gelas yang telah berisi jamu.”Ada deh….” Eiit….mulai menunjukkan hasil nih, pikirku. Kayaknya tambah genit nih si mbak.”Kasih tahu doong…” Rengekku. Ia mengerling genit lagi sambil memonyongkan mulutnya.”Yaa…tanya ibu saja ah” Jawabnya.

Aku merasakan pahit dilidahku dan aku makin memperlambat minumku, aku nggak tahan, mau muntah rasanya.”Saya mau tahunya dari mbak kok….””Yaaa…kalau perempuan ya minum jamu supaya seger, awet muda dan macem2 deh””Memangnya jamu sari rapet buat apa mbak?” Manteraku mulai keluar. Ia mendesis sambil melotot.”Hussh…kok tanya aku? Tanya ibu lho…”

“Kan pulang kampung…..aku bingung, apanya yang rapet kalo minum jamu sari rapet…nanya boleh kan?” Kataku makin genit.”Ya itunya yang jadi sempit, bukan rapet lho….” Jawabnya perlahan sekali, ia menunduk, kulihat sedikit rona merah dipipinya.”Apanya yang sempit mbak?” Kelihatannya ia mulai kesal.

“Itunya lho…tempiknya, ah sudah ah….genit amat sich” Semburnya sambil mengerling marah. Aku tersenyum lagi.”tempik itu apa sih?” Godaku lagi.”Nggak tahu ah…sudah belum? kok lama banget minum jamu aja?””Habis pahit….mbak belum jawab pertanyaan saya”

“Tempik itu…..memek lho, masak nggak tahu sih…dasar genit bapak ini” Eh tangannya mencubit pahaku. Aku pura2 kesakitan, tanganku kuulurkan untuk membalas, ia menjerit kecil sambil cekikikan menghindari tanganku.

”Lho aku kan mau membalas, cuma nanya kok pahaku dicubit?””Habis ceriwis sih””Mbak minum sari rapet juga dong?” Tanyaku.”Nggak tahu ah””Kalau begitu gelas ini nggak akan habis2 isinya””Iya, iya…aku juga minum….setiap perempuan minum kok””Memangnya mbak sudah punya suami?”

“Ya sudah dong…tapi ada dikampung””Lho sama dong…isteriku ada dikampung juga” Ia diam saja.”Jadi tinggal kita berdua nih….” Sambungku.”Tapi aku nggak percaya, dengan minum sari rapet terus tempik….eh memek bisa rapet” Ia tersipu2.

“Eee…sungguh lho…sudah terbukti dari dulu kok” Jawabnya.
”Bohong…”
“Sungguh…”
“Kalo gitu boleh dong aku minta bukti”
“Bukti apaan?” Ia kelihatan agak bingung.
”Bukti….bahwa memek mbak sempit” Aku nekat berkata.

Kemaluanku sudah keras sejak tadi. Jantungku juga berdebar2 menahan gejolak nafsu.

”Idiih amit2!!” Desisnya lalu ia bangun melemaskan kakinya yang dari tadi jongkok.

”Mbak….”
“Yaaa….”
“Aku naksir nih….boleh nggak aku minta cium” Aku berbisik pelan.

Ia melotot, mulutnya cemberut.

“Iih….udah ah…genit amat sih” Ia jongkok lagi membereskan barang2nya.

Kudekatkan wajahku kewajahnya. Ia mengangkat wajahnya dan memandangku dengan pandangan melotot, tapi bibirnya setengah terbuka, seolah2 menantang keberanianku dan kami sangat dekat sehingga aku bisa mencium bau tubuhnya yang terus terang saja membuat nafsuku makin melonjak.

Tanpa pikir panjang kusambar mulutnya, kupeluk sehingga ia jatuh tertindihku dilantai ruang tamu. Mulutku melumat bibirnya dengan liar, ia meronta, tapi sepertinya rontaan setengah hati. Tanganku meremas buah dadanya, betul juga dugaanku, buah dadanya betul2 kencang dan mantap sekali, kenyal dan besar, wah aku benar2 terangsang.

”Aduh….genit bapak ini….auuu….nggak mau…aduh, aku nggak bisa napas” Ia mendesah2 ditindihku.
“Paak….aduh malu ah…jangan disini….nanti dilihat orang….aku malu ah….”

Kulumat lagi mulutnya yang hangat, kali ini ia membalas dengan lumatan yang liar juga. Lidah kami saling membelit lidahnya terasa sungguh nikmat, hangat dan begitu liar didalam mulutku, sungguh aku tak pernah menduga perempuan desa sepertinya bisa berciuman begitu panas.

Aku tak mau kalah, kujepit lidahnya lalu kuhisap2 dengan penuh nafsu, lalu lidahku bermain dalam mulutnya, kujelajahi seluruh rongga mulutnya dan napas kami sama2 memburu kencang, napasnya terasa panas nyembur dan aku juga menyukai bau napasnya yang lembut, mungkin memang semua tukang jamu tahu bagaimana merawat diri dan kesehatannya,

pokoknya kami benar2 tenggelam dalam gelora nafsu, tanganku menggerayangi seluruh lekuk tubuhnya dan baju hijau yang dipakainya sudah tak keruan terbuka, tanganku berusaha menyingkapnya dan kuremas buah dadanya serta kucoba menariknya keluar dari bh yang begitu kencang membungkus buah kembar itu.

Ia mendesah2 tangannya seperti hendak menyingkirkan tanganku namun usahanya tidak dengan sepenuh hati, sebelah tangannya meremas2 rambutku, mengacak2nya dengan gemas, air liur kami begitu lama saling bertukar, oh tidak pernah aku merasakan sensasi seperti ini.

Akhirnya aku berhasil menarik keluar sebelah buah dadanya dari balik bh yang dikenakan mbak itu. Ia menggumam dalam mulutku. Kuremas payudara kenyal itu, kuraba puting susunya yang rasanya cukup besar, aku mencoba memandang tapi mbak itu begitu erat mendekap kepalaku sehingga mulut kami tidak bisa terlepas, ia menciumku begitu liar dan penuh nafsu, napasnya seperti lokomotif.

Aku memaksa menciumi lehernya yang berkeringat, kujilati keringatnya dan terasa asin, aku tak perduli, kuangkat kedua tangannya lalu kucium2 ketiaknya yang basah oleh keringat juga. Baunya sungguh sedap dan ia mengerang keenakan waktu kugigit2 ketiaknya dengan lembut.

Sekarang aku bisa melihat buah dadanya yang berkulit kuning dan menyembul sebelah, pemandangan ini membuatku makin bernafsu, puting susunya berwarna merah tua dan besar, kupencet2 pelan, ia merintih2, kepalanya terangkat keatas dan suaranya membuatku makin terangsang.

“Pak…aaahhh…..ada susunya pak….pencet kerasan lagi…ooohhhh” Ia mendesah. Kupencet lebih keras, benar saja ada cairan kental keputihan perlahan muncul dari puting susunya, lalu ketika keperkeras pencetanku maka cairan itu menyembur pelan dan membasahi tanganku.

Segera kucelucupi dan kujilat puting susunya, mbak yang belakangan kutahu bernama Fitri itu membantuku meremas buah dadanya, dan kulihat ia pandai sekali mengeluarkan susunya agar aku dapat menikmati cairan itu, tangannya mengurut payudaranya dengan keras dan memencetnya sehingga cairan itu menyembur keras masuk dalam mulutku, tidak ada rasa atupun bau, kusedot2 putingnya seperti bayi.

“Uughhh….jangan terlalu keras pak, sakit…..uuughhhh” Aku memelankan kegemasanku menyedot.

Tanganku sibuk melepaskan kancing2 baju yang tersisa dan menariknya sehingga Fitri hanya memakai kutang dan sarung saja. Bh hitamnya terangkat sebelah keatas dan kontolku sampai sakit karena kerasnya ketika melihat pemandangan didepanku.

Tubuh Fitri sungguh mulus, kuning langsat walaupun baru bagian atasnya saja yang kulihat.”Paaakkk……enak…duh….pak…jangan disini…malu pak….aakkhhh” Ia merengek, suaranya serak.”Dikamarku saja…” Bisikku. Kuajak ia masuk dalam kamarku, sebelumnya kukunci pintu depan. Sampai dalam kamar kami bergumul diatas ranjangku.

Tubuhnya betul2 padat dan kenyal. Kulepaskan bhnya sehingga ia sekarang hanya memakai sarung saja, aku terbengong melihat buah dadanya yang begitu sempurna dan besar, puting susunya sungguh kontras dengan warna kulitnya. Kubuka seluruh pakaianku sampai telanjang bulat dan ia menjerit kecil melihat kontolku yang berdiri dengan tegak penuh urat menonjol, tangannya menutupi mulutnya.”Auu…serem!” Jeritnya.

Kudekati ia dan ia beringsut mundur menggodaku. Aku menerkam dengan kekuatan penuh, kembali ia menjerit sambil memelukku, kami bergumul lagi, kali ini ia menciumi dadaku dengan penuh nafsu.”Kontolnya kok kecil sih pak” Bisiknya. Sialan…”Jangan lihat kecilnya mbak…rasakan tusukannya nanti” Bisikku juga.

“Idiihh….takuut” Ia merengek lagi. Kukemot payudaranya lagi, lalu kujilat dan kugigit2 ketiaknya yang ditumbubi bulu lebat, oohh sungguh merangsang sekali baunya. Fitri menjerit2 kecil kegelian, tapi ia menikmatinya.

Tiba2 aku mundur lalu dengan cepat aku menyusup kedalam sarung yang masih dikenakannya, ia menjerit tertahan sambil berusaha mendorong kepalaku keluar dari dalam selangkangannya. Tapi aku tidak perduli, kukecupi pahanya yang kurasakan halus sekali. Kuhisap2 kecil, ia terlonjak2 kegelian sambil mengerang2 manja.

”Jangaan pak….bau….jijik ih…nggak mau aku…ooohhh” Dorongan tangannya berubah remasan, kepalaku sudah mencapai puncak pahanya, aku merasakan kehangatan kepalaku didalam sarungnya dan tercium bau memek yang membuat kontolku kembali sakit saking tegangnya.

Kuciumi celana dalamnya yang lembab dan agak lengket, kujilati lalu kuhisap2 memeknya yang tertutup celana dalam hitam, aku bisa merasakan bulu memeknya yang keluar dari balik lipatan celana dalam, kujilati semuanya lalu kuporoti celana itu, tiba2 sarungnya menjadi kendur,

ternyata Fitri membuka ikatan setangennya sehingga sekarang ia bisa melihat kegiatanku didalam sarungnya. Ia menurunkan sarungnya, aku menariknya sampai terlepas. Kini aku terpaku sesaat melihat memeknya yang hitam tertutup bulu2 lebat yang ikal.

Kulihat ada cairan bening menempel dibulu2 itu, mata Fitri lekat memandangku, aku tak tahan lagi dengan bau yang begitu merangsang. Kubenamkan wajahku dilembahnya, kucium dengan penuh perasaan bau memeknya, oohhh….sungguh enak sekali. Dengan jari2ku kusibakkan bulu memeknya dan kukuak bibir kemaluannya yang berwarna merah tua, ia mengerang2, tangannya mencengkram sprei dan menarik2nya.

Aku bisa melihat bagian dalam memeknya yang banjir oleh cairan keputihan, menempel pada dinding dan bibir memeknya, aku tak tahan lagi, kuserbu memeknya dengan lidahku, kujelajahi dan kusapu seluruh cairan itu, terasa asin, nikmatnya sungguh gila.

“Aaaaa…….enaaaakkkk……mmmhhhh….sssshh hhh” Pinggulnya terangkat naik menekan mulutku dan aku makin lahap menjilati dan mengemut itinya. Ia mengerang2 sebelum akhirnya mengangkat pinggulnya dan tangannya menekan kepalaku, dan aku terbenam dalam memeknya.

Hidungku menekan itilnya dengan keras dan kurasakan ia menggosok2kannya dihidungku, mulutku masuk dalam liang memeknya, lidahku kuputar dan kutusuk dalam liang itu, ia menjerit agak keras seperti rintihan panjang.

”Oooohhhhhh……..aku..aku….keluaaarrr paaakk…..uuuuuhhhhhh” Kurasakan hentakan2 keras menekan wajahku dan kurasakan liang memeknya menghangat dan tercium bau khas yang enak sekali, lidahku menjilati lubang kencingnya yang kecil dan merah, Fitri meronta kecil dan mulutnya tak henti melolong.

Tiba2 kurasakan kontolku ditariknya, aku mengikuti irama tarikannya, ternyata sesaat kemudian kontolku terbenam dalam mulutnya yang hangat, aku gemetar tak kuasa membendung nikmatnya kuluman Fitri dikontolku, aku berusaha sekuat tenaga menahan dan membendung supaya jangan sampai keluar begitu cepat.

Kualihkan jilatanku perlahan2 kelubang duburnya yang berwarna hitam dan ada lendir yang berasal dari liang memeknya. Kelihatanya ia terkejut sesaat tapi kemudian tiba2 ia berontak dan berguling sehingga aku terbawa dan kusadari aku sudah tergencet dibawah tubuhnya, posisi kami menjadi 69 dan ia menekuk lututnya sedemikian rupa sehingga aku bisa dengan leluasa menjelajahi liang duburnya,

ia bergetar hebat dan mengguman dengan kontolku dalam mulutnya.”Paakk…terus pak, terus, terushh….jilat terus, masukin lidahnya paaakk…aku paling nggak tahaaann” Ia merintih panjang ketika lidahku kutusuk menerobos liang duburnya.

Aku tak perduli dengan perasaan jijik orang lain, karena aku menikmati sekali liang duburnya yang bersih dan tak berbau. Tubuh Fitri kembali terhentak2 dan ia menekan pantatnya sehingga aku sulit bernapas, aku berusaha memuaskannya dengan lidahku terus mengorek2 lubang itu dan ia melolong2 pendek seperti wanita hendak melahirkan.

Sampai akhirnya akupun tidak kuat menahan semburan kontolku, aku tak mau kalah, kubalikkan tubuhnya sehingga aku diatas dan ia seperti tahu apa yang akan terjadi karena ia mempercepat sedotannya dan aku memompa mulutnya dengan cepat pula, tangannya mengocok2 pangkal kontolku dengan cepat, aku menjerit sambil memandangnya…… cairan air maniku menyembur dalam mulutnya dan kulihat mulutnya mengemot kontolku tiada henti, perutku kejang menahan nikmat yang menyusup seperti gelombang dashyat.

Air maniku seperti tidak ada habisnya dan tak setetespun keluar dari dalam mulutnya, ia begitu ahli menikmati kontolku sampai aku merasa denyutan2 nikmat berlangsung begitu lama, aku terduduk lemas diwajahnya, kubiarkan ia menjilati kepala kontolku dan menyedot buah zakarku, perasaanku tidak keruan ketika lidahnya mulai menelusuri lubang duburku juga, geli campur meriang yang kurasakan, tapi aku sangat menikmatinya.

Lidahnya menjelajahi lubang duburku dengan liar, kontolku dalam sekejap mulai mengeras dan kulihat ia terkikik kesenangan, tangannya kembali mengocok kontolku dengan lembut.Aku juga tak mau kalah, kujilati lagi sisa2 lendir diliang memeknya, seluruh bulu memeknya sudah basah oleh jilatanku,

kulihat memeknya berkilat2 dan cairan memeknya begitu nikmat dan hangat, oohhh aku akan sangat merindukannya.Setelah kontolku mengeras, Fitri segera berjongkok diatasnya dan mengarahkan kontolku keliang memeknya. Lalu ia mengeluh panjang ketika kontolku amblas dalam lubang hangat itu.

Ia mulai memompa dan aku mengikuti iramanya, ia manarik tanganku dan menaruhnya dipayudaranya, aku segera meremasnya.”Remas yang kuat paak…aduh…enak sekali kontol bapak…uuuhhhh” Ia memompa dengan buah dadanya menggelinjang dalam remasanku. Aku meremas dengan keras dan ia merintih dengan keras pula.

Kulihat tanganku berlumuran air susunya yang selalu keluar setiap kuremas. Sungguh mati wanita ini sangat pandai bersetubuh, aku tak tahu dari mana ia memperoleh keahlian seperti itu dan terlintas dalam benakku untuk menjadikannya isteri keduaku, aku merinding membayangkan penghianatan cintaku kepada isteriku….

tapi sungguh aku tergila2 dengan Fitri.Kontolku seperti disedot2 dalam memeknya, aku berusaha mati2an agar kami dapat mencapai kenikmatan bersama, setiap berhasil kubendung maka sesaat kemudian kontolku kembali tak kuat menahannya, aku menjadi tersiksa oleh kenikmatan memeknya, ia tersenyum senyum dan sesekali menjulurkan lidahnya menjilati wajahku, lidahnya hangat dan liar, setelah itu kami kembali saling lumat, ulekan memeknya membuatku seperti melayang2.

”Fitri….aku hampir nggak kuat lagi nih….” Desahku. Ia terkikik….
”Barengan yok…uuhh…..ayo pak, pompa memekku….aaahhhh….terus, terus, ssshhhh” Ia mulai merengek dan aku mulai nggak kuat menahan.
“Aku..aku…aku ngak kuat lagiii!” Aku berteriak.

Fitri memonyongkan mulutnya, matanya meredup dan merem melek kenikmatan, tiba2….ia berterriak…”Mati akuuu…..” Ia mengulek dan menekan dengan keras sehingga kontolku benar2 seperti diputar dan disedot oleh mesin pembuat nikmat.

Ia memelukku dan mulutnya memangut bibirku dan menghisapnya dengan keras, tubuh kami kejang2 dan bergetar hebat, kontolku memuntahkan air mani kembali, dan ia mengulek kontolku sehingga perutku seperti hendak keram oleh kenikmatan yang diberikan memeknya. Kuremas pantatnya dengan keras, napasnya panas memburu diwajahku, lidah kami saling membelit dan kami memangut seperti ular berbisa.

Lama sekali sensasi kenikmatan yang kami rasakan, sampai akhirnya ia terkulai dalam pelukanku dengan kontolku masih terhujam dalam memeknya. Kami diam tak berkata2, aku juga lemas, kubiarkan tubuhnya yang hangat dengan buah dadanya yang besar menekan dadaku. Fantasiku melayang2, membayangkan andaikan ia adalah isteriku…..

”Kamu hebat sekali….betul2 hebat” Bisikku.

Fitri terkikik kecil dalam pelukanku.

“Dari mana kamu belajar?” Tanyaku.

Ia tersenyum memandangku, keringatnya jatuh diatas bibirku, kujilat keringat itu.

”Aku ini orang Madura lho…” Jawabnya.
”Ah nggak setiap wanita Madura begitu hebat” Jawabku.
”Tapi aku hebat kan?” Bisiknya. Ia mengecup bibirku dengan lembut.
”Aku takluk nih….” Bisikku pula.

Ia bangun dengan cepat dan berbalik terlentang, dengan sarung ia menutupi memeknya dan berjalan cepat kekamar mandi, aku mengikutinya dan didalam kami mandi sama2, lagi2 kami melakukan persetubuhan sekali lagi atas inisiatifnya, ia nungging dan kutusuk dari belakang seperti anjing sedang birahi, dibawah siraman shower.Akhirnya aku mengajaknya tidur bersama hari itu, aku mengatakan ia tak usah berjualan jamu lagi. Ia akan kukontrakkan rumah dan akan kuberikan uang belanja setiap bulan.

Fitri menyetujuinya, tapi ia memilih tinggal di Bandung, aku mengijinkannya. Ia memberiku celana dalam dan bh bekas dipakainya padaku, ia berkata kalau aku rindu padanya maka ciumi saja celana dalamnya dan nikmati baunya.

Ooh sungguh perempuan genit yang tahu memanjakan laki2…..Selama empat tahun aku memelihara Fitri sampai akhirnya kami resmi sebagai suami isteri setelah aku dan isteriku bercerai tanpa anak. Dan itulah saat2 terindah dalam hidupku sampai kini.

Celana dalam yang pertama kali diberikannya padaku menjadi benda kenangan kami saat genit-genitan dan sering kali kami keluarkan dan menikmatinya bersama…

FotonakalxxFoto BugilFoto Bugil JilbabFoto Bugil SMP | Nadaqq | Nada | Nada QQ

Panduan Cara Bermain Domino Online


BERIKUT INI ADA KETENTUAN BERMAINNYA

BCD.Didalam permainan Kiu Kiu kita Menggunakan Kartu Domino, 1 Set Kartu Domino Berjumlah 28 Kartu.

1. Setiap Meja Hanya Disediakan 6 Buah Kursi, YaNG Artinya Kartu Yang Dibagikan Hanya Berjumlah 24 Kartu.

2. Permainan Kiu Kiu Juga Tidak Mempunyai Bandar ( Member vs Member ).

3. Tahap Pertama Didalam permainan Kiu Kiu Adalah Setiap Member akan Mendapatkan 3 Buah Kartu Yang Akan Dibagikan Oleh Dealer Secara Acak.

4. Dalam 3 Buah Kartu Itu, Kita Diberi Kesempatan Untuk Mengkombinasikan 2 Kartu supaya Berjumlah Nilai 9 ( Jika 2 kartu bernilai 9, itulah yang disebut Kiu ).

5. Bagaimana Jika Dalam 3 Kartu Tidak Bisa Kombinasikan 2 Kartu Menjadi Nilai 9 ??? Tidak Apa Apa, karena Kita Memiliki Kesempatan Untuk Mendapatkan Nilai 9 Dikartu Ke 4, Namun Dengan Catatan Kita Harus Mulai Bertaruh Dengan Member Yang lain.

6. Namun Sangat Disarankan apabila Saat 3 Kartu Tidak Mendapatkan Kiu, Sebaiknya Melakukan FOLD saja, Karena Kesempatan Untuk Menang Sangatlah Tipis.
7. Cara Menentukan Pemenang Dipermainan Kiu Kiu Adalah Dengan membandingkan Kartu Kita Dengan Kartu Yang Lain.

8. Bagaimana jika Nilai Kartu Kita Sama Dengan Nilai Kartu Pemain Lain ???

9. Yang Akan Menentukan Pemenang Dalam kasus Ini Adalah Kartu Backing. 
Contoh:
  • Member 1 Mendapatkan Kartu ( 2/3 1/3 --> Kiu karena 2 Kartu Berjumlah 9 Point, 3/3 0/2 --> 8 Karena 2 Kartu Berjumlah 8 point ) Disebut Kiu 8.
  • Member 2 Mendapatkan Kartu ( 1/4 2/2 --> Kiu Karena 2 Kartu Berjumlah 9 Point, 0/5 0/3 --> 8 Karena 2 Kartu Berjumlah 8 Point ) Disebut Kiu 8.
  • Yang Menjadi Pemenang Dalam Kasus Ini Adalah Member 2, Karena Member 2 Mempunyai Kartu BALAK 2/2.
  • Bagaimana Jika Ke 2 member Tidak Mempunyai Kartu Balak ???
  • Nilai 1 Kartu TerTinggilah Yang akan Menjadi Pemenangnya, Dalam Contoh Diatas yang menjadi ** Pemenang Adalah Member 2 Karena Mempunyai Kartu 0/5.
  • Bukankah Member 1 Juga mempunyai Nilai 5 Dikartu 2/3 ??? Kenapa Malah Member 2 Yang Menang ??? Karena Member 2 Mempunyai Angka 5 Dikartu 0/5.


10. Di dalam permainan Kiu-Kiu kita Juga Mengenal kartu JACKPOT, Kartu JACKPOT Terdiri Dari 4 Jenis Yaitu :
- Kartu 6 Dewa Terdiri Dari 4 Buah Kartu Dimana Setiap Kartu Berjumlah Nilai 6.
- Kartu Balak Terdiri Dari 4 Buah Kartu Balak.
  • Contoh : 1/1 2/2 3/3 4/4
  • Bintang Besar, Total Nilai Dari Ke 4 Kartu Minimal Berjumlah 40.
  • Bintang Kecil, Total Nilai Dari Ke 4 Kartu Maximal Bernilai 9.
FotonakalxxFoto BugilFoto Bugil JilbabFoto Bugil SMP | Nadaqq | Nada | Nada QQ

Panduan Bermain Poker Online IDN Play

BCD.Cara bermain game omaha online untuk para pemula dan yang paling mudah di pahami Perusahaan poker terbesar diasia tenggara IDNPOKER baru...