Minggu, 29 April 2018

7 Artis Indonesia,Pemilik Payudara Besar Sekaligus Indah


   BCD.Mengapa harus payudara? Ternyata, salah satu bagian tubuh wanita yang sangat menarik dan indah adalah payudara.
Walaupun tidak semua, tetapi kebanyakan orang terutama pria menyukai wanita dengan ukuran payudara yang besar.
Alasannya tidak lain karena enak dipandang dan mencerminkan sifat yang sangat feminim.
Penasaran siapa saja artis Indonesia pemilik payudara besar nan indah.


1. Ariel Tatum


Artis cantik satu ini layak disebut salah satu artis pemilik payudara terindah.
Baru berusia 21 tahun, ia kini menjalin hubungan dengan pemain sepakbola Ryuji Utomo.
Bicara soal Ariel, akan banyak pria panas dingin. Pasalnya, meski tergolong belia ia tak segan memamerkan lekuk tubuhnya.
Beberapa foto unggahannya pun begitu berani dengan memerkan aset beharganya tersebut.
Ada netizen yang menyoal tentang ukuran payudara Ariel. Lantaran sering terlihat besar kadang juga terlihat kecil.
Namun dengan santai, pemeran Ariel & Raja Langit itu mengatakan jika itu karena warna pakaian yang ia kenakan.

2. Dewi Perssik



Penyanyi dangdut ini selain karena suaranya yang bagus, ia juga dikenal karena goyangan gergajinya.
Memiliki tubuh proporsional, Dewi tak segan menampilkan goyangan mendebarkan.
Bahkan, ia juga didapuk sebagai artis yang memiliki payudara besar.

Beberapa fotonya pun memperlihatkan jika aset beharganya itu seakan selalu tak muat dengan bajunya.
Bahkan Dewi pernah mengalami insiden memalukan ketika bagian pribadinya itu dipegang seorang fans.


3. Nikita Mirzani


Jika bicara soal Nikita Mirzani tentu akan bicara tentang keberaniannya yang kerap tampil buka-bukaan.
Ia merupakan seorang model dan kini menjadi presenter sebuah acara bersama Uya Kuya.
Niki juga tak segan tampil berani disebuah majalah.
Bahkan tak jarang, foto Niki menua kontroversi.
Menurut beberapa sumber, Niki memiliki payudara dengan ukuran 36 B. Wow cukup besar.

4. Aura Kasih


Sanny Aura Syahrani (lahir di Bandung, 26 Februari 1987; umur 30 tahun) yang lebih dikenal dengan nama Aura Kasih merupakan seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia.

Aura Kasih mengawali karier sebagai finalis Miss Indonesia 2007 mewakili provinsi Lampung.

Album perdananya ialah Malaikat Penggoda yang dirilis pada tahun 2008 dengan lagu utamanya yang berjudul Mari Bercinta. Lagu ini dikenal dengan single dance-hall.
Kini Aura mencoba dunia akting dengan bermain di film Asmara Dua Diana[1]. Film ini dirilis pada bulan Desember tahun 2008.
Di film ini, selain beradu peran, Aura juga menyanyikan soundtrack film ini. Soundtrack film ini diluncurkan pada Desember 2008 dengan tajuk Puncak Asmara.
Artis yang akrab disapa Suny ini masuk dalam deretan artis bertubuh seksi.


5. Bibi Julius


Kalau perempuan berambut panjang ini adalah seorang DJ.
Hampir setiap kali penampilannya berpakaian seksi saat tampil di hadapan meja mixing.
Perempuan yang telah punya lebih dari 712.000 pengikut ini juga sering menerima endorse produk kosmetik dan kecantikan.
Selain menjadi DJ, ia juga menerima job sebagai model.

Beberapa pose seksinya juga bisa dilihat di akun @bibiejulius12.
Netizen yang kebanyakan pria tertarik dengan Bibie lantaran pose seksinya sering ia unggah di akun tersebut.
Perempuan yang bernama asli Nadia Ervina ini juga suka sepak bola, ia mengidolakan klub Barcelona.

6. Pamela Safitry


Pamela Safitty merupakan seorang penyanyi dangdut yang tergabung dalam grub Duo Srigala.
Ia langsung hits setelah goyang driblenya menjadi perbincangan.
Ia juga sering kali tersandung masalah lantaran dianggap sering melakukan goyangan seronok.
Bahkan beberapa waktu, ia dikecam dan diboikot karena berani menampilkan bagian intimnya.
Pamela dikenal sebagai artis yang memiliki aset super besar.
Karena itu, tak jarang setiap posenya selalu menampilkan aset beharganya ini.



7. Cupi Cupita


Cupi Cupita atau yang memiliki nama asli Cupi Warsita lahir di Bandung, 15 Juni 1992. umur 25 tahun)
Ia merupakan seorang penyanyi dangdut dan aktris berkebangsaan Indonesia.
Dia mengaku sempat trauma ketika ia bergoyang terlalu seksi saat menghibur penonton.
Pasalnya, Cupi pernah diminta berhenti oleh panitia setempat saat sedang asyik berjoget.
Cupi, baru saja merilis single anyar bertajuk 'Goyang Basah'.
Ia memahami, judul lagunya memang agak nakal. Ia memiliki ukuran payudara yang lumayan besar.














Sabtu, 28 April 2018

Saat Kelelahan Slalu Tidur Dimeja Kerja Dengan Menggunakan Tangan Kiri Menjadi Bantal,Akhirnya Berujung Operasi


BCD.Tidur dengan menggunakan lengan sebagai alas kepala, ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan.
Seperti yang dialami seorang wanita di China baru-baru ini.

Ia terpaksa harus dioperasi.
Karena suka tidur di atas meja dan menggunakan lengannya sebagai bantal.
kejadian itu dialami oleh Zhang (18), seorang pekerja di Harbin, China.

Di waktu istirahat selama satu jam, Zhang suka tidur di atas meja.
Saat tidur itu, ia menggunakan lengan kirinya sebagai bantal.
Lama-lama, ia merasa sakit dan mati rasa setelah bangun tidur.
Itu ia rasakan selama tiga bulan.

Hingga baru-baru ini, Zhang merasa sangat sakit saat bangun tidur.
Mati rasa yang biasa hilang dalam waktu beberapa menit, kini justru tak kunjung hilang.
Tak hanya itu saja, Zhang juga kesulitan untuk mengambil benda menggunakan tangan kirinya.
Sehingga mengganggu pekerjaannya.

Akhirnya, Zhang pergi ke dokter dan disarankan untuk operasi.
Tetapi karena Zhang lama mengabaikannya dan terus menekan saraf radialnya, gangguan yang ia alami menjadi sangat parah.
Zhang baru tahu mengenai fakta itu setelah berkunjung ke dokter.
Dalam waktu lama, kebiasaan itu ternyata juga dapat menekan mata, membatasi aliran darah ke otak dan mempengaruhi sistem pencernaan

Hati-hati loh bagi yang suka tidur dimeja kantor guys




Kamis, 26 April 2018

5 Zodiak Yang Memiliki Kesempatan Menjadi Orang Kaya Dimasa Depan Nanti


BCD.Menurut astrologi, setiap zodiak yang kamu miliki ternyata memiliki ciri-ciri kepribadiannya, baik positif maupun negatif.
Tak hanya karakter, melainkan ramalan di masa depan pun bisa ditentukan dari zodiak meski belum tentu 100% akurat.
Misalnya ramalan kekayaan di masa depan.


1. Virgo

Virgo terkenal dengan dedikasi yang tinggi dan tekad yang bulat.
Orang virgo tidak akan berhenti jika mereka belum mencapai tujuan.
Mereka keras kepala karena dedikasinya yang terkenal tanpa batas.
Dari sini cukup jelas mengapa mayoritas orang virgo akan selalu memiliki uang setiap waktu.

2. Scorpio

Scorpio lahir dengan bakat alami dengan intuisi dan kharisma yang kuat.
Mereka mampu berbicara dengan cara apa saja sehingga bisa membawanya pada kesuksesan.
Kekayaan hanyalah permulaan untuk scorpio karena mereka lebih menginginkan 'emas.'

3. Leo

Terlahir menjadi seorang pemimpin alami, itu sebabnya mereka tak pernah diam untuk memerintah banyak orang.
Di tempat kerja, mereka berhasil dalam manajemen dan berkembang dengan tanggung jawab yang sempurna.
Kebanyakan orang-orang di sekitarnya juga merasa bangga bisa kenal dengannya.

4. Taurus

Taurus yang rendah hati dapat menghargai hal-hal kecil dalam kehidupan, meski termasuk keras kepala.
Mereka melihat cara yang rasional dan praktis sehingga bisa mendapatkan keuntungan dari situ.
Dalam kehidupan kerja, seorang Taurus yang pekerja keras pasti menjadi banteng yang matanya selalu tertuju pada 'hadiah.'


5. Cancer

Cancer adalah seorang komunikator ulung yang percaya dengan adanya cinta.
Kesetiaan dan komunikasi yang baik selalu membawa mereka mendapatkan kharisma untuk kesuksesan.
Mudah diajak bicara, ambisius, dan orang yang tulus terhadap semuanya.

Kelima zodiak tersebut menjadi zodiak 5 besar yang berbakat menjadi orang kaya.

Aries, Gemini, dan Capricorn juga sangat didorong dalam kehidupan dan mereka pasti memiliki bakat menjadi kaya dengan uang.
Sementara zodiak lainnya tampak cukup puas degan kekayaan di bidang lain, misalnya cinta dan keluarga.
Pada akhirnya, ambisi menjadi kunci utama untuk menjadi kaya.
Sebenarnya, semua zodiak berpotensi untuk menjadi kaya, karena ini tergantung dengan usaha dan tingkat ambisius masing-masing.
Setidaknya ini bisa menjadi gambaran untuk kita dalam menapaki kehidupan di masa mendatang

Adakah dari kalian yang berzodiak seperti diatas guys?selamat ya kalau begitu ,tapi juga harus dibarengi dengan usaha dan kerja keras juga ya guys :)





Selasa, 24 April 2018

2 Orang Pembeli Honda Gold Wing Terbaru,Sultan Bertampang Rakyat Biasa


BCD.Dua pria beruntung menjadi pemilik dua unit motor Honda Gold Wing 2018 keluaran pertama.
Dua pemilik yang beruntung adalah Stevi dan Prapto.
Tak tanggung-tanggung, keduanya rela merogoh kocek dalam demi satu unit motor dengan jumlah produksi terbatas ini.
Dilansir dari Oto Rider, motor ini dibanderol dengan harga yang fantastis, yakni Rp 1,01 miliar.
Kedua pemilik ini sama-sama memesan Gold Wing warna merah.
Saat ditanya alasan pemilihan motor ini, keduanya nyaris memiliki jawaban yang sama.
Karena Gold Wing adalah motor impian mereka yang sudah diinginkan sejak lama.

dentitas pemilik Gold Wing ini pun membuat warganet tak percaya.
Pasalnya, keduanya terlihat berpenampilan sederhana.
Yang membuat terkejut adalah mereka membeli motor tersebut secara tunai.
Berikut beragam komentar dari warganet:
"Bapak pembeli nomer 2 ga keliatan sultannya, giliran dia bilang CASH langsung gw nelen ludah , mantap sederhana," tulis Novean Nvn.
"Keliatannya sederhana, tapi liat jam tangannya, lebih mahal dari goldwing nya hahaha," tulis Galih Cakradirja.
Honda Gold Wing 2018 ini merupakan motor bermesin 4 tak dengan kapasitas 1.833 cc.
Melansir dari laman Kompas.com, Gold Wing 2018 merupakan motor pertama yang memakai suspensi depan double wishbone.
Terobosan ini dilakukan buat menunjang kenyamanan berkendara.

Ruang bakar dibentuk ulang, gesekan komponen diurangi, dan ditambah idling stop.
Hasilnya, mesin diklaim menjadi lebih ringan dan irit, namun tetap menawarkan karakteristik torsi melimpah seperti dimiliki Gold Wing selama ini.

Seperti kata-kata "jangan pernah menilai buku melalui sampulnya saja"
karena tampang seseorang bisa saja menipu  :D

Senin, 23 April 2018

5 Hal Yang Membuat Payudara Jadi Tidak Terlihat Menggairahkan



BCD.Payudara pada wanita biasanya mulai kendur seiring bertambahnya usia, terutama ketika melahirkan dan menyusui. Namun, ada kasus dimana payudara wanita mengendur sebelum wanita menginjak usia 25 tahun.

Salah satu yang mengalami adalah wanita bernama Chidera Eggerue yang usianya baru 23 tahun.

Sewaktu berusia 18 tahun, Chidera memberitahu ibunya kalau ingin menjalani operasi pembesaran payudara. Selain itu, ia juga sudah memilik cukup uang untuk operasi.

Tapi, pada titik tertentu, Chidera menyadari bahwa tubuhnya adalah miliknya. Kebahagiaannya bukan karena bentuk payudaranya.

Chidera mengatakan setelah ia malu karena memiliki payudara kendur, dia mulai berpose di media sosial tanpa mengenakan bra. Blogger pemenang penghargaan, yang dikenal sebagai The Slumflower, berbagi foto dirinya tanpa bra dengan tagar, #Saggyboobsmatter, lengkap dengan karikatur di dadanya.

Chidera, juga seorang penulis buku berjudul: What a Time To Be Alone, with a rider: The Slumflowers Guide To Why You Are Already Enough.

Chidera masih muda, mengapa bisa mengalami payudara melorot? Seorang ahli bedah plastik memberikan alasan payudara bisa melorot 'prematur.' Apa saja penyebabnya? Berikut rinciannya

1. Diet crash

Setiap kali Anda berhasil menurunkan berat badan, jaringan payudara menjadi kendur. Itu menurut ahli bedah payudara dan presiden American Society for Aesthetic Plastic Surgery, Dr. Michael Edwards.

2. Latihan yang berdampak tinggi

Saat ini, penelitian tentang dampak latihan ke payudara masih sedikit. Tapi, beberapa ahli mengatakan gerakan berulang-ulang yang terjadi ketika Anda berlari atau melakukan latihan serupa bisa menyebabkan kerusakan kolagen payudara.

3. Mengenakan bra yang tidak mendukung

Dukungan bra yang tidak tepat adalah alasan besar payudara mengendur. "Semakin bounce (melambung) payudara Anda, semakin banyak kulit dan kolagen payudara yang menjadi stres," kata Edwards.

4. Merokok

Menurut Edward, setiap jumlah rokok melemahkan dan menuakan kulit dengan mengurangi suplai darah ke permukaan kulit.

5. Terlalu banyak terpapar matahari

Mengekspos wajah Anda ke sinar ultraviolet tanpa lapisan pelindung tabir surya dapat menyebabkan kerutan dini.

"Dan itu memiliki efek yang sama pada payudara yang melorot dengan meregangkan kolagen dan merusak kulit," kata Edwards.

Hayo para wanita,jaga baik-baik aset kalian ya

Minggu, 22 April 2018

Hape Terbaru Buat Para Gamers,Berapa ya Kira-Kira harganya?





 BCD.Xiaomi resmi meluncurkan smartphone gaming-nya, Xiaomi Black Shark. Ponsel pintar ini bakal memanjakan pengguna yang gemar bermain game tanpa harus ngelag.

Xiaomi Black Shark ini memiliki layar seluas 5,9 inci dengan aspek rasio 18:9 dan resolusi Full HD. Tak hanya itu, smartphone ini juga dilengkapi teknologi MEMC yang dapat membuat kualitas layar lebih tajam dan halus.

Black Shark ini dipersenjatai dengan prosesor flagship Snapdragon 845 dari Qualcomm. Tak hanya itu, smartphone ini juga dibekali RAM sebesar 6 GB dan memori internal 64 GB. Namun, Black Shark juga tersedia untuk pilihan RAM 8 GB dan memori internal 128 GB.





Meski dibuat untuk gamer, Black Shark juga hadir dengan kamera ganda masing-masing 12MP ber-aperture f/1,75 dan piksel berukuran 1,25 mikron dan lensa 20MP dengan aperture f/1,75 dengan ukuran piksel 1,0 micron.

Untuk kamera depannya pun tak kalah canggih. Lensa 20 MP dengan aperture f/2.2 disematkan di smartphone ini. Kamera selfie ini juga bisa merekam video 4K dalam framerate 30 frame per second (fps).

Untuk kapasitas daya, Black Shark dibekali baterai dengan 4.000 mAh dengan fitur pengisian daya cepat (fast charging).

Yang membedakan dengan smartphone Xiaomi lainnya adalah, Black Shark ini diberi antarmuka khusus, yakni JOY UI. Antarmuka berbasis Android Oreo dan dilengkapi beberapa fitur vital MIUI yang dikhususkan bagi gamer.

Agar bermain game makin seru, Xiaomi Black Shark diberikan sistem pendingin yang dapat meredam panas. Sistem ini diklaim bisa menurunkan suhu smartphone hingga 8 derajat.

Untuk memaksimalkan pengalaman main game, Black Shark dilengkapi kontroler bernama Shark GamePad. Kedua perangkat ini dikoneksikan melalui Bluetooth 5.0.

Shark GamePad sendiri memiliki daya 340mAh yang diklaim bisa tahan dipakai selama 30 jam.

Untuk sementara, Xiaomi Black Shark ini baru tersedia di Tiongkok. Dan bakal dilepas ke pasar mulai 20 April 2018 mendatang. Harganya? Smartphone ini dibanderol mulai 2.999 Yuan atau setara Rp6,5 juta hingga 3.999 Yuan atau sekira Rp7,6 jutaan.

Apakah akan dijual di Indonesia? Sayangnya perwakilan Xiaomi di Indonesia belum memberikan jawaban pasti.

Ayo guys bagi kalian para gamer sudah bisa dari sekarang menabung untuk persiapan jika sudah launching di indonesia :D

Sabtu, 21 April 2018

Vivo V9 Cool Bue Keren!!! Edisi Terbatas



  BCD.Setelah sebelumnya hadir dalam warna black dan gold, Vivo Indonesia kini meluncurkan satu
varian warna terbaru Vivo V9, yakni Cool Blue.
Kehadiran warna ini menggebrak kesan smartphone konvesional yang selama ini selalui didominasi warna hitam dan emas.
Warna Cool Blue ini sendiri akan dirilis dalam jumlah terbatas pada April dengan berbagai fitur unggulan khas seperti desain glossy membuat tampilan biru V9 Cool Blue tampil futuristik dan fashionable.

Saat terkena cahaya, refleksi smartphone V9 Cool Blue menghasilkan gradasi warna biru muda hingga biru tegas pada berbagai sudut.
Bahkan sanking kerennya, di cahaya temaram tampilan smartphone sekilas pun berubah menjadi nuansa unggu muda.

Sama seperti warna sebelumnya yang telah diluncurkan Vivo V9 Cool Blue juga dibekali Android Oreo 8.1, FuntoucH OS 4.0, serta fitur unggulannya yakni AI Selfie 24MP, Dual Rear Camera AI Bokeh, dan fitur Mode Edit yang memiliki pilihan filter baru yang lebih banyak, AR Sticker dengan stiker unik dan lucu ketika  selfie.

Terdapat juga selfie lightning dengan 4 pilihan pencahayaan artistik yang cocok digunakan pada beragam situasi dan tempat, di mana pun kamu berada.

Bagi penggemar fotografi pun Vivo V9 sangatlah cocok, sebab terdapat fitur shutter speed dan exposure pada professional mode kamera utamanya.

Soal layar juga tak perlu khawatir, sebab V9 Cool Blue semakin tampil gaya berkat desain ergonomis berbingkai tipis dan ultra slim berukuran 1.75mm serta dimensi 154.81x75.03x7.89mm.

Saat digenggam pun desain 3D pada sisi belakang yang menyesuaikan telapak tangan dan nyaman digunakan hanya dengan satu tangan.

Selain itu, rasio layar yang 90 persen juga masih jernih dengan resolusi layar Full HD+ jadi walaupun bergaya tetap nyaman digunakan untuk menonton video dan bermain game.

Mau tahu harganya? Cuma Rp 3.999.000, tapi Vivo V9 Cool Blue Limited Edition hanya diproduksi ribuan unit saja

Jadi bagi mereka yang tertarik mendapatkan smartphone berwarna keren ini, ayo buruan pre order pada JD.ID mulai dari tanggal 23 April sampai 29 April 2018. Asyiknya, mereka yang memesan bisa mendapatkan souvenir eksklusif dari Vivo lho!

Informasi lebih lanjut mengenai pre order dan produk limited edition ini bisa diakses pada www.vivo.com.








Jumat, 20 April 2018

Ayo Registrasikan Kartumu Guys Sebelum Diblokir Pemerintah



 BCD.Operator seluler mulai memblokir kartu SIM prabayar yang belum meregistrasi ulang. Untuk tahap pertama, pada Senin (16/4), operator akan memblokir akses internet. Sedangkan pemblokiran total bakal dilakukan pada 1 Mei mendatang.

Ketua Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Achmad M. Ramli, mengatakan telah mengirimkan surat edaran kepada operator seluler untuk mengeksekusi rencana pemblokiran kartu SIM prabayar pada waktu yang telah ditentukan.

"Iya (kirim surat) untuk pemblokiran akses internet, sehingga 1 Mei semuanya sudah selesai," tutur Ramli, Jumat (20/4).

Program ini diharapkan dapat mengurangi pesan sampah atau penipuan yang kerap diterima masyarakat melalui layanan SMS dan panggilan telepon.

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati, menyatakan sudah menerima surat dari BRTI sejak beberapa hari lalu.

Pihaknya juga sudah melakukan pemblokiran akses internet secara bertahap terhadap kartu SIM prabayar yang belum melakukan registrasi.
"Kami terima surat dari BRTI untuk lakukan melakukan pemblokiran akses data mulai 16 April 2018. Kami hanya menuruti imbauan tersebut," ungkap Adita.

Dijelaskannya, Telkomsel dalam proses melakukan pemblokiran akses internet secara bertahap. Pada Selasa (1/5/), diharapkan semua nomor telepon yang melakukan registrasi sudah diblokir.

"Kita melakukan pemblokiran secara bertahap, karena kan sistem tidak mungkin bisa langsung semuanya," tutur Adita.

Seperti diketahui sebelumnya, operator berdasarkan imbauan dari pemerintah, akan melakukan pemblokiran nomor prabayar lama secara bertahap mulai dari 1 Maret 2018. Pertama, operator akan memblokir panggilan telepon dan SMS keluar jika pelanggan belum registrasi sampai 28 April 2018.

Kemudian, pemblokiran tahap dua akan dilakukan mulai 1 April dengan tambahan pada layanan telepon dan SMS masuk, bila tidak registrasi sampai 31 Maret 2018. Pemblokiran total akan dilakukan pada 1 Mei 2018, bila tidak registrasi sampai 30 April 2018. Pada tahap pemblokiran total, artinya semua layanan termasuk internet tidak bisa lagi digunakan.

Sejauh ini, sudah ada pelanggan prabayar yang menerima SMS pemberitahuan tentang pemblokiran akses internet. Namun selama masih dalam masa tenggang sampai 30 April 2018, pelanggan masih bisa melakukan registrasi melalui SMS.

Berikut adalah tata cara atau format registrasi via SMS bagi pengguna yang membeli kartu SIM perdana adalah sebagai berikut:

Pelanggan Baru
1. Indosat, Smartfren, Tri
NIK#NomorKK#

2. XL Axiata
Daftar#NIK#Nomor KK

3. Telkomsel
Reg(spasi)NIK#NomorKK

Jika sudah selesai mengetik format di atas, kirim SMS kamu ke nomor 4444.

Pelanggan Lama
Lain lagi dengan tata cara registrasi ulang via SMS bagi pelanggan lama. Berikut formatnya:

1. Indosat, Smartfren, dan Tri
ULANG#NIK#NomorKK#

2. XL Axiata
ULANG#NIK#NomorKK

3. Telkomsel
ULANG(spasi)NIK#NomorKK#

Jika sudah mengetik format di atas, kirim SMS ke nomor 4444.

Ayo guys siapa yang belum mendaftarkan nomor kartunya,buruan daftarin sekarang sebelum diblokir :)

Kamis, 19 April 2018

Lucu Video Pasangan Anak SD Diputusin Pacarnya Sesama Anak SD juga

Akhir-akhir ini, jagat maya di Indonesia diramaikan dengan munculnya berbagai istilah baru.
Salah satunya adalah istilah 'Kids zaman now'.
Istilah ini menggambarkan perilaku anak-anak generasi tahun 2000-an.
Kids jaman now sebenarnya adalah guyonan untuk menyikapi kelakuan aneh dan tidak wajar anak zaman sekarang.


dari akun Facebook Yuni Rusmini, mengunggah sebuah video pada 19 April 2018.
Uniknya dalam video berdurasi 2 menit s0 detik tersebut terekam aksi sepasang murid SD.

Keduanya tengah berada di pertigaan jalan.
Si murid perempuan terlihat beberapa kali berbicara dengan nada tinggi pada murid laki-laki yang ada di atas sepeda.
Keduanya tampak tengah berseteru.
Beberapa orang dewasa yang ada di sekitar pertigaan tersebut memandang dengan lucu pada keduanya.
Sepasang murid SD tersebut terlihat tak memperdulikan situasi hiruk pikuk di sekitarnya.
Beberapa kali terdengar suara pria berkata, "Makanya jangan selingkuh" dari dalam video.
Seorang pria dewasa terlihat menghampiri dua murid SD yang masih berseragam itu.
Tak mempan dilerai oleh pria bersarung, dua orang wanita dewasa yang datang dengan sepeda motor memisahkan murid SD tersebut.

Duh dek sekolah yang bener dulu deh labih bagusnya 
Gimana tanggapanmu guys?

Rabu, 18 April 2018

Tergoda Kemolekan Tubuh Ibu Kost Yang Sexy Dan Montok



BCD.Si Fandi pemuda lugu termakan rayuan ibu kostnya yang sangat menggoda Fandi sehingga Fandi melayani ibu kostnya tersebut. Langsung saja.

Waktu itu Di kamar kost aku berbaring sambil ngelamun. Diluar gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, dikota yang memang berhawa sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Fandi suntuk. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu. Yang muncul adalah seraut wajah cantik berkerudung. Teh Sarah, ibu kostnya (aku sering memanggil ibu kostku itu dengan sebutan teteh).

Dibayangkannya wanita itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, mengeraikan rambutnya yang hitam panjang. Membuka satu persatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu. Dan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang gunung kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah.

Lalu tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam, yang sewarna BH, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari strip-tease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat.

Fandi bangkit berdiri sambil menggaruk batang kontol di selangkangnnya yang mulai tegak dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat kopi. Setelah membuat kopi kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat ia kost. Baru sekitar 3 bulan ia kost dirumah keluarga Pak Totok setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Totok telah beristri dengan anak satu berumur 7 tahun.

Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya juga mati. Mungkin Teh Sarah sudah tidur bersama anaknya karena Pak Totok sedang ke Jakarta menemani ibunya yang akan sedang sakit. Akhirnya Fandi duduk sendiri dan mulai meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Fandi mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik.

Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Fandi selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.
Tiba-tiba Fandi mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Teh Sarah. Fandi kaget melihat kehadiran perempuan itu yang tiba-tiba.

“Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya?” tanya Fandi tergagap
“Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok” jawab perempuan itu dengan logat Sunda yang kental.

Yang membuat Fandi kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari-hari Sarah, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan Sarah.

Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alismatanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung bangir dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.Entah mengapa Fandi selalu tertarik dengan perempuan cantik berkerudung.

Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Sarah tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Sarah yang masih dibawah tigapuluh tahun. Akhirnya jadilah ia kost di paviliun disamping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia segan pada Pak Totok. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang memperhatikan kecantikan Sarah dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan perempuan itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi.

Tapi malam ini Sarah berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung! Rambutnya yang tak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Sarah memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Fandi, Sarah seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau tidur.

“Gambar tivinya jelek ya?” tanya Sarah mengagetkan Fandi.
“Eh, iya. Antenenya kali” jawab Fandi sambil menunduk.
Fandi semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Fandi kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Fandi menelan ludah.
“Semuanya jelek”, kata Sarah, “Nonton VCD saja ya?”.
“Terserah Teteh” kata Fandi masih berdebar menghadapi situasi itu.
“Tapi adanya film unyil, nggak apa?” kata Sarah sambil tersenyum menggoda.
Fandi faham maksud Sarah tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film porno.
“Ya terserah Teteh saja” jawab Fandi.

Sarah kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya. Fandi semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai celana dalam. Diteguknya air digelas. Agak lama Sarah keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.

“Mau nonton yang mana?” tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD sambil duduk kembali di samping Fandi.
Fandi menerimanya dan benar dugaannya itu VCD porno.
“Eh, ah yang mana sajalah” kata Fandi belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu.
“Yang ini saja, ada ceritanya” kata Sarah mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV.
Fandi mencoba menenangkan diri.
“Memang Teteh suka nonton yang beginian ya?” tanya Fandi memancing
“Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk” jawab Sarah sambil tertawa kecil
“Bapak juga?” tanya Fandi lagi
“Ngga lah, marah dia kalau tahu” kata Sarah kembali duduk setelah memencet tombol player.
Memang selama ini Sarah menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.
“Bapak kan orangnya kolot” lanjut Sarah “dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!”

Fandi tertegun mendengar pengakuan Sarah tentang hal yang sangat rahasia itu. Fandi mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya.

Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra. Tapi Fandi tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan disebelahnya. Sarah duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Fandi sudah tidak ragu lagi.

“Teteh kesepian ya?” Tanya Fandi sambil menatap perempuan itu Sarah balik menatap Fandi dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.
“Kamu mau tolong saya?” tanya Sarah sambil memegang tangan Fandi.
“Bagaimana dengan Bapak ?” tanya Fandi ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini.
“Jangan sampai Bapak tahu” kata Sarah. “Itu bisa diatur” lanjut Sarah sambil mulai merapatkan tubuhnya.

 Fandi tak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh perempuan itu. Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Sarah. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Fandi segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu. Fandi semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Sarah.

Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Sarah memegang belakang kepala Fandi menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat. Fandi mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Sarah. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya.

Sarah bergetar ketika jemari Fandi menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Tangan Fandi memang mulai merambah seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Sarah telah merenggangkan kedua pahanya. Dan rupanya Sarah telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya.

Dengan sigap tanpa malu-malu ditariknya celana dalam itu, dibantu oleh Fandi dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu. Segera saja tangan Fandi merambahi kembali lembah hangat milik Sarah yang telah terbuka itu. Dirasakan bulu-bulu jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Fandi membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Sarah makin mendesah ketika jemari Fandi mulai menyentuh bibir memeknya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Sarah rasakan pada daerah kemaluannya.

Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang kontolnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang memek Sarah. Bahkan ketika lubang memek itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Sarah.

Selama hampir delapan tahun menikah, Sarah belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Totok suaminya yang berusia hampir empatpuluhlima tahun ternyata lelaki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.

Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan airmani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.

Sehingga selama bertahun-tahun, Sarah tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang airmani suaminya bila tangkinya sudah penuh. Sarah sebagai perempuan, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi.

Selama bertahun-tahun. Hanya kira-kira setahun ini Sarah bertemu dengan seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari wanita ini, Lilis namanya, Sarah mendapatkan film-film porno yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi. Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian.

Tetapi sebagai perempuan normal Sarah tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Sarah. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar.

“Ah..terus Fan..” desahnya membara.

Kuluman bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Fandi mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Sarah mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Sarah dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Fandi kost dirumahnya, Sarah telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.

Malam ini Sarah tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan.Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Fandi mulai menyusuri leher jenjang Sarah yang selama ini tertutup rapat. Mulut Fandi menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dada Sarah, tapi tiba-tiba Fandi bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Sarah yang mengangkang dimana bibir memeknya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Fandi ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Sarah juga faham maksud Fandi.

Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Fandi lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Sarah menunduk memperhatikan kepala Fandi dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya TV yang juga sedang menayangkan gambar yang tidak kurang hotDihadapan Fandi selangkangan perempuan yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus.

Fandi menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu. LFandia mayoranya terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan atasnya. Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu.Kedua tangan Fandi bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih menguakkannya
“Ahhh.!” Sarah mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya.

Desahannya semakin menjadi ketika lidah Fandi mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Sarah blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan. Fandi terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi buah dada yang montok padat.

 Rupanya Sarah sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati memeknya. Mata Sarah merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Fandi. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film porno.

Demikian juga dengan Fandi, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya. Jilatan dan rabaan Fandi rupanya telah menaikkan nafsu Sarah makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Sarah yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film porno sambil merabai kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di tariknyanya kepala Fandi agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Fandi yang mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.

“Ahhhduh..AAaaaHhhh….! Ahhh!!” jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.
Fandi sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat keselangkangan itu ditambah Sarah merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Sarah menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Fandi kembali membuka sehingga Fandi dapat melepaskan diri. Muka Fandi basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Sarah.

Fandi bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi perempuan telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara utuh.
“Hatur nuhun ya Fan” kata Sarah berterima kasih sambil membuka matanya sehFandis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.

Dan matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Fandi telah berdiri telanjang bulat dengan batang kontol mengacung keras. Batang kontol yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Fandi mendekat dan meraih tangan Sarah, dan menariknya berdiri. Kemudian Fandi mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama.

“Kenapa sih?” tanya Sarah sambil senyum-senyum.
“Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup” jawab Fandi yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.

Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Sarah, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Sarah memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.

Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang kontol Fandi. Dan Sarah yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Sarah kembali duduk sambil tetap menggengam batang kontol itu. Fandi mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya. Dengan mata berbinar diperhatikan batang kontol yang tegang dihadapannya. Kontol yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya.
Telah lama Sarah ingin merasakan mengulum kontol lelaki seperti yang dilihatnya difilm porno.

Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala kontol yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang kontol yang telah basah itu dan dikulumnya. Fandi meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Sarah mulai melumati batang kontol didalam mulutnya dengan semakin bernafsu.

Sarah mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang kontol itu dengam giginya, membuat Fandi semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Sarah adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Fandi agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Sarah yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film.

Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Fandi yang batang kontolnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Kuluman mulut Sarah meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya.

“Ah Teh, sudah mau keluar nih” desis Fandi mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.
Tapi Sarah yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin menggiatkan kulumannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang kontol itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Sarah. Fandi meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Sarah semakin menguatkan kuluman bibirnya di kontol itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu Sarah semakin keras mengocok batang kontol itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang kontol Fandi, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang kontol itu. Tanpa rasa jijik atau mual.

“Bagai mana rasanya Teh?” tanya Fandi. Ia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias.
“Enak, gurih” kata Sarah tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Sarah bangkit.
“Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu” katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono.

Fandi sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang kontolnya sambil kencing. Setelah itu didapatinya Sarah di dapur membuatkan minuman.
Fandi mendekati dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Sarah menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Fandi. Perlahan dirasakan batang kontol Fandi mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Sarah semakin mengelinjang ketika tangan Fandi yang satunya mulai merambahi selangkangannya.

“Sudah nggak sabar ya” katanya sambil ketawa dan berbalik. Kembali keduanya berciuman dengan rakus.
“Dikamar saja ya” ajak Sarah ketika ciuman mereka semakin larut. Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu.
Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk.

Sarah mendorong tubuh Fandi keranjang dan jatuh celentang. Sarah juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Fandi. Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Sarah mendorong kepala Fandi kebawah. Ia ingin Fandi mengerjai buahdadanya. Fandi menurut karena ia pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu. Sarah mendesah sambil mengerumus rambut Fandi yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil buahdadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Fandi dengan lembut. Fandi merasakan buahdada yang lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang mengeras.

“Oh Fan! Geliin..terus akh!” Tangan Fandi yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan perempuan itu.
Sarah menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.
“Ahh..terus sayang!” desisnya ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya.
Jemari Fandi dengan perlahan menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab.

Sarah semakin menggelinjang ketika ujung jari Fandi menyentuh kelentitnya. Kini mulut dan tangan Fandi secara bersamaan memberikan rangsangan kepada perempuan kesepian yang haus seks itu. Sementara Sarah juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.Beberapa lama kemudian Fandi mengambil inisiatif setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Sarah dan berhenti di pusarnya.

Sarah menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu. Sarah rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul Fandi kearah kepalanya. Fandi faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Sarah diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang kontol yang menegang keras diatas muka Sarah. Yang segera disambut kuluman Sarah dengan bernafsu. Fandi juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Sarah yang mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut lebat itu. Keduanya melakukan tugas dengan nafsu yang semakin tinggi dan terus berusaha merangsang pasangan masing-masing.

 Sarah istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tak hFandis-hFandis untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan Fandi pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.

“Ooohhh! Fan, lakukanlah” desah Sarah mulai tak tahan menahan hasratnya. Fandi segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Sarah celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang kontol Fandi pada lubang memeknya yang telah semakin berdenyut.

Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malam pertama ketika untuk pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi tujuhbelas tahun waktu itu. Tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang kontol Totok merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya.

Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.
Sarah tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir memeknya. Direngkuhnya tubuh Fandi ketika perlahan batang kontol yang keras itu mulai menyusuri lubang memeknya.

“Akh! enak Fan!” desahnya. Tangannya menekan pinggul Fandi agar batang kontol pemuda itu masuk seluruhnya.
Fandi juga merasakan nikmat. Memek Sarah terasa sempit dan seret. Fandi mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Sarah. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.

“Ayo Fan geyol terusss!” desah Sarah makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan. Fandi mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang kontolnya tuntas masuk seluruhnya kedalam memek Sarah.
“Oh..Fan !”jerit Sarah nkmat setiap kali Fandi melakukannya.Terasa batang kontol itu menyodok dasar lubang memeknya yang terdalam.

Semakin sering Fandi melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Sarah sehingga pada hentakan yang sekian Sarah merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Fandi agar hujaman bantang kontol itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang memeknya.

“Ahk..! Ahduh akhh!” teriaknya tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki.

Sangat nikmat dirasakan Sarah. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Fandi yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Sarah kembali berusaha mengimbangi.

Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga memeknya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman kontol Fandi semakin dalam. Fandi yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Sarah seperti itu. Demikian juga dengan Sarah, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun benar naik lagi.Sarah mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Fandi, sehingga selangkangannya lebih terangkat.

Fandi memeluk kedua kaki Sarah, sehingga tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan memek Sarah lebih terasa sehingga gesekan batang kontolnya menjadi semakin nikmat. Fandi semakin menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.
“Ahhh” Fandi mendesah nikmat ketika dari batang kontolnya menyembur cairan kenikmatannya.
Dikocoknya terus batang kontol itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Sarah rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.

“Akhh!!” jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut.
Tubuh Fandi ambruk diatas tubuh Sarah. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.

“Makasih ya Fan, makasih” kata Sarah terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu.
Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam.

 Tak sampai 15 menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan Fandi, batang kontolnya yang telah lepas dari lubang memek Sarah mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Sarah. Rupanya perempuan ini sudah ingin lagi. Fandi tersenyum dalam hati, lembur nih ini malam! Memang Sarah sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Fandi sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.

Dan malam itu mereka melewati malam panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan nafas dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi.

Fandi bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Sarah. Dilihatnya sudah jam 10. Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Sarah yang ternyata tak kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.

Fandi selalu ingat setiap dua atau tiga ronde, Sarah selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu berkali-kali. Fandi masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di Ranjang.

Senin, 16 April 2018

Nikmatnya Perawan Anak Sma Lugu


BCD.Namaku Rangga dan masih duduk di bangku kelas 3 SMU, di sekolah aku di kenal sebagai cowok yang keren dan banyak mendapat perhatian dari cewek. Tapi hingga saat ini aku belum memiliki pacar di sekolah. Pernah dulu aku menjalin hubungan dengan seorang gadis namun kami beda sekolah dan kini hubungan kami sudah putus karena aku mendengar dia pernah melakukan adegan  seks dengan cowoknya sebelum denganku.

Sedangkan di sekolahku sendiri dari sekian banyak cewek yang ada disini, aku tidak pernah tertarik pada cewek yang ada di sekolah ini. Hingga menjelang semester akhir kelas 3 ini aku tertarik pada seorang siswi yang baru saja pindah, dia memang pindahan dari kota kecil tapi aku begitu tertarik padanya karena parasnya yang ayu dan juga manis serta kepribadiannya yang anggun.
Cinta nama gadis itu hampir setiap hari aku selalu memikirkannya bila berada di rumah, namun aku tidak berani mendekatinya saat aku di sekolah. Padahal aku sudah banyak mendengar kalau dia sudah banyak yang mencoba mendekatinya, dan aku tahu kalau aku harus segera bertindak kalau tidak mungkin aku akan keduluan yang lain untuk mendapatkannya.
Apalagi teman-temanku saat ini banyak sudah yang melakukan adegan seperti dalam cerita seks cewek 17 tahun. Jadi aku juga takut kalau Cinta yang baru dari kampung mendapat cowok yang hanya memanfaatkan dia, karena aku lihat dia begitu polos anaknya. Bahkan di dalam kelas aku belum pernah mendengar dia ngomong dengan nada bicara yang keras meskipun sedang bermain dengan teman sesama cewek.
Setelah mendapatkan nomor milik Cinta akupun memberanikan diri untuk mendekatinya, walau hanya lewat chating bbm tapi akhirnya akupun lebih dekat dengannya. Dan aku dengan berani mengajak dia untuk pulang bareng, sampai akhirnya setelah satu bulan melakukan pendekatan akhirnya akupun berani menembaknya dan aku bersyukur karena Cinta juga langsung menerimaku.
Kamipun berpacaran dan aku masih ingat kata Cinta padaku kalau dia tidak ingin hubungan kami hanya sampai sebatas masa SMU saja, Cinta dengan jujur bilang padaku kalau pertama kali melihatku dia juga sudah ada rasa padaku. Sekolah kurang lebih empat bulan lagi akan menuju ujian semester akhir, dan hubunganku dengan Cinta masih berjalan seumur jagung.
Kami sering pulang bareng dan aku berkali-kali sudah main ke rumah Cinta, ternyata dia anak tunggal. Karena itu dia jarang main keluar rumah tanpa ada yang mengawasi, katanya dia selalu di jaga ketat oleh mamanya. Dan Cinta jarang sekali hangout bareng dengan teman-temannya, mungkin karena keberanianku juga akhirnya mama Cinta lebih menerimaku terbukti sekarang dia mau mengobrol denganku.
Daripada sebelumnya yang hanya menyapa lalu kembali masuk kedalam, namun karena seringnya melihat aku bertamu kerumahnya. Cinta bilang kalau kata mamanya aku adalah cowok baik karena mau bertamu dengan sopan, karena itu dia mungkin menyukaiku, sampai akhirnya akupun menjadi lebih dekat lagi pada mama bahkan aku juga mengenal papa Cinta karena seringnya aku main ke sana.
Siang itu aku mengantar Cinta pulang, untungnya aku membawa mobil hari ini. Karena hujan melanda bahkan curahnya begitu lebat, sampai di rumah Cinta ternyata tidak ada orang sama sekali, Cinta menyuruhku untuk mampir diapun kedalam membersihkan dan mengeringkan tubuhnya yang agak basah tadi. Sedangkan aku duduk di ruang tamunya kemudian dia datang dengan minuman hangat di tanganya.
Akupun segera enikmati unuman itu untuk menghangatkan tubuhku “Iiihh.. dingiiinnya..” Kataku dengan tangan mendekap karena kedinginan, aku tdak menduga kalau Cinta mendekati aku lalu dia memeluk tubuhku. Akupun berusaha menarik tubuhku “Jangan aahh.. nanti mama kamu lihat..”Dia tersenyum dan tetap memeluk tubuhku, hingga akupun merasakan begitu empuknya toket milik Cinta.
Saat aku menunduk hendak menatap matanya diapun sedang menatap ke arahku dan kamipun saling bertatapan lalu dengan sendirinya kami berciuman. Mungkin karena udara dingin kami menjadi lebih bergairah apalagi hangat bibir serta desahan Cinta terasa di seluruh tubuhku “Uuuuggggghhhh…. eeeeuuummpphhh…. aaaaaagggghhhh…. aaaaggghhhh…. aaaaagggghhh… “Desah Cinta mulai terdengar.
Mungkin karena sudah tahu tidak ada orang lain selain kami, akupun menjadi lebih berani dengan penuh gairah aku lumat dengan buasnya bibir Cinta. Diapun semakin mesra dengan memegang kedua pipiku dia terus membiarkan aku memainan lidahku dalam mulutnya “Ooouugghhh.. Rang…..gaaaaa… aaaagggghhhh…. aaaaggghhhhh… aaaaaggghh… aaaaagggghh…”Diapun bergelinjangan.
Sampai tidak terasa tubuh kami sudah telanjang bulat di atas sofa ruang tamu Cinta. Layaknya pemain dalam adegan film, aku tatap tubuh mulus Cinta diapun tertunduk malu namun dengan tatapan yang penuh dengan nafsu “Ooouugghh… sayaaang.. kamuuuu.. caaantik… sayaaang… aaaaagggggghh..” Desahku sambil menyentuh toket Cinta dengan mulutku.
Setelah lama bermain dengan toketnya akupun memasukkan kontolku dalam memeknya. Terasa sulit aku menembus lubang memek Cinta yang serasa begitu sempit, kembali aku mencoba “Kenapaa nggak bisa sayaaang… aaagggghh..” Kataku mulai merasa cemas, lalu Cinta berbisik “Pelan sayaaang.. aku juga baru kali ini melakukanya…” Aku merasa ada tantangan mendengar Cinta berkata seperti itu.
Dengan perlahan aku kembali memasukkan kontolku dengan cara menuntunnya dengan tanganku “Aaaaaggghhh…saaaakiit.. Ranggaaaaa… “Akupun menghentikan gerakanku, namun kemudian Cinta memintaku “Ayo sayang.. lakukan..” Mendengar hal itu akupun menggoyang tubuhnya, dan akhirnya aku lihat Cinta tersenyum sambil sesekali mendesah dan terus mengcengkram bahuku.
Seperti halnya dalam adegan film, semakin lama aku pun semakin cepat menggoyang tubuhnya “OOooouuggghh… aaaaagggghhhh… aaaagggghh… aaaaagggghh… aaaaggghhhh..” Tidak lama aku bergoyang dan spermaku sudah muncrat dalam memek Cinta yang sempit, diapun tersenyum dan masih memeluk tubuhku dengan begitu mesra kamipun masih bergumul di atas sofa itu.

Minggu, 15 April 2018

Kesepian Bisa Berakibat Fatal


BCD.Bahkan, kesepian disebut lebih mematikan dari obesitas, demikian dikutip dari situs New York Post. Dari hasil kajian ratusan penelitian disimpulkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial yang buruk memiliki resiko 50 persen lebih tinggi mengalami kematian dini dibandingkan orang dengan hubungan sosial yang baik.
Sejumlah peneliti di Amerika Serikat itu mengkaji 218 studi mengenai efek kesepian dan isolasi sosial terhadap kesehatan seseorang.
Peneliti ini menemukan bahwa isolasi sosial meningkatkan resiko kematian bahkan lebih tinggi dibandingkan orang yang memiliki masalah dengan obesitas.
Julianne Holt-Lunstad, profesor di Brigham Young University yang memimpin studi itu mengatakan, Berhubungan dan bersosialisasi dengan orang lain secara umum dilihat sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Hal itu sangat krusial, baik itu keberadaan manusia dan juga keberlangsungan hidup."
Contoh-contoh ekstrem, kata dia, menunjukkan bahwa bayi-bayi yang dalam pengasuhannya kurang kontak sosial dari manusia lain cenderung gagal berkembang dan sering kali akhirnya meninggal. "Dan, isolasi sosial atau dikurung sendirian kerap dijadikan salah satu bentuk hukuman," jelasnya.
Para peneliti juga menemukan fakta bahwa semakin besarnya populasi Amerika Serikat, justru orang-orang semakin mengalami keterasingan.
Negara paling kesepian
Kesepian membuat orang merasa buruk, baik secara mental maupun fisik--dan mereka yang kesepian kerap merasakan gejala-gejala yang lebih buruk ketika sedang sakit.
Sebuah survei terbaru yang dilakukan Granset menemukan, hampir tiga perempat lansia di Inggris kesepian dan kebanyakan mereka tidak pernah berbicara kepada siapapun mengenai perasaan mereka.
Dalam survei itu terungkap juga bahwa sekitar 70 persen lansia itu mengatakan, teman dekat dan keluarga akan terkejut jika mereka mengaku kesepian.
Baru-baru ini juga Office of National Statistic menyatakan bahwa Inggris merupakan negara paling kesepian di Eropa.
Data lain, dari Campaign to End Loneliness, menyebutkan bahwa epidemik kesepian di Inggris Raya menghabiskan biaya $26 juta per tahun untuk membayar biaya terkait kesehatan.
Tak berlebihan rasanya jika kini inggris punya kementrian yang mengurusi masalah  kesepian ini

Sabtu, 14 April 2018

5 Manfaat Ciuman Bagi Kesehatan Manusia


BCD.Salah satu bentuk ekspresi kasih sayang di antara pasangan adalah berciuman. Dengan ciuman, pasangan dapat mempererat hubungan emosional mereka.

Selain itu, ciuman ternyata memiliki manfaat yang tak banyak diketahui orang. Tahukah Anda, ciuman juga bermanfaat untuk kesehatan loh.

Ciuman terbukti bisa membuat seseorang bahagia, mengurangi stres, dan panjang umur.

Berikut beberapa manfaat lainnya dari ciuman yang perlu Anda ketahui

1.Membakar kalori

Ya, salah satu dampak terdahsyat dari berciuman adalah membakar kalori. Sejumlah peneliti membuktikan bahwa berciuman bisa membantu Anda untuk mengurangi berat badan karena melalui aktivitas privat itu, tubuh bisa membakar 6 kalori per menit.

Angka kalori yang dibakar itu lumayan loh. Sebagai perbandingan, jogging di treadmill membakar 11 kalori per menit.

2.Rileks

Berciuman adalah salah satu cara alami untuk membuat tubuh juga rileks. Sebab, berciuman membuat tubuh memproduksi oksitosin atau kerap juga disebut hormon cinta serta endorfin.

Endorfin dan dopamin bertanggung jawab untuk memberikan perasaan bahagia, senang, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Jadi, ketika pasangan sedang merasa sedih atau depresi, Anda bisa memberi dia ciuman untuk mengurangi ketegangan di kepalanya.

Sebaliknya, hormon stres (kortisol) menurun ketika Anda berciuman.

3.Menguatkan otot wajah

Manfaat lain berciuman yang jarang diketahui orang adalah memperkuat otot wajah. Jika Anda bergairah dan ingin mencium pasangan, lakukan saja. Tak perlu ragu.

Tak hanya membuat Anda berdua bahagia, ciuman juga bisa membuat bentuk rahang Anda menjadi lebih baik dan sempurna. Sebab, ada 30 otot wajah yang terlibat ketika Anda berciuman.

4.Penghilang rasa sakit

Ini mungkin sulit dipercaya, tapi begitulah faktanya. Setelah seharian lelah bekerja, badan pegal dan energi terkuras. Berciuman dengan pasangan ternyata bisa mengurangi rasa sakit itu.

Begini penjelasannya. Saat berciuman, tubuh melepaskan senyawa-senyawa yang mengurangi rasa sakit serta membuat tenang serta rileks.

5.Jantung

Mau jantung Anda selalu muda dan penuh stamina? Salah satu caranya bisa dengan rajin berciuman.

Berciuman ternyata membantu sirkulasi darah, termasuk ke jantung. Anda kerap deg-degan kan kalau berciuman. Itulah saat jantung bekerja lebih cepat memompa darah ke seluruh tubuh.

Pasangan yang rajin berciuman cenderung lebih panjang umur hingga lima tahun dibandingkan mereka yang sangat jarang melakukannya

Hayoo selamat mencoba dengan pasangan sah nya masing-masing ya :)

Jumat, 13 April 2018

Nikmatnya Tubuh Sintal Istri Teman Baik Papaku



BCD.Om Toto, begitu aku memanggilnya, adalah seorang purnawirawan ABRI yang cukup berpengaruh, kini ia mengelola perusahaan sendiri yang lumayan besar. Anak-anak mereka, Halmi dan Julia yang seusiaku kini ada di Amerika sejak mereka masih berumur 12 tahun. Sedangkan yang sulung, Sonny kuliah di Jogja.


istri Om Toto sendiri adalah seorang pengusaha sukses di bidang export garmen, aku memanggilnya Tante Mirna, wanita berwajah manis berumur 43 tahun dengan perawakan yang bongsor dan seksi khas ibu-ibu istri pejabat. Sejak tinggal di rumah megah itu aku seringkali ditugasi mengantar Tante Mirna, meski ada dua sopir pribadi tapi Tante Mirna lebih senang kalau aku yang mengemudikan mobilnya. Lebih aman, katanya sekali waktu.

Meski keluarga Om Toto kaya raya, tampaknya hubungan antara dia dan istrinya tak begitu harmonis. Aku sering mendengar pertengkaran-pertengkaran diantara mereka di dalam kamar tidur Om Toto, seringkali saat aku menonton televisi terdengar teriakan mereka dari ruang tengah. Sedikitpun aku tak mau peduli atas hal itu, toh ini bukan urusanku, lagi pula aku kan bukan anggota keluarga mereka. Biasanya mereka bertengkar malam hari saat keduanya sama-sama baru pulang kerja. Belakangan bahkan terdengar kabar kalau Om Toto punya beberapa wanita simpanan. “Ah untuk apa memikirkannya” benakku.


Suatu hari di bulan Oktober, Bi Surti, Siti (para pembantu), Mang Darja dan Om Edi (supir), pulang kampung mengambil jatah liburan mereka bersamaan saat Lebaran. Sementara Om Toto dan Sonny pergi berlibur ke Amrik sambil menjenguk kedua anaknya di sana. Tante Mirna masih sibuk menangani bisnisnya yang sedang naik daun, ia lebih sering tidak pulang, hingga di rumah itu tinggal aku sendiri. Perasaanku begitu merdeka, tak ada yang mengawasi atau melarangku untuk berbuat apa saja di rumah besar dan mewah itu. Mereka memintaku menunda jadwal pulang kampung yang sudah jauh hari kurencanakan, aku mengiyakan saja, toh mereka semua baik dan ramah padaku.


Malamnya aku duduk di depan televisi, namun tak satupun acara TV itu menarik perhatianku. Aku termenung sejenak memikirkan apa yang akan kuperbuat, sudah tiga hari tiga malam sejak keberangkatan Om Toto, Tante Mirna tak tampak pulang ke rumah. Maklumlah bisnisnya level tingkat internasional, jadi tak heran kalau mungkin saja hari ini ia ada di Hongkong, Singapore atau di mana saja. Saat sedang melamun aku melirik ke arah lemari besar di samping pesawat TV layar super lebar itu. Mataku tertuju pada rak piringan VCD yang ada di sana. Segera kubuka sambil memilih film-film bagus. Namun yang paling membuat aku menelan ludah adalah sebuah flm dengan cover depan wanita telanjang. Tak kulihat pasti judulnya namun langsung kupasang dan…, “wow!” batinku kegirangan begitu melihat adegannya yang wah. Seorang lelaki berwajah hispanik sedang menggauli dua perempuan sekaligus dengan beragam gaya.


Sesaat kemudian aku sudah larut dalam film itu. Penisku sudah sejak tadi mengeras seperti batu, malah saking kerasnya terasa sakit, aku sejenak melepas celana panjang dan celana dalam yang kukenakan dan menggantinya dengan celana pendek yang longgar tanpa CD. Aku duduk di sofa panjang depan TV dan kembali menikmati adegan demi adegan yang semakin membuatku gila. Malah tanganku sendiri meremas-remas batang kemaluanku yang semakin tegang dan keras. Tampak penis besarku sampai menyembul ke atas melewati pinggang celana pendek yang kupakai. Cairan kentalpun sudah terasa mengalir dari sana.

Tapi belum lagi lima belas menit, karena terlalu asyik aku sampai tak menyangka Tante Mirna sudah berada di luar ruang depan sambil menekan bel. Ah, aku lupa menutup pintu gerbang depan hingga Tante Mirna bisa sampai di situ tanpa sepengetahuanku, untung pintu depan terkunci. Aku masih punya kesempatan mematikan power off VCD Player itu, dan tentunya sedikit mengatur nafas yang masih tegang ini agar sedikit lega.


“Kamu belum tidur, Di?”, sapanya begitu kubuka pintu depan.

“Belum, tante”, hidungku mencium bau khas parfum Tante Mirna yang elegan.

“Udah makan?”.

“Hmm…, belum sih, tante sudah makan?”, aku mencoba balik bertanya.


“Belum juga tuh, tapi tante barusan dari rumah teman, trus di jalan baru mikirin makan, so tante pesan dua paket antaran di KFC, kamu mau?”.

“Mau dong tante, tapi mana paketnya, belum datang kan?”.

“Tuh kan, kamu pasti lagi asyik di kamar makanya nggak dengerin kalau pengantar makanannya datang sedikit lebih awal dari tante”.

“ooo”, jawabku ****.


Tante Mirna berlalu masuk kamar, kuperhatikan ia dari belakang. Uhh, bodinya betul-betul bikin deg-degan, atau mungkin karena saya baru saja nonton BF yah?


Ayo, kita makan..”, ajaknya kemudian, tiba-tiba ia muncul dari kamarnya sudah berganti pakaian dengan sebuah daster putih longgar tanpa lengan dan berdada rendah.


“Ya ampun Tante Mirna”, batinku berteriak tak percaya, baru kali ini aku memperhatikan wanita itu. Kulitnya putih bersih, dengan betis yang woow, berbulu menantang pastilah punya nafsu seksual yang liar, itu kata temanku yang pengalaman seksnya tinggi. Buah dadanya tampak menyembul di balik gaun itu, apalagi saat ia melangkah di sampingku, samar-samar dari sudut mataku terlihat BH-nya yang putih.

“Uh.., apa ini gara-gara film itu?”, batinku lagi. Khayalku mulai kurang ajar, memasukkan bayangan Tante Mirna ke dalam adegan film tadi.


“Hmm..”, Tak sadar mulutku mengeluarkan suara itu.

“Ada apa, Di?”, Tante Mirna memandangku dengan alis berkerut.

“Nnggg…, nggak apa-apa tante..”, Aku jadi sedikit gugup. Oh wajahnya, kenapa baru sekarang aku melihatnya begitu cantik?

“Eh.., kamu ngelamun yah, ngelamunin siapa sih? Pacar?”, tanyanya.

“Nggak ah tante”, dadaku berdesir sesaat pandangan mataku tertuju pada belahan dadanya.

“My god, gimana rasanya kalau tanganku sampai mendarat di permukaan buah dadanya, mengelus, merasakan kelembutan payudara itu, ooohh”, lamunan itu terus merayap.


“Heh, ayo…, makanmu lho, Di”.

“Ba…, bbbbbaik tante”, jelas sekali aku tampak gugup.

“Nggak biasanya kamu kayak gini, Di. Mau cerita nggak sama tante”.

My god, dia mau aku ceritakan apa yang aku lamunkan? Susumu tante, susumu!


Pelan-pelan sambil terus melamun sesekali berbicara padanya, akhirnya makananku habis juga. Aku kembali ke kamar dan langsung menghempaskan badanku ke tempat tidur. Masih belum lepas juga bayangan tubuh Tante Mirna. “Gila! Gila! Kenapa perempuan paruh baya itu membuatku gila”, pikirku tak habis habisnya. Umurnya terpaut sangat jauh denganku, aku baru 18 tahun…, dua puluh lima tahun dibawahnya. Ah, mengapa harus kupikirkan.


Aku melangkah ke meja komputer di kamarku, mencoba melupakannya. Beberapa saat aku sudah tampak mulai tenang, perhatianku kini pada e-mail yang akan kukirim pada teman-teman netter. Aku memang hobi korespondensi via internet. Tapi mendadak pintu kamarku diketuk dari luar.


“Di.., Didi.., ini Tante”, terdengar suara tante seksi eh Mirna memanggil.

“Ah..”, aku beranjak bangun dari korsi itu dan membuka pintu, “Ada apa, tante?”.

“Kamu bisa buatin tante kopi?”.

“ooo.., bisa tante”.

“Tahu selera tante toh?

“Iya tante, biasanya juga saya lihat Siti”,
jawabku singkat dan langsung menuju ke dapur.

“Tante tunggu di ruang tengah ya, Di”.

“Baik, tante”.


Gelas yang kupegang itu hampir saja jatuh saat kulihat apa yang sedang disaksikan Tante Mirna di layar TV. Pelan-pelan tanganku meletakkan gelas berisi kopi itu di sebuah meja kecil di samping Tante Mirna, lalu bersiap untuk pergi meninggalkannya.


“Didi..”

“Ya…, tante”.

“Kamu kalau habis pasang film seperti ini lain kali masukin lagi ke tempatnya yah”.

“mm…, ma…, ma…, maaf tante…” aku tergagap, apalagi melihat Tante Mirna yang berbicara tanpa melihat ke arahku. Benar-benar aku merasa seperti maling yang tertangkap basah.

“Di…”, Tante Mirna memanggil, kali ini ia memandangi, aku menundukkan muka, tak kubayangkan lagi kemolekan tubuh istri Om Toto itu. Aku benar-benar takut.


“Tante nggak bermaksud marah lho, di…”, byarrr hatiku lega lagi.

“Sekarang kalau kamu mau nonton, ya sudah sama-sama aja di sini, toh sudah waktunya kamu belajar tentang ini, biar nggak kuper”, ajaknya.


“Wooow…”, kepalaku secepat kilat kembali membayangkan tubuhnya. Aku duduk di sofa sebelah tempatnya. Mataku lebih sering melirik tubuh Tante Mirna daripada film itu.


“Kamu kan sudah 18 tahun, Di. Ya nggak ada salahnya kalau nonton beginian. Lagipula tante kan nggak biasa lho nonton yang beginian sendiri..”.


Apa kalimat itu berarti undangan? Atau kupingku yang salah dengar? Oh my god Tante Mirna mengangkat sebelah tangannya dan menyandarkan lengannya di sofa itu. Dari celah gaun di bawah ketiaknya terlihat jelas bukit payudaranya yang masih berlapis BH.
Ukurannya benar-benar membuatku menelan ludah. Posisi duduknya berubah, kakinya disilangkan hingga daster itu sedikit tersingkap. Wooow, betis dengan bulu-bulu halus itu. Hmm, Wanita 40-an itu benar-benar menantang, wajah dan tubuhnya mirip sekali dengan pengusaha Dewi Motik, hanya Tante Mirna kelihatan sedikit lebih muda, bibirnya lebih sensual dan hidungnya lebih mancung. Aku tak mengerti kenapa perempuan paruhbaya ini begitu tampak mempesona di mataku. Tapi mungkinkah…? Tidak, dia adalah istri Om Toto, orang yang belakangan ini sangat memperhatikanku. Aku di sini untuk belajar…, atas biaya mereka.., ah persetan!


Tante Mirna mendadak mematikan VCD Player dan memindahkannya ke sebuah TV swasta.

“Lho… kok?”.

“Ah tante bosan ngeliatin itu terus, Di…”.

“Tapi kan..”.

“Sudah kalau mau kamu pasang aja sendiri di kamar..”, wajahnya masih biasa saja.

“Eh, ngomong-ngomong, kamu sudah hampir setahun di sini yah?”.

“Iya tante…”.

“Sudah punya pacar?”, ia beranjak meminum kopi yang kubuatkan untuknya.


“Belum”, mataku melirik ke arah belahan daster itu, tampaknya ada celah yang cukup untuk melihat payudara besarnya. Tak sadar penisku mulai berdiri.


“Kamu nggak nyari gitu?”, ia mulai melirik sesekali ke arahku sambil tersenyum.

“Alamaak, senyumnya.., oh singkapan daster bagian bawah itu, uh Tante Mirna.., pahamu”, teriak batinku saat tangannya tanpa sengaja menyingkap belahan gaun di bagian bawah itu. Sengaja atau tidak sih?


“Eeh Di.kamu ngeliatin apaan sih?”.

Blarrr…, mungkin ia tahu kalau aku sedang berkonsentrasi memandang satu persatu bagian tubuhnya, “Nngggak kok tante nggak ngeliat apa-apa”.


“Lho mata kamu kayaknya mandangin tante terus? Apa ada yang salah sama tante, Di?”, ya ampun dia tahu kalau aku sedang asyik memandanginya.


“Eh…, mm…, anu tante…, aa…, aanu…, tante…,tante”, kerongkonganku seperti tercekat.

“Anu apa…, ah kamu ini ada-ada saja, kenapa..”, matanya semakin terarah pada selangkanganku, bangsat aku lupa pakai celana dalam. Pantas Tante Mirna tahu kalau penisku tegang.


“Ta…, ta…, tante cantik sekali..”, aku tak dapat lagi mengontrol kata-kataku. Dan astaga, bukannya marah, Tante Mirna malah mendekati aku.


“Apa…, tante nggak salah dengar?”, katanya setengah berbisik.

“Bener kok tante..”.


“Tante yang seumur ini kamu bilang cantik, ah bisa aja. Atau kamu mau sesuatu dari tante?” ia memegang pundakku, terasa begitu hangat dan duh gusti buah dada yang sejak tadi kuperhatihan itu kini hanya beberapa sentimeter saja dari wajahku. Apa aku akan dapat menyentuhnya, come on man! Dia istri Om Toto batinku berkata.


Tangannya masih berada di pundakku sebelah kiri, aku masih tak bergeming. Tertunduk malu tanpa bisa mengendalikan pikiranku yang berkecamuk. Harum semerbak parfumnya semakin menggoda nafsuku untuk berbuat sesuatu. Kuberanikan mataku melirik lebih jelas ke arah belahan kain daster berbunga itu. Wow…, sepintas kulihat bukit di selangkangannya yang ahh, kembali aku menelan ludah.


“Kamu belum jawab pertanyaan tante lho, Di. Atau kamu mau tante jawab sendiri pertanyaan ini?”.


“Nggak kok tante, sss.., sss…, saya jujur kalau tante memang cantik, eh.., mm…, menarik”.

“Kamu belum pernah kenal cewek yah”.

“Belum, tante”.


“Kalau tante kasih pelajaran gimana?”.

Ini dia yang aku tunggu, ah persetan dia istri Om Toto. Anggap saja ini pembalasan Tante Mirna padanya. Dan juga…, oh aku ingin segera merasakan tubuh wanita.


“Maksud tante…, apa?”, lanjutku bertanya, pandangan kami bertemu sejenak namun aku segera mengalihkan.

“Kamu kan belum pernah pacaran nih, gimana kalau kamu tante ajarin caranya nikmati wanita…”.

“Ta…, tapi tante”, aku masih ragu.

“Kamu takut sama Om Toto? Tenang…, yang ada di rumah ini cuman kita, lho”.


“This is excellent!”, teriakku dalam hati. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Batinku terus berteriak tapi badanku seperti tak dapat kugerakkan.

Beberapa saat kami berdua terdiam.


“Coba sini tangan kamu”, aku memberikan tanganku padanya, my goodness tangan lembut itu menyentuh telapak tanganku yang kasarnya minta ampun.


“Rupanya kamu memang belum pernah nyentuh perempuan, Di. Tante tahu kamu baru beranjak remaja dan tante ngerti tentang itu”, Berkata begitu sambil mengelus punggung tanganku, aku merinding dibuatnya, sementara di bawah, penisku yang sejak tadi sudah tegang itu mulai mengeluarkan cairan hingga menampakkan titik basah tepat di permukaan celana pendek itu.

“Tante ngerti kamu terangsang sama film itu. Tapi tante perhatiin belakangan ini kamu sering diam-diam memandangi tubuh tante, benar kan?”, ia seperti menyergapku dalam sebuah perangkap, tangannya terus mengelus punggung telapak tanganku. Aku benar-benar merasa seperti maling yang tertangkap basah, tak sepatah kata lagi yang bisa kuucapkan.

“Kamu kepingin pegang dada tante kan?”.

Daarrr! Dadaku seperti pecah…, mukaku mulai memerah. Aku sampai lupa di bawah sana adik kecilku mulai melembek turun. Dengan segala sisa tenaga aku beranikan diri membalas pandangannya, memaksa diriku mengikuti senyum Tante Mirna.Dan…, astaga…, Tante Mirna menuntun telapak tanganku ke arah payudaranya yang menggelembung besar itu.

“Ta…, ta…, tante…, ooohh”, suara itu keluar begitu saja, dan Tante Mirna hanya melihat tingkahku sambil tersenyum. Adikku bangun lagi dan langsung seperti ingin meloncat keluar dari celana dalamku. Istri Om Toto itu melotot ke arah selangkanganku.


“Waaww…, besar sekali punya kamu Di?”, serunya lalu secepat kilat tangannya menggenggam kemaluanku kemudian mengelus-elusnya. Secara reflek tanganku yang tadinya malu-malu dan terlebih dulu berada di permukaan buah dadanya bergerak meremas dengan sangat kuat sampai menimbulkan desah dari mulutnya.


“aahh…, mm remas sayang ooohh”.

Masih tak percaya akan semua itu, aku membalikkan badan ke arahnya dan mulai menggerakkan tangan kiriku. Aku semakin berani, kupandangi wajah istri Om Toto itu dengan seksama.


“Teruskan, Di…, buka baju tante”, permpuan itu mengangguk pelan. Matanya berbinar saat melihat kemaluanku tersembul dari celah celana pendek itu. Kancing dasternya kulepas satu persatu, bagian dadanya terbuka lebar. Masih dengan tangan gemetar aku meraih kedua buah dada yang berlapis BH putih itu. Perlahan-lahan aku mulai meremasnya dengan lembut, kedua telapak tanganku kususupkan melewati BH-nya.

“mm…, tante..”, aku menggumam merasakan kelembutan buah dada besar Tante Mirna yang selama sebulan terakhir ini hanya jadi impianku saja. Jari jemariku terasa begitu nyaman, membelai lembut daging kenyal itu, aku memilin puting susunya yang begitu lembutnya.


Akupun semakin berani, BH-nya kutarik ke atas dan wooww…, kedua buah dada itu membuat mataku benar-benar jelalatan.


“Mm…, kamu sudah mulai pintar, Di. Tante mau kamu ..”, Belum lagi kalimat Tante Mirna habis aku sudah mengarahkan mulutku ke puncak bukit kembarnya dan “cruppp…”, sedotanku langsung terdengar begitu bibirku mendarat di permukaan puting susunya.


“Aahh…, Didi, ooohh…, sedooot teruuus aahh”, tangannya semakin mengeraskan genggamannya pada batang penisku, celana pendek itu sejak tadi dipelorotnya ke bawah. Sesekali kulirik ke atas sambil terus menikmati puting buah dadanya satu persatu, Tante Mirna tampak tenang sambil tersenyum melihat tingkahku yang seperti monyet kecil menetek pada induknya. Jelas Tante Mirna sudah berpengalaman sekali. Batang penisku tak lagi hanya diremasnya, ia mulai mengocok-ngocoknya. Sebelah lagi tangannya menekan-nekan kepalaku ke arah dadanya.


“Buka pakaian dulu, Di” ia menarik baju kaos yang kukenakan, aku melepas gigitanku pada puting buah dadanya, lalu celanaku di lepaskannya. Ia sejenak berdiri dan melepas gaun dasternya, kini aku dapat melihat tubuh Tante Mirna yang bahenol itu dengan jelas. Buah dada besar itu bergelantungan sangat menantang. Dan bukit di antara kedua pangkal pahanya masih tertutup celana dalam putih, bulu-bulu halus tampak merambat keluar dari arah selangkangan itu. Dengan agresif tanganku menjamah CD-nya, langsung kutarik sampai lepas.


“Eeeiiit…, ponakan tante sudah mulai nakal yah”, katanya genit semakin membangkitkan nafsuku.

“Saya nggak tahan ngeliat tubuh tante”, dengusanku masih terdengar semakin keras.

“Kita lakukan di kamar yuk..”, ajaknya sambil menarik tanganku yang tadinya sudah mendarat di permukaan selangkangannya.


“Shitt!” makiku dalam hati, baru saja aku mau merasakan lembutnya bukit di selangkangannya yang mulai basah itu.

Tante Mirna langsung merebahkan badan di tempat tidur itu. Tapi mataku sejenak tertuju pada foto Om Toto dengan baju kehormatan militernya.


“Ta…, tapi tante”

“Tapi apa, ah kamu, Di” Tante Mirna melotot.

“Tante kan istri Om Toto”.

“Yang bilang tante istri kamu siapa?”, aku sedikit kendor mendengarnya.

“Saya takut tante, malu sama Om Toto”.

“Emangnya di sini ada kamera yang bisa dilihat dari LA? Didi, Didi.., Kamu nggak usah sebut nama bangsat itu lagi deh!”, intonasi suaranya meninggi.

“Trus gimana dong tante?”, aku tambah tak mengerti.


“Sudahlah Di, kamu lakukan saja, kamu sudah lama kan menginginkan ini?” aku tak bisa menjawab, sementara mataku kembali memandang selangkangan Tante Mirna yang kini terbuka lebar. Hmm, persetan dari mana dia tahu aku sudah menantikan ini, itu urusan belakang.


Aku langsung menindihnya, dadaku menempel pada kedua buah payudara itu, kelembutan buah dada yang dulunya hanya ada dalam khayalan itu sekarang menempel ketat di dadaku. Bibir kamipun kini bertemu, Tante Mirna menyedot lidahku dengan lembut. Uhh, nikmatnya, tanganku menyusup di antara dada kami, meraba-raba dan meremas kedua belahan susunya yang besar itu.


“mm…, ooohh…, tante Mirna…, aahh”, kegelian bercampur nikmat saat Tante Mirna memadukan kecupannya di leherku sambil menggesekkan selangkangannya yang basah itu pada penisku.


“Kamu mau sedot susu tante lagi?”, tangannya meremas sendiri buah dada itu, aku tak menjawabnya, bibirku merayap ke arah dadanya, bertumpu pada tangan yang kutekuk sambil berusaha meraih susunya dengan bibirku. Lidahku mulai bekerja liar menjelajahi bukit kenyal itu senti demi senti.


“Hmm…, pintar kamu Di, ooohh..” Desahan Tante Mirna mulai terdengar, meski serak-serak tertahan nikmatnya jilatanku pada putingnya yang lancip.


“Sekarang kamu ke bawah lagi sayang..”.

Aku yang sudah terbawa nafsu berat itu menurut saja, lidahku merambat cepat ke arah pahanya, Tante Mirna membukanya lebar dan semerbak aroma selangkangannya semakin mengundang birahiku, aku jadi semakin gila. Kusibak bulu-bulu halus dan lebat yang menutupi daerah vaginanya. Uhh, liang vagina itu tampak sudah becek dan sepertinya berdenyut, aku ingat apa yang harus kulakukan, tak percuma aku sering diam-diam nonton VCD porno. Lidahku menjulur lalu menjilati vagina Tante Mirna.


“Ooouuuhh…, kamu cepat sekali belajar, Di. Hmm, enaknya jilatan lidah kamu…, ooohh ini sayang”, ia menunjuk sebuah daging yang mirip biji kacang di bagian atas kemaluannya, aku menyedotnya keras, lidah dan bibirku mengaduk-aduk isi liang vaginanya.


“ooohh, yaahh…, enaak, Di, pintar kamu Di…, ooohh”, Tante Mirna mulai menjerit kecil merasakan sedotanku pada biji kacang yang belakangan kutahu bernama clitoris.

Ada sekitar tujuh menit lebih aku bermain di daerah itu sampai kurasakan tiba-tiba ia menjepit kepalaku dengan keras di antara pangkal pahanya, aku hampir-hampir tak dapat bernafas.


“Aahh…, tante nggak kuaat aahh, Didiii”, teriaknya panjang seiring tubuhnya yang menegang, tangannya meremas sendiri kedua buah dadanya yang sejak tadi bergoyang-goyang, dari liang vaginanya mengucur cairan kental yang langsung bercampur air liur dalam mulutku.


“Uffff…, Di, kamu pintar bener. Sering nonton yah?” ia memandangku genit.


“Makasih Di, selama ini tante nggak pernah mengalaminya…, makasih sayang. Sekarang beri tante kesempatan istirahat sebentar saja”, ia lalu mengecupku dan beranjak ke arah kamar mandi.


Aku tak tahu harus melakukan apa, senjataku masih tegang dan keras, hanya sempat mendapat sentuhan tangan Tante Mirna. Batinku makin tak sabar ingin cepat menumpahkan air maniku ke dalam vaginanya. Masih jelas bayangan tubuh telanjang Tante Mirna beberapa menit yang lalu…., ahh aku meloncat bangun dan menuju ke kamar mandi. Kulihat Tante Mirna sedang mengguyur tubuhnya di bawah shower.


“Tante…”.

“Hmm, kamu sudah nggak sabar ya?” ia mengambil handuk dan mendekatiku. Tangannya langsung meraih batang penisku yang masih tegang.


“Woooww…, tante baru sadar kalau kamu punya segede ini, Di…, ooohhmm”, ia berjongkok di hadapanku. Aku menyandarkan tubuh di dinding kamar mandi itu dan secepat kilat Tante Mirna memasukkan penis itu ke mulutnya.

“Ohh…, nikmat Tante Mirna ooohh…, ooohh…, ahh”, geli bercampur nikmat membuatku seperti melayang. Baru kali ini punyaku masuk ke dalam alatnya perempuan, ternyata…, ahh…, lezatnya setengah mati. Penisku tampak semakin tegang, mulut mungil Tante Mirna hampir tak dapat lagi menampungnya. Sementara tanganku ikut bergerak meremas-remas payudaranya.


“uuuhh… punya kamu ini lho, Di…., tante jadi nafsu lagi nih, yuk kita lanjutin lagi”, tangannya menarikku kembali ke tempat tidur, Tante Mirna seperti melihat sesuatu yang begitu menakjubkan. Perempuan setengah baya itu langsung merebahkan diri dan membuka kedua pahanya ke arah berlawanan, mataku lagi-lagi melotot ke arah belahan vaginanya. mm…, kusempatkan menjilatinya semenit lalu dengan tergesa-gesa aku tindih tubuhnya.


“Heh…, sabar dong, Di. Kalau kamu gelagapan gini bisa cepat keluar nantinya”.

“Keluar apa, Tante?”.


“Nanti kamu tahu sendiri, deh” tangannya meraih penisku di antara pahanya, kakinya ditekuk hingga badanku terjepit diantaranya. Pelan sekali ibu jari dan telunjuknya menempelkan kepala penisku di bibir kemaluannya.


“Sekarang kamu tekan pelan-pelan sayang…, Ahhooowww, yang pelan sayang oh punya kamu segede kuda tahu!”, liriknya genit saat merasakan penisku yang baru setengah masuk itu.


“Begini tante?”, dengan hati-hati kugerakkan lagi, pelan sekali, rasanya seperti memasuki lubang yang sangat sempit.


“Tarik dulu sedikit, Di…, yah tekan lagi. Pelan-pelan…, yaahh masuk sayang ooohh besarnya punya kamu…, ooohh”.

“Tante suka?”.


“Suka sayang ooohh, sekarang kamu goyangin…, mm…, yak gitu terus tarik, aahh…, pelan sayang vagina tante rasanya…, ooouuuhh mau robek, mmhh…, yaahh tekan lagi sayang…, ooohh…, hhmm…, enaakkk…, ooohh”.

“Kalau sakit bilang saya yah tante?”, kusempatkan mengatur gerakan, tampaknya Tante Mirna sudah bisa menikmatinya, matanya memejam.


“Hmm…, ooohh..”, Tante Mirna kini mengikuti gerakanku. Pinggulnya seperti berdansa ke kiri kanan. Liang vaginanya bertambah licin saja. Penisku kian lama kian lancar, kupercepat goyanganku hingga terdengar bunyi selangkangannya yang becek bertemu pangkal pahaku. Plak.., plak.., plak.., plak.., aduh nikmatnya perempuan setengah baya ini. Mataku merem melek memandangi wajah keibuan Tante Mirna yang masih saja mengeluarkan senyuman. Nafsuku semakin jalang, gerakanku yang tadinya santai kini tak lagi berirama. Buah dadanya tampak bergoyang ke sana ke mari, mengundang bibirku beraksi.

“ooohh sayang kamu buas sekali. hmm…, tante suka yang begini, ooohh…, genjot terus mm”.

“Uuhh tante nikmat tante…, mm tante cantik sekali ooohh..”.


“Kamu senang sekali susu tante yah? ooohh sedooot teruuus susu tanteee aahh…, panjang sekali peler kamu ooohh, Didiii…, aahh”.Jeritannya semakin keras dan panjang, denyutan vaginanya semakin terasa menjepit batang penisku yang semakin terasa keras dan tegang.


“Di..?”, dengusannya turun naik.

“Yah uuuhh ada apa tante…”.

“Kamu bener-bener hebat sayang…, ooowwww…, uuuhh.., tan.., tante.., mau keluar hampiiirr…, aahh…”, gerakan pinggulnya yang liar itu semakin tak karuan, tak terasa sudah lima belas menit kami berkutat.


“ooohh memang enaak tante, ooohh…, Tante Mirna. Tante Mirna, ooohh…, tante, ooohh…, nikmat sekali tante, ooohh..” aku bahkan tak mengerti apa maksud kata “keluar” itu. Aku hanya peduli pada diriku, kenikmatan yang baru pertama kali kurasakan seumur hidup. Tak kuhiraukan tubuh Tante Mirna yang menegang keras, kuku-kuku tangannya mencengkeram punggungku, pahanya menjepit keras pinggangku yang sedang asyik turun naik itu, “aahh…, Di.., diii…, tante ke…luaarrr laagiii…, aahh”, vagina Tante Mirna terasa berdenyut keras sekali, seperti memijit batangan penisku dan uuhh ia menggigit pundakku sampai kemerahan. Kepala penisku seperti tersiram cairan hangat di dalam liang rahimnya. Sesaat kemudian ia lemas lagi.


“Tante capek? Maaf tante kalau saya keterlaluan..”.


“mm…, nggak begitu Di, yang ini namanya tante orgasme, bukan kamu yang salah kok, justru kamu hebat sekali…, ah, ntar kamu tahu sendiri deh…, kamu tunggu semenit aja yah, uuuhh hebat”.


Aku tak tahu harus bilang apa, penisku masih menancap di liang kemaluan Tante Mirna.

“Kamu peluk tante dong, mm”.

“Ahh tante, saya boleh lanjutin nggak sih?”.

“Boleh, asal kamu jangan goyang dulu, tunggu sampai tante bangkit lagi, sebentaar aja. Mainin susu tante saja ya?”.


“Baik tante…”.


Kau tak sabar ingin cepat-cepat merasakan nikmatnya “keluar” seperti Tante Mirna. Ia masih diam saja sambil memandangiku yang sibuk sendiri dengan puting susu itu. Beberapa saat kemudian kurasakan liang vaginanya kembali bereaksi, pinggulnya ia gerakkan.


“Di..”.

“Ya tante?”.

“Sekarang tante mau puasin kamu, kasih tante yang di atas ya, sayang…, mmhh, pintar”.

Posisi kami berbalik. Kini Tante Mirna menunggangi tubuhku. Perlahan tangannya kembali menuntun batang penisku yang masih tegang itu memasuki liang kenikmatannya, dan uuuhh terasa lebih masuk.


Tante Mirna mulai bergoyang perlahan, payudaranya tampak lebih besar dan semakin menantang dalam posisi ini. Tante Mirna berjongkok di atas pinggangku menaik-turunkan pantatnya, terlihat jelas bagaimana penisku keluar masuk liang vaginanya yang terlihat penuh sesak, sampai bibir kemaluan itu terlihat sangat kencang.


“ooohh enaak tante…, oooh Tante Mirna…, oooh Tante Mirna…, ooo tante…, hmm, enaak sekali…, ooohh..” kedua buah payudara itu seperti berayun keras mengikuti irama turun naiknya tubuh Tante Mirna.


“Remeees susu tante sayang, ooohh…, yaahh.., pintar kamu…, ooohh…, tante nggak percaya kamu bisa seperti ini, ooohh…, pintar kamu Didi ooohh…, ganjal kepalamu dengan bantal ini sayang”, Tante Mirna meraih bantal yang ada di samping kirinya dan memberikannya padaku.

“Maksud tante supaya saya bisa…, crup.., crup..”, mulutku menerkam puting panyudaranya.


“Yaahh sedot susu tante lagi sayang…, mm.., yak begitu teruuus yang kiri sayang ooohh”.

Tante Mirna menundukkan badan agar kedua buah dadanya terjangkau mulutku. Decak becek pertemuan pangkal paha kami semakin terdengar seperti tetesan air, liang vaginanya semakin licin saja. Entah sudah berapa puluh cc cairan kelamin Tante Mirna yang meluber membasahi dinding vaginanya. Tiba-tiba aku teringat adegan filn porno yang tadi kulihat, “yap…, doggie style!” batinku berteriak kegirangan, mendadak aku menahan goyangan Tante Mirna yang tengah asyik.


“Huuuhh…, ooohh ada apa sayang?”, nafasnya tersenggal.


“Saya mau pakai gaya yang ada di film, tante”.

“Gaya yang mana, yah…, ada banyak tuh?”.

“Yang dari belakang trus tante nungging”.

“Hmm…, tante ngerti…, boleh”, katanya singkat lalu melepaskan gigitan vaginanya pada penisku.


“Yang ini maksud kamu”, Tante Mirna menungging tepat di depanku yang masih terduduk.


“Iya tante..” Hmm lezatnya, pantat Tante Mirna yang besar dan belahan bibir vaginanya yang memerah, aku langsung mengambil posisi dan tanpa permisi lagi menyusupkan penisku dari belakang. Kupegangi pinggangnya, sebelah lagi tanganku meraih buah dada besarnya.


“ooohh…, nggg…, yang ini hebaat Di…, ooohh, genjot yang keras sayang, ooohh…, tambah keras lagi…, uuuhh..”.

“ooohh tante…, taannn..teee…, ooohh…, nikmat tante Mirnaii..”.


Kepalanya menggeleng keras ke sana ke mari, aku rasa Tante Mirna sedang berusaha menikmati gaya ini dengan semaksimal mungkin. Teriakannyapun makin ngawur.

“ooohh…, jangan lama-lama lagi sayang tante mau keluar lagi oooh..” aku menghentikan gerakan dan mencabut penisku.


“Baik tante sekarang…, mm, coba tante berbaring menghadap ke samping, kita selesaikan dengan gaya ini”.


“Goodness! Kamu sudah mulai pintar sayang mmhh”, Tante Mirna mengecup bibirku.

Perintahkupun diturutinya, ia seperti tahu apa yang aku inginkan. Ia menghempaskan badannya kembali dan berbaring menghadap ke samping, sebelah kakinya terangkat dan mengangkang, aku segera menempatkan pinggangku di antaranya. Buah penisku bersiap lagi.


“aahh tante…, uuuhh…, nikmat sekali, ooohh…, tante sekarang Tante Mirna, ooohh…, saya nggak tahan tanteee…, enaak…, ooohh”.

“Tante juga Didi…, Didi…, Didi sayaanggg, ooohh…, keluaar samaan sayaang oooh” kami berdua berteriak panjang, badanku terasa bergetar, ada sebentuk energi yang maha dahsyat berjalan cepat melalui tubuhku mengarah ke bawah perut dan, “Craat…, cratt…, craatt…, crattt”, entah berapa kali penisku menyemburkan cairan kental ke dalam rahim Tante Mirna yang tampak juga mengalami hal yang sama, selangkangan kami saling menggenjot keras. Tangan Tante Mirna meremas sprei dan menariknya keras, bibirnya ia gigit sendiri. Matanya terpejam seperti merasakan sesuatu yang sangat hebat.

Beberapa menit setelah itu kami berdua terkapar lemas, Tante Mirna memelukku erat, sesekali ia mencium mesra. Tanganku tampaknya masih senang membelai lembut buah dada Tante Mirna. Kupintir-pintir putingnya yang kini mulai lembek. Mataku memandangi wajah manis perempuan paruh baya itu, meski umurnya sudah berkepala empat namun aku masih sangat bernafsu melihatnya. Wajahnya masih menampakkan kecantikan dan keanggunannya. Meski tampak kerutan kecil di leher wanita itu tapi…, aah, persetan dengan itu semua, Tante Mirna adalah wanita pertama yang memperkenalkan aku pada kenikmatan seksual. Bahkan dibanding Devi, Rani, Shinta dan teman sekelasku yang lain, perempuan paruh baya ini jauh lebih menarik.


“Tante nggak nyangka kamu bisa sekuat ini, Di..”.

“Hmm…”.

“Betul ini baru yang pertama kali kamu lakukan?”.

“Iya tante..”.

“Nggak pernah sama pacar kamu?”.

“Nggak punya tante…”.

“Yang bener aja ah”.

“Iya bener, nggak bohong kok, tante…, tante nggak kapok kan ngajarin saya yang beginian?”.

“Ya ampuuun..” Ia mencubit genit, “masa sih tante mau ngelepasin kamu yang hebat gini, tahu nggak Di, suami tante nggak ada apa-apanya dibanding kamu..”.

“Maksud tante?”.

“Om Totomu itu kalau main paling lama tiga menit…, lha kamu? Tante sudah keluar beberapa kali kamu belum juga, apa nggak hebat namanya”.

“Ngaak tahu deh tante, mungkin karena baru pertama ini sih…”.

“Tapi menurut tante kamu emang punya bakat alam, lho? Buktinya baru pertama begini saja kamu sudah sekuat itu, apalagi kalau sudah pengalaman nanti…, pasti tante kamu bikin KO…, lebih dari yang tadi”.

“Terima kasih tante..”.

“Untuk?”.

“Untuk yang tadi..”.

“Tante yang terima kasih sama kamu…, kamu yang pertama membuat tante merasa seperti ini”.

“Saya nggak ngerti…”.


“Di.., dua puluh tahun lebih sudah usia perkimpoian tante dengan Om Toto. Tak pernah sedetikpun tante menikmati hubungan badan yang sehebat ini. Suami tante adalah tipe lelaki egois yang menyenangkan dirinya saja. Tante benar-benar telah dilecehkannya. Belakangan tante berusaha memberontak, rupanya dia sudah mulai bosan dengan tubuh tante dan seperti rekannya yang lain sesama pejabat, ia menyimpan beberapa wanita untuk melampiaskan nafsu seksnya. Tante tahu semua itu dan tante nggak perlu cerita lebih panjang lebar karena pasti kamu sudah sering mendengar pertengkaran tante”, Suaranya mendadak serius, tanganku memeluk tubuhnya yang masih telanjang. Ada sebersit rasa simpati mendengar ceritanya yang polos itu, betapa bodohnya lelaki bernama Om Toto. Perempuan secantik dan senikmat ini di biarkan merana.

“Kriiing…, kriiing…, kriiing”, aku terhenyak kaget.

“Celaka..! Pasti…, mmungkin?, tante…, gimana nih?”.


“pssstt..” Ia menempelkan telunjukknya di bibirku lalu tangan tante Mirna mengangkat gagang telfon yang berada di samping tempat tidur. Ia terduduk, masih tanpa busana, pemandangan asyik untukku yang ada tepat di belakangnya.


“Celaka, jangan-jangan…, Om Toto tahu.., Ah nggak munkin mereka sudah sampai di LA..”, batinku merasa khawatir.


“Halooo…, eh Son?”, aku tambah khawatir.

“Udah nyampe kalian..?”.

“ooo…, mereka sudah di…”, hatiku agak lega mendengarnya.

“Lia sama adik kamu gimana?”, ternyata Sonny menelfon dari Amerika. Hanya memberitahu mamanya kalau mereka sudah sampai. Tampak sekali hubungan Om Toto dan istrinya sedang renggang, tak kudengar mereka berbicara. Hanya Sonny dan Julia.


“Kamu nanti kalau balik ke sini bawa oleh-oleh lho?”, tanganku iseng meraba punggungnya yang halus mulus. Tante Mirna melirik nakal sambil terus berbicara. “Apa aja yang penting ada buat Mama…, eh!” ia merasa geli saat aku mencium pinggangnya, aku memeluknya dari arah belakang, tanganku meraba permukaan buah dada itu dan sedikit memijit.


“Ah nggak…, ada nyamuk di kaki Mama…, hmm, trus pacar kamu gimana, kirain jadi ngajak doi ke situ”, kepalaku kini bersandar di atas pahanya, mataku lagi-lagi melirik buah dada itu, tangankupun, “ahh…, aduh nyamuknya banyak sekarang yah, ooo Mama kan belum tutup jendela…, hmm..” mata Tante Mirna terpejam begitu tanganku menyentuh permukaan buah dadanya, merayap perlahan menyusuri kelembutan bukit indah itu menuju puncak dan, ” mm a..” aku memintir putingnya yang coklat kemerahan itu. “Mama lagi baca ini lho artikel masakan khas Amerika latin kayaknya nikmat ya?” telapak tanganku mulai lagi, meremasnya satu persatu, “Hmm”, Tante Mirna rupanya pintar juga membuat alasan pada anaknya.


Sambil terus berbicara di telepon dengan sebelah tangannya ia meraih penisku yang mulai tegang lagi. Aku hampir saja lupa kalau ia sedang on line, hampir saja aku mendesah. Untung Tante Mirna cepat menyumbat mulutku dengan tangannya. Nyaris saja.


“Eh, kakakmu gimana prestasinya”, jari telunjuk Tante Mirna mengurut tepat di leher bawah kepala penisku, semakin tegang saja, shitt…, aku nggak bisa bersuara. Aku tak tahan dan beranjak turun dari tempat tidur itu dan langsung berjongkok tepat di depan pahanya di pinggiran spring bed, menguak sepasang paha montok dan putih itu ke arah berlawanan.

“mmhh…, aahh…, oh nggak, Mama cuma sedikit kedinginan…, uuuhh” lidahku langsung mendarat di permukaan segitiga terlarang itu.

“ssshh yaa…,enakkk..”, Tante Mirna sedikit keceplosan.


“Ini…, nih, Mama tadi dibawain fried chicken sama tante Maurin” ia beralasan lagi.

Lidahku kian mengganas, kelentit sebesar biji kacang itu sengaja kusentuh.


“mm fuuuhh…, Mama ngantuk nih…, mau bobo dulu, capek dari kerja tadi, yah?

“Udahan dulu ya sayang…, besok Mama yang telfon kalian…, daah”, diletakkannya gagang telepon itu lalu Tante Mirna mematikan sistem sambungannya.


“Lho kok dimatiin teleponnya tante?”.

“Tante nggak mau diganggu siapapun malam ini, malam ini tante punya kamu, sayang. Tante akan layani kamu sampai kita berdua nggak kuat lagi. Kamu boleh lakukan apa saja. Puaskan diri kamu sayang aahh”, aku tak mempedulikan kata-katanya, lidahku sibuk di daerah selangkangannya.


Malam itu benar-benar surga bagi kami, permainan demi permainan dengan segala macam gaya kami lakukan. Di karpet, di bathtub, bahkan di ruang tengah dan di meja kerja Om Toto sampai sekitar pukul tiga dini hari. Kami sama-sama bernafsu, aku tak ingat lagi berapa kali kami melakukannya. Seingatku disetiap akhir permainan, kami selalu berteriak panjang. Benar-benar malam yang penuh kenikmatan.

Aku terbangun sekitar jam 11 siang, badanku masih terasa sedikit pegal. Tante Mirna sudah tidak ada di sampingku.


“Tante..?” pangilku setengah berteriak, tak ada jawaban dari istri Om Toto yang semalam suntuk kutiduri itu. Aku beranjak dari tempat tidur dan memasang celana pendek, sprei dan bantal-bantal di atas tempat tidur itu berantakan, di banyak tempat ada bercak-bercak bekas cairan kelamin kami berdua. Aku keluar kamar dan menemukan secarik kertas berisi tulisan tangan Tante Mirna, ternyata ia harus ke tempat kerjanya karena ada kontrak yang harus dikerjakan.


“Hmm…, padahal kalau main baru bangun tidur pastilah nikmat sekali”, pikiranku ngeres lagi.

Aku kembali ke kamar Tante Mirna yang berantakan oleh kami semalam, lalu dengan cekatan aku melepas semua sprei dan selimut penuh bercak itu. Kumasukkan ke mesin cuci. Tiga puluh menit kemudian kamar dan ruang kerja Om Toto kubuat rapi kembali. Siap untuk kami pakai main lagi.


“Fuck..! Aku lupa sekolah…, ampuuun gimana nih”, Sejenak aku berpikir dan segera kutelepon Tante Mirna di kantornya.

“Halo PT. Chandra Asri International, Selamat pagi”, suara operator.

“Ya Pagi.., Bu Mirna ada?”.

“Dari siap, pak?”.

“Bilang dari Sonny, anaknya..”.

“Oh Mas sonny”.

“Huh dasar sok akrab”, umpatku dalam hati.

“Halo Son, sorry Mama nggak nelpon kamu pagi ini…, Mama telat bangunnya” aku diam saja.

“Halo…, halo…, Son.., Sonny”.

“Saya, Tante. Didi bukan Mas Sonny…”.

“Eh kamu sayang…, gimana? mau lagi? Sabar ya, tungguin tante..”.

“Bukan begitu tante.., tapi saya jadi telat bangun…, nggak bisa masuk sekolah”.

“Oooh gampang.., ntar tante yang telepon Pak Yogi, kepala sekolah kamu itu…, tante bilang kamu sakit yah?”.

“Nggak ah tante, ntar jadi sakit beneran..”.

“Tapi emang benar kan kamu sakit…, sakit.., sakit anu! Nah lo!”.

“aah, tante…, tapi bener nih tante tolong sekolah saya di telepon yah?”.

“Iya…, iya.., eh Di.., kamu kepingin lagi nggak..”.

“Tante genit”.

“Nggak mau? Awas lho Tante cari orang lain..”.

“Ah Tante, ya mau dong…, semalam nikmat yah, tante..”.

“Kamu hebat!”.

“Tante juga…., nanti pulang jam berapa?”.

“Tunggu aja…, sudah makan kamu?”.

“Belum, tante sudah?”.

“Sudah…, mm, kalau gitu kamu tunggu aja di rumah, tante pesan catering untuk kamu…, biar nanti kamu kuat lagi”.

“Tante bisa aja…, makasih tante..”.

“Sama-sama, sayang…, sampai nanti ya, daahh”.

“Daah, tante”.


Tak sampai sepuluh menit seorang delivery service datang membawa makanan.

“Ini dari, Bu Mirna, Mas talong ditandatangan. Payment-nya sudah sama Bu Mirna”.

“Makasih, mang..”.

“Sama-sama, permisi..”.


Aku langsung membawanya ke dalam dan menyantapnya di depan pesawat TV, sambil melanjutkan nonton film porno, untuk menambah pengalaman. Makanan kiriman Tante Mirna memang semua berprotein tinggi. Aku tahu benar maksudnya. Belum lagi minuman energi yang juga dipesannya untukku. Rupanya istri Om Toto itu benar-benar menikmati permainan seks kami semalam, eh aku juga lho…, kan baru pertama. Sambil terus makan dan menyaksikan film itu aku membayangkan tubuh dan wajah Tante Mirna bermain bersamaku. Penisku terasa pegal-pegal dibuatnya. Huh…,aku mematikan TV dan menuju kamarku.


“Lebih baik tidur dan menyiapkan tenaga…”, aku bergumam sendiri dalam kamar.Sambil membaca buku pelajaran favorit, aku mencoba melupakan pikiran-pikiran tadi. Lama-kelamaan akupun tertidur. Jam menunjukkan pukul 12.45.

Sore harinya aku terbangun oleh kecupan bibir Tante Mirna yang ternyata sudah ada di sampingku.


“Huuuaah…, jam berapa sekarang tante?”.

“Hmm.., jam lima, tante dari tadi juga sudah tidur di sini, sayang kamu tidur terlalu lelap. Tante sempat tidur kurang lebih dua jam sejak tante pulang tadi, gimana, kamu sudah pulih..”.

“Sudah dong tante, empat jam lebih tidur masa sih nggak seger..”, kami saling berciuman mesra, “crup…, crup”, lidah kami bermain di mulutnya.

“Eh…, tante mau jajan dulu ah…, sambil minum teh, yuuk di taman. Tadi tante pesan di Dunkin…, ada donat kesukaan kamu”, ia bangun dan ngeloyor keluar kamar.


“Uh.., Tante Mirna..”, gumamku pelan melihat bahenolnya tubuh kini terbungkus terusan sutra transparan tanpa lengan. Bayangan CD dan BH-nya tampak jelas.


Aku masih senang bermalas-malasan di tempat tidur itu, pikiranku rasanya tak pernah bisa lepas dari bayangan tubuhnya. Beberapa saat saja penisku sudah tampak tegang dan berdiri, dasar pemula! Sejak sering tegang melihat tubuh Tante Mirna sebulan belakangan ini, aku memang jarang memakai celana dalam ketika di rumah agar penisku bisa lebih leluasa kalau berdiri seperti ini.


“Hmm, tante Mirna…, aahh” desahku sambil menggenggam sendiri penisku, aneh…, aku membayangkan orang yang sudah jelas bisa kutiduri saat itu juga, tak tahulah…, rasanya aku gila!


Tanganku mengocok-ngocok sendiri hingga kini penis besar dan panjang itu benar-benar tegak dan tampak perkasa sekali. Aku terus membayangkan bagaimana semalam kepala penis ini menembus dan melesak keluar masuk vagina Tante Mirna. Kutengok ke sana ke mari.

“Tante..”, panggilku.


“Di dapur, sayang”, sahutnya setengah berteriak, aku bergegas ke situ, kulihat ia sedang menghangatkan donat di microwave. Dan…, uuuhh, tubuh yang semalam kunikmati itu, dari arah belakang…, bayangan BH dan celana dalam putih di balik gaun sutranya yang tipis membuatku berkali-kali menelan ludah.

“uuuhh tante…, sayang”, tak sanggup lagi rasanya aku menahan birahiku, kupeluk ia dari belakang, sendok yang ada di tangannya terjatuh, penisku yang sudah tegang kutempelkan erat di belahan pantatnya.


“Aduuuhh…, Didi nakal kamu ah..” ia melirikku dengan pandangan menggoda. Aku semakin berani, tangan kananku meraih buah dada Tante Mirna dari celah gaun di bawah ketiaknya. Lalu tangan kiriku merayap dari arah bawah, paha yang halus putih mulus itu terus ke arah gundukan kemaluannya yang masih berlapis celana dalam. Telunjuk dan jari tengahku langsung menekan, mengusap-usap dan mencubit kecil bibir kemaluannya.


“Ehhmm…, nnggg…, aahh…, nakaal, Didi”.

“Tante…, tante, saya nggak tahan ngeliat tante…, saya bayangin tubuh tante terus dari tadi pagi” Tangan kiriku menarik ujung celana dalam itu turun, ia mengangkat kakinya satu persatu dan terlepaslah celana dalamnya yang putih. Kutarik cup BH-nya ke atas hingga tangan kananku kini bebas mengelus dan meremas buah dadanya. Dengan gerak cepat kulorotkan pula celana dalam yang kupakai lalu bergegas tangan kiriku menyingkap gaun sutranya ke atas. Kudorong tubuh Tante Mirna sampai ia menunduk dan terlihaylah dengan jelas celah vaginanya yang masih tampak tertutup rapat. Aku berjongkok tepat di belakangnya.


“Idiiihh, Didi. Tante mau diapain nih..”, katanya genit. Lidahku menjulur ke arah vaginanya. Aroma daerah kemaluan itu merebak ke hidungku, semakin membuatku tak sabar dan…, “huuuhh…, srup.., srup.., srup”, sekali terkam bibir vagina sebelah bawah itu sudah tersedot habis dalam mulutku.


“aahh.., Didi…, enaakkk..”, jerit perempuan setengah baya itu, tangannya berpegang di pinggiran meja dapur.


“aawwww…, geliii”, kugigit pantatnya. Uuh, bongkahan pantat inilah yang paling mengundang birahiku saat melihatnya untuk pertama kali. Mulus dan putih, besar menggelembung dan montok.


Lima menit kemudian aku berdiri lagi setelah puas membasahi bibir vaginanya dengan lidahku. Kedua tanganku menahan gerakan pinggulnya dari belakang, gaun itu masih tersingkap ke atas, tertahan jari-jari tanganku yang mencengkeram pinggulnya. Dan hmm, kuhunjamkan penis besar dan tegang itu tepat dari arah belakang, “Sreeep…, Bleeesss”, langsung menggenjot keluar masuk vagina Tante Mirna.


“aahh…, Didi…, enaak…, huuuhh tante senang yang ini ooohh..”

“Enak kan tante…, hmm…, ooohh…, agak tegak tante biar susunya…, yaakkk oooh enaakk”.

“Yaahh…, tusuk yang keras…, hmm…, tante nggak pernah gini sebelumnya…, ooohh enaakk pintarnya kamu sayaang…, ooohh enaak…, terus…, terus yah tarik dorong keeeraass…, aahh…, kamu yang pertama giniin tante, Di…, ooohh…, ssshh..”, hanya sekitar tiga menit ia bertahan dan, “Hooohh…, tante…, mauuu…, keluar…, sekarang…, ooh hh…, sekarang Di, aahh…”. Vaginanya menjepit keras, badannya tegang dengan kepala yang bergoyang keras ke kiri dan ke kanan.

Aku tak mempedulikannya, memang sejenak kuberi ia waktu menarik nafas panjang. Aku membiarkan penisku yang masih tegang itu menancap di dalam. Ia masih menungging kelelahan.


“Balik tante..”, Pintaku sambil melepaskan gigitan di kemaluannya.”Apalagi, sayang…, ya ampun tante nggak kuat.., aahh”.

Aku meraih sebuah kursi.ia mengira aku akan menyuruhnya duduk, “Eiih bukan tante, sekarang tante nyender di dinding, Kaki kiri tante naik di kursi ini..”.

“Ampuuun, Didi…, tante mau diapain sayang..”, ia menurut saja.


Wooow! Kudapatkan posisi itu, selangkangan itu siap dimasuki dari depan sambil berdiri, posisi ini yang membuatku bernafsu.


“Sekarang tante…, yaahh..”, aku menusukkan penisku dari arah depannya, penisku masuk dengan lancar. Tanganku meremas kedua susunya sedangkan mulut kami saling mengecup.


“mmhh…, hhmm..”, ia berusaha menahan kenikmatan itu namun mulutnya tertutup erat oleh bibirku.


Hmm, di samping kanan kami ada cermin seukuran tubuh. Tampak pantatku menghantam keras ke arah selangkangannya. Penisku terlihat jelas keluar masuk vaginanya. Payudaranya yang tergencet dada dan tanganku semakin membuatku bernafsu.

“Cek.., cek.., cek”, gemercik suara kemaluan kami yang bermain di bawah sana. Kulepaskan kecupanku setelah tampak tanda-tanda ia menikmatinya.


“uuuhh hebaat…,, kamu sayang…, aduuuh mati tante…, aahh enaak mati aku Di, ooohh…, ayo keluarin sayang…, aahh tante capeeekkk…, sudah mau sampai lagi niiih aahh..” wajahnya tampak tegang lagi, pipinya seperti biasa, merah, sebagai tanda ia segera akan orgasme lagi.

Kupaksakan diriku meraih klimaks itu bersamaan dengannya. Aku agaknya berhasil, perlahan tapi pasti kami kemudian saling mendekap erat sambil saling berteriak keras.

“aahh…, tante keluaar..”.


“Saya juga tante huuhh…, nikmat.., nikmat…, ooohh…, Tante Mirna…, aahh”, dan penisku, “Crat.., crat.., crat.., seeer”, menyemprotkan cairannya sekitar lima enam kali di dalam liang vagina Tante Mirna yang juga tampak menikmati orgasmenya untuk kedua kali.


“Huuuhh…, capeeekk…, sayang” ia melepaskan pelukannya dan penisku yang masih menancap itu. Hmm, kulihat ada cairan yang mengalir di pahanya bagian dalam, ada yang menetes di lantai.


“Mau di lap tante?”, aku menawarkan tissue.

“Nggak sayang…, tante senang, kok. Tante bahagia…, yang mengalir itu sperma kamu dan cairan kelamin tante sendiri. Tante ingin menikmatinya..”, ia berkata begitu sambil memberiku sebuah ciuman.


“Hmm.., Tante Mirna..”, Kuperbaiki letak BH dan rambutnya yang acak-acakan, kemudian ia kembali menyiapkan jajanan yang sempat terhenti oleh ulah nakalku.


Aku kembali ke kamar dan keluar lagi setelah mengenakan baju kaos. Tante Mirna telah menunggu di taman belakang rumahnya yang sangat luas, kira-kira sekitar 25 acre. Kami duduk santai berdua sambil bercanda menikmati suasana di pinggiran sebuah danau buatan. Sesekali kami berciuman mesra seperti pengantin baru yang lagi haus kemesraan. Jadilah dua minggu kepergian keluarga Om Toto itu surga dunia bagiku dan Tante Mirna. Kami melakukannya setiap hari, rata-rata empat sampai lima kali sehari!


Menjelang sore, Tante Mirna mengajakku mandi bersama. Bisa ditebak, kami melakukannya lagi di bathtub kamar mandi mewah itu. Saling menyabuni dan…, hmm, bayangin sendiri deh. Itulah pengalaman pribadiku saat pertama mengenal seks bersama guru seks-ku yang sangat cantik, Tante Mirna.

Panduan Bermain Poker Online IDN Play

BCD.Cara bermain game omaha online untuk para pemula dan yang paling mudah di pahami Perusahaan poker terbesar diasia tenggara IDNPOKER baru...