Selasa, 29 Januari 2019

Tidak Semua Senyuman Tanda Bahagia,Ada Kalanya Orang Tersenyum Tuk Menutupi Depresi Dan Kesedihannya

BCD.Belakangan, sejak media sosial banyak digunakan, banyak pula orang yang sering mengunggah momen bahagia mereka pada akun media sosial mereka.

Foto-foto yang diunggah seperti menunjukkan kebahagiaan yang banyak tanpa adanya kesusahan di baliknya.

Padahal, kita tahu persis kebahagiaan yang ditunjukkan di hadapan media sosial itu terkadang untuk menyembunyikan sesuatu yang lain, mungkin kesedihan atau bahkan depresi mereka.

Lantas muncul pertanyaan berapa banyak orang yang Anda bayangkan terlihat bahagia tetapi justru mereka berjuang dengan pikiran depresi mereka?

Biasanya orang yang depresi digambarkan sebagai orang yang hanya berbaring di tempat tidur dan tidak mampu beraktivitas.

Tidak semua orang mengalami depresi dengan cara yang sama.


 beberapa orang bahkan mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengalami depresi, terutama jika mereka kelihatannya baik-baik saja dalam mengatur kehidupan sehari-hari mereka.

Kita berpikir sepertinya tidak mungkin bahwa seseorang bisa tersenyum dan ceria, sedang pada saat yang sama dia merasa tertekan.

Dalam praktik, beberapa orang mengalami beberapa bentuk depresi adalah mereka yang menderita 'depresi tersenyum' (smiling depression).

Kebanyakan orang belum pernah mendengar istilah itu.

Yang dimaksud depresi tersenyum adalah: tampil bahagia di depan orang lain (secara harfiah tersenyum), sementara alami dalam dirinya menderita dengan gejala depresi.

Depresi tersenyum sering kali tidak terdeteksi.

Mereka yang menderita sering mengabaikan perasaan mereka sendiri.

Mereka bahkan mungkin tidak menyadari depresi mereka, atau mengabaikan gejala mereka karena takut dianggap 'lemah'.

Ciri khas dari depresi tersenyum adalah kesedihan.

Senyum dan sisi eksternal adalah mekanisme pertahanan, upaya untuk menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya.

Seseorang bisa mengalami kesedihan tentang hubungan yang gagal, tantangan karier, atau tidak mampu meraih apa yang menjadi tujuan hidup mereka.

Kesedihan mungkin juga bermanifestasi sebagai perasaan yang konstan dan menyeluruh bahwa 'sesuatu memang tidak benar'.

Gejala umum lain dari depresi tersenyum adalah perasaan cemas, takut, marah, lelah, mudah marah, dan putus asa.

Mereka yang menderita depresi ini atau bentuk depresi lainnya juga mungkin mengalami masalah tidur, kurang menikmati kegiatan yang menyenangkan dan hilangnya libido

Pengalaman setiap orang berbeda, jadi mungkin untuk merasakan hanya satu atau bahkan banyak dari gejala-gejala ini.

Orang yang menderita depresi tersenyum mungkin tidak menunjukkan masalah mereka kepada dunia luar.

Mereka sering bertahan dengan pekerjaan mereka, mengurus rumah tangga mereka, berpartisipasi dalam olahraga, dan memiliki kehidupan sosial yang cukup aktif.

Dengan topeng tersebut, semuanya tampak hebat, bahkan kadang-kadang sempurna.

Namun, di balik topeng mereka menderita kesedihan, serangan panik, merasa rendah diri, susah tidur, dan dalam beberapa kasus, memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Bunuh diri bisa menjadi ancaman khusus bagi orang dengan depresi tersenyum.

Biasanya, orang dengan depresi berat mungkin memiliki pikiran untuk bunuh diri, tetapi tidak memunculkan energi untuk bertindak berdasarkan perasaan mereka.

Sedang mereka yang menderita depresi tersenyum memiliki kemampuan untuk merencanakan dan menindaklanjutinya.

Inilah sebabnya mengapa depresi tersenyum bisa lebih berbahaya daripada bentuk klasik dari depresi berat.

Kabar baiknya, depresi tersenyum adalah salah satu masalah kesehatan mental yang paling bisa diobati, baik melalui konseling atau psikoterapi.

Senin, 28 Januari 2019

Lebih Baik Telat Menempuh Hidup Baru Daripada Harus Sengsara Karena Salah Dalam Memilih Pendamping Hidup

BCD.Tak sedikit pria dan wanita yang menunda pernikahan karena berbagai faktor, mulai dari masalah kecocokan hingga karier mereka.

Pernikahan yang diinginkan tentunya bukan sekadar menikah untuk waktu yang singkat, melainkan pernikahan dapat dijalin hingga keduanya menutup usia. Namun, ketika semua dijalankan secara terburu-buru maka risiko buruk akan menimpa setelah berjalannya pernikahan.

Sejumlah orang yang belum menikah di usia 30 tahun sedikit banyak memiliki perspektif 'lebih baik terlambat daripada salah pilih'. Pernyataan ini mendapatkan respons positif dari salah satu konselor dari kelascinta.com.


Seorang konselor dari Love and Relationship Coach, Lex dePraxis mengatakan, "Emang bener sih.... Saya setuju. Karena kalo udah salah pilih udah telanjur married itu biayanya besar banget untuk memperbaiki kesalahan itu sendiri. Jadi jauh lebih baik dianggap tidak laku daripada kita memilih pasangan yang ujung-ujungnya nyakitin diri," ujarnya

Menurut Coach Lex, sapaan hangatnya, pria dan wanita yang menunda pernikahan bukan berarti mereka berhenti atau membatasi pergaulan mereka. Sebelum usia 30 tahun pria dan wanita disarankan untuk bergaul seluas-luasnya.

"Kalo sebelum 30 tahun itu ya bergaul bebas aja, kumpulkan banyak persahabatan. Tapi, begitu masuk ke usia 30 tahun harus punya defined standart yang tidak bergeser, tidak berganti-ganti. Jadi ketika lagi punya pilihan cari mana yang klik," ujar Coach Lex.

Menunda pernikahan memang miliki risiko tinggi terutama pada wanita yang harus memikirkan kesehatan rahim mereka untuk mengandung janin yang sehat. Coach Lex berasumsi wanita tak perlu buru-buru menikah hanya karena demi memikirkan rahimnya. Itu karena sesungguhnya memperjuangkan pilihan yang tepat akan baik untuk hubungan pernikahan ke depan.

Tak sedikit pula wanita yang terlalu cepat mengambil keputusan menikah karena ingin punya anak, tapi tak sedikit pun wanita yang telah menikah dan melahirkan lalu menemukan sifat buruk dari pasangannya karena tidak memilih pasangan yang tepat.

"Kalo udah salah pilih susah... Kalau si wanita mementingkan punya anak di saat kelahiran anaknya sehat, bayinya kuat dan hebat, eh tapi ternyata suaminya jahat, punya sifat jelek dan lain-lain kan jadi percuma.....", katanya.

Coach Lex menyarankan untuk para pria dan wanita yang belum menikah tak perlu berkecil hati. Menurutnya, sesungguhnya memperjuangkan pilihan yang tepat akan membawa kebahagiaan di masa depan.

Kalo Kamu gimana Guys??











Ini 8 Tanda Kamu Adalah Pasangan yang Egois

BCD.Apakah kamu termasuk pasangan egois? Yakin jawabannya tidak? Dalam setiap hubungan pasti ada momen di mana salah satu pihak bersikap egois. Kalau cuma sesekali tentu masih bisa dimaklumi. Tetapi jika perilaku seperti ini menjadi kebiasaan, kelangsungan hubungan yang sehat bisa bermasalah.

Sebagian besar dari kita tidak sadar kalau sudah menunjukkan sikap egois. Karena itulah ada baiknya untuk berkaca kepada diri sendiri dan bertanya, apakah kita sudah menjadi pasangan yang mampu mengesampingkan hasrat untuk bersikap egois?

Berikut ini sejumlah terapis hubungan dan psikolog berbagi dengan The Huffington Post mengenai tanda-tanda pasangan egois.


1. Selalu Meminta Didengarkan, Tetapi Enggan Melakukan Hal yang Sama

Selalu mengharapkan pasangan mau mendengarkan setiap curhatan, tetapi tidak menawarkan hal yang sama sebagai balasan. Ini adalah tanda paling umum dari pasangan yang egois.

"Salah satu alasan terbaik untuk berada dalam hubungan adalah kita memiliki seseorang yang bisa menjadi tempat untuk menceritakan masalah kita, yang akan berada di pihak kita ketika dunia terasa kejam. Perasaan dipahami dan diterima itulah inti dari sebuah kedekatan. Jika Anda merasa bosan atau bertingkah seolah pasangan Anda merepotkan ketika dia mulai bercerita tentang harinya yang buruk, rasanya seperti membanting pintu emosional di wajah mereka. Bahkan jika pasangan Anda tidak protes, tindakan itu masih menjadi alasan seseorang merasa kesepian dalam suatu hubungan," kata Amy Begel, terapis pernikahan dan keluarga.

2. Memilih Ngambek Alih-Alih Mendiskusikan Masalah Secara Dewasa

"Egois namanya jika Anda tidak berusaha mengkomunikasikan perasaan sakit hati atau amarah yang sedang dirasakan kepada pasangan. Percakapan yang berat sering muncul dalam hubungan romantis. Anda membuat pasangan Anda sangat tertekan ketika Anda menolak untuk berbicara kepada mereka," tutur Marni Feuerman, ahli terapi pernikahan dan keluarga.

3. Bersikeras Pendapatnya yang Paling Benar Setiap Saat

 "Ini adalah bendera merah yang menunjukkan tingkat keegoisan akut. Jika Anda merasa selalu menekankan pembicaraan hanya pada sudut pandang Anda sendiri, Anda telah menggiring hubungan Anda pada kegagalan," kata Gary Brown, terapis pernikahan dan keluarga.

Menurut Brown, selalu ngotot bahwa pendapatnya paling benar mengindikasikan kalau kita menganggap hubungan tersebut ada hanya untuk memenuhi kebutuhan kita. Kebutuhan pasangan merupakan prioritas kesekian atau justru dipandang tak penting sama sekali.

"Jika seperti itu ceritanya, Anda benar-benar bukan pasangan sama sekali," kata Brown lagi.

4. Selalu Menuduh Pasangan Egois

Menurut Steven Stosny, seorang psikolog, hal yang paling sering kita tuduhkan kepada orang lain sebenarnya adalah bagian dari diri sendiri yang paling kita benci.

"Ketika menuduh pasangan egois, seringnya yang kita maksud adalah mereka tidak memenuhi keinginan egois kita," tutur Stosny.


5. Bete Setiap Pasangan Membuat Rencana tanpa Melibatkan Kita

 "Memiliki hobi sendiri dan menyeimbangkan me time dengan we time merupakan hal yang sehat. Jika Anda selalu membuat pasangan Anda merasa bersalah karena menjadi individu yang 'terpisah' dari Anda, maka ini adalah sikap yang sangat egois," kata Feuerman.

6. Selalu Mengkritik Teman-Teman dan Keluarga Pasangan

"Kadang-kadang saya melihat pasangan di mana satu pihak menolak untuk bergaul dengan teman-teman pasangannya, atau meremehkan mereka, memandang rendah mereka atau sebaliknya bersikap tidak menyenangkan terhadap teman-teman si pasangan. Tindakan ini menciptakan ketidakseimbangan yang mengganggu dalam hubungan, di mana satu orang menjadi wasit penentu siapa yang bisa 'masuk' dan siapa yang harus 'keluar' dalam lingkaran hubungan," tutur Bagel.

Perilaku seperti ini juga menyiratkan superioritas salah satu pihak di dalam hubungan, sementara kedua belah pihak dalam sebuah hubungan seharusnya berada di posisi yang setara.

7. Tidak Memahami Kebutuhan Pasangan

"Dalam hubungan yang sehat, kita seharusnya menyadari apa yang bisa menyenangkan pasangan kita dan setidaknya meluangkan waktu untuk mencoba mengakomodasi keinginan mereka. Ini adalah masalah keseimbangan. Kita tidak hidup untuk menyenangkan pasangan saja, tetapi kita juga tidak boleh acuh terhadap kebutuhan, keinginan, serta hasrat pasangan kita," tutur Begel.

8. Mengancam Putus Jika Tidak Dituruti

"Bahkan dalam hubungan terindah sekalipun, tidak ada orang yang bisa selalu mendapatkan keinginannya. Jika Anda menghabiskan waktu Anda dengan mengancam untuk meninggalkan pasangan Anda, bagaimana mereka bisa percaya bahwa tindakan Anda itu tidak selalu tentang Anda dan kebutuhan Anda? Seseorang yang benar-benar mencintai pasangannya akan bersikap cukup dewasa dan memiliki kesadaran diri yang cukup untuk mengetahui bahwa mengancam untuk meninggalkan seseorang yang kita cintai hanya karena kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan itu sangat menyakitkan," kata Brown.

Minggu, 20 Januari 2019

Plus Minus Memilih Tas Ransel Atau Koper Dalam Travelling

BCD.Koper vs ransel, dilihat dari bawaannya saja kamu sudah bisa membandingkan bagaimana cara kedua traveller jalan-jalan.


Biasanya si pengguna koper lebih suka menginap di hotel bintang tiga dan sering membuka jastip (jasa titip) untuk followers-nya. Jadi, 75% isi koper bukan oleh-oleh milik si traveller, melainkan barang dagangan. Hehe kamu pernah begini juga ya?

Nah, kalau pengguna ransel sudah pasti memiliki tipe jalan-jalan yang berbeda. Sama seperti tim koper, travelling dengan menggunakan ransel tentunya memiliki keuntungan dan kerugian juga.

Keuntungan

Saat liburan, coba deh tengok jadwal perjalanan kamu. Apakah hanya berada di satu kota atau malah sebaliknya? Kalau memang berpindah-pindah kota, sebaiknya gunakan ransel karena kamu akan lebih leluasa bergerak.

Selain itu, kamu bisa lebih hemat ketika naik pesawat. Kalau menggunakan koper biasanya harus membayar ekstra untuk bagasi, tidak begitu dengan ransel. Kamu bisa memasukkannya langsung ke kabin.

Harga ransel juga murah. Jika biasanya koper impor berisi 22” berkisar 3-4juta, ransel hanya dibanderol seharga 500ribu saja untuk ukuran 40-60 L.

Kerugian

Sayangnya, ruang di dalam ransel tidak besar seperti koper sehingga kamu harus pintar mengemas pakaian. Belum lagi, kalau oleh-oleh yang ingin kamu beli banyak.

Karena dibawa dengan punggung sendiri, kamu pun terpaksa membawa yang ringan-ringan. Pakaian misalnya. Jika awalnya ingin memakai celana jeans saat jalan-jalan, kamu akan berpikir dua kali dan mau tidak mau memilih celana pendek yang bahannya tidak berat.

Intinya, mau koper atau ransel, pilih saja mana yang membuat kamu nyaman saat jalan-jalan nanti.

Namun, berdasarkan survei, ransel memang lebih disukai oleh para traveller. Apalagi tangan kamu juga sibuk memegang ponsel karena membutuhkan aplikasi Google Maps atau kamera untuk menangkap momen secara acak.

Kamis, 17 Januari 2019

Bisakah Kita Menjalani Kehidupan Tanpa Adanya Smartphone Dijaman Now ini?

BCD.Bagi kita, terutama generasi milenial, ada satu benda yang tak boleh dilupakan ketika beraktivitas seharian penuh. Itu adalah membawa atau menggenggam sebuah smartphone.

Jika benda satu ini ketinggalan, rasanya sangat meresahkan, bahkan dapat menyusahkan hidup kita seharian penuh.

Lantas, jika dipikirkan sejenak bisakah kita menjalani aktivitas seharian penuh hanya dengan bermodalkan smartphone?

Sepertinya ketika dibayangkan itu bukanlah hal yang mustahil. Pertama ketika ingin keluar rumah, dengan bermodalkan smartphone saja kini kita bisa memanggil dan menaiki kendaraan umum seperti transportasi online.

Kedua, ketika istirahat dan merasa lapar, kita pun bisa mengandalkan sebuah smartphone untuk memesan makanan tanpa perlu pergi kemana pun.

Bahkan jika ingin makan ke luar pun, kini kita bisa membayar tagihan lewat aplikasi e-wallet yang lagi-lagi membuat kita menggunakan smartphone yang dimiliki.


Ketiga, untuk bekerja. Sekarang ini, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan hanya dengan menggunakan sebuah smartphone.

Misalnya bekerja sebagai social media officer. Bermodalkan sebuah smartphone (tentunya dengan kualitas kamera yang baik), kita bisa mengambil foto atau video yang diinginkan, hingga mengunggahnya pada media sosial dan menuliskan caption yang diinginkan.

Selain itu, mereka yang berprofesi sebagai driver transportasi online, bahkan seorang wartawan pun bisa bekerja dengan sebuah smartphone

Bagi para driver transportasi online, smartphone sangat penting karena dengan sebuah benda kecil ini, mereka bisa mencari penumpang dan tentu saja menambah pundi-pundi uang yang mereka miliki.

Sedangkan bagi seorang wartawan, smartphone mempermudah mereka dalam merekam sebuah wawancara, menuliskan sebuah berita, hingga merekam momen-momen penting yang berguna bagi berita mereka.

Bukan hanya bagi mereka yang sudah bekerja, bahkan bagi seorang pelajar atau mahasiswa, keberadaan smartphone sangatlah penting untuk membantu mereka dalam menyimpan atau memotret materi-materi yang diberikan guru atau dosen, pada setiap pelajaran yang mereka hadiri.

Tak hanya sesuatu yang krusial dalam hidup, keberadaan smartphone juga membuat kehidupan sosial kita juga semakin lebih baik.

Contohnya membuat kita dapat berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang-orang yang sangat penting dalam hidup kita, seperti pasangan, keluarga, dan teman.

Hingga membuat kita bisa mengabadikan momen-momen kebersamaan tersebut lewat sebuah live vlogging yang membuat anggota keluarga atau teman yang tak bisa bersama bisa tetap tertawa bersama, bahkan bisa berkomunikasi secara langsung dengan kita.

Tidak sebatas itu saja, membuat vlog membuat kita bisa menyimpan segala aktivitas kita seperti ketika travelling, mencoba makanan baru, menghadirkan konser musik yang asik, hingga masih banyak lagi.

Bahkan lama kelamaan aktivitas vlog ini membuka kesempatan baru bagi kita untuk menjadi seorang vlogger profesional, yang tentu saja memberikan penghasilkan baru kepada kita.

Dari penjabaran di atas, tentu menyadarkan kita jika ketika menjalani aktivitas seharian penuh, sebuah smartphone dapat kita andalkan.

Oleh sebab itulah, supaya tak mengganggu aktivitas sehari-hari sebuah smartphone yang tepat sangatlah kita butuhkan.







Panduan Bermain Poker Online IDN Play

BCD.Cara bermain game omaha online untuk para pemula dan yang paling mudah di pahami Perusahaan poker terbesar diasia tenggara IDNPOKER baru...