BCD.Belakangan, sejak media sosial banyak digunakan, banyak pula orang yang sering mengunggah momen bahagia mereka pada akun media sosial mereka.
Foto-foto yang diunggah seperti menunjukkan kebahagiaan yang banyak tanpa adanya kesusahan di baliknya.
Padahal, kita tahu persis kebahagiaan yang ditunjukkan di hadapan media sosial itu terkadang untuk menyembunyikan sesuatu yang lain, mungkin kesedihan atau bahkan depresi mereka.
Lantas muncul pertanyaan berapa banyak orang yang Anda bayangkan terlihat bahagia tetapi justru mereka berjuang dengan pikiran depresi mereka?
Biasanya orang yang depresi digambarkan sebagai orang yang hanya berbaring di tempat tidur dan tidak mampu beraktivitas.
Tidak semua orang mengalami depresi dengan cara yang sama.
beberapa orang bahkan mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengalami depresi, terutama jika mereka kelihatannya baik-baik saja dalam mengatur kehidupan sehari-hari mereka.
Kita berpikir sepertinya tidak mungkin bahwa seseorang bisa tersenyum dan ceria, sedang pada saat yang sama dia merasa tertekan.
Dalam praktik, beberapa orang mengalami beberapa bentuk depresi adalah mereka yang menderita 'depresi tersenyum' (smiling depression).
Kebanyakan orang belum pernah mendengar istilah itu.
Yang dimaksud depresi tersenyum adalah: tampil bahagia di depan orang lain (secara harfiah tersenyum), sementara alami dalam dirinya menderita dengan gejala depresi.
Depresi tersenyum sering kali tidak terdeteksi.
Mereka yang menderita sering mengabaikan perasaan mereka sendiri.
Mereka bahkan mungkin tidak menyadari depresi mereka, atau mengabaikan gejala mereka karena takut dianggap 'lemah'.
Ciri khas dari depresi tersenyum adalah kesedihan.
Senyum dan sisi eksternal adalah mekanisme pertahanan, upaya untuk menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya.
Seseorang bisa mengalami kesedihan tentang hubungan yang gagal, tantangan karier, atau tidak mampu meraih apa yang menjadi tujuan hidup mereka.
Kesedihan mungkin juga bermanifestasi sebagai perasaan yang konstan dan menyeluruh bahwa 'sesuatu memang tidak benar'.
Gejala umum lain dari depresi tersenyum adalah perasaan cemas, takut, marah, lelah, mudah marah, dan putus asa.
Mereka yang menderita depresi ini atau bentuk depresi lainnya juga mungkin mengalami masalah tidur, kurang menikmati kegiatan yang menyenangkan dan hilangnya libido
Pengalaman setiap orang berbeda, jadi mungkin untuk merasakan hanya satu atau bahkan banyak dari gejala-gejala ini.
Orang yang menderita depresi tersenyum mungkin tidak menunjukkan masalah mereka kepada dunia luar.
Mereka sering bertahan dengan pekerjaan mereka, mengurus rumah tangga mereka, berpartisipasi dalam olahraga, dan memiliki kehidupan sosial yang cukup aktif.
Dengan topeng tersebut, semuanya tampak hebat, bahkan kadang-kadang sempurna.
Namun, di balik topeng mereka menderita kesedihan, serangan panik, merasa rendah diri, susah tidur, dan dalam beberapa kasus, memiliki pikiran untuk bunuh diri.
Bunuh diri bisa menjadi ancaman khusus bagi orang dengan depresi tersenyum.
Biasanya, orang dengan depresi berat mungkin memiliki pikiran untuk bunuh diri, tetapi tidak memunculkan energi untuk bertindak berdasarkan perasaan mereka.
Sedang mereka yang menderita depresi tersenyum memiliki kemampuan untuk merencanakan dan menindaklanjutinya.
Inilah sebabnya mengapa depresi tersenyum bisa lebih berbahaya daripada bentuk klasik dari depresi berat.
Kabar baiknya, depresi tersenyum adalah salah satu masalah kesehatan mental yang paling bisa diobati, baik melalui konseling atau psikoterapi.
Selasa, 29 Januari 2019
Home »
Life Style
» Tidak Semua Senyuman Tanda Bahagia,Ada Kalanya Orang Tersenyum Tuk Menutupi Depresi Dan Kesedihannya
Tidak Semua Senyuman Tanda Bahagia,Ada Kalanya Orang Tersenyum Tuk Menutupi Depresi Dan Kesedihannya
Lokasi:
Indonesia
Panduan Bermain Poker Online IDN Play
BCD.Cara bermain game omaha online untuk para pemula dan yang paling mudah di pahami Perusahaan poker terbesar diasia tenggara IDNPOKER baru...









0 komentar:
Posting Komentar