Sabtu, 31 Maret 2018

6 Daya Tarik Ponsel Terbaru VIVO V9 Yang Bikin Kamu Makin Eksis Dan Greget



BCD.Vivo kemarin baru saja meluncurkan smartphone terbarunya, Vivo V9. Ini adalah smartphone terbaru besutan vendor asal China tersebut, yang diklaim punya sederet keunggulan yang bisa konsumen nikmati di harga yang terjangkau.


Tak cuma soal desain elegan yang menonjolkan bagian depan perangkat yang didominasi layar, Vivo V9 juga diklaim sebagai perangkat cerdas berbasis AI. AI atau kecerdasan buatan ini akan terpasang di berbagai aspek Vivo V9.

Berikut beberapa keunggulan yang bisa kita dapat dari Vivo V9.

1.Layar kekinian
Layar dengan desain notch, memang tak bisa dipungkiri merupakan ciri khas dari iPhone X. Namun kini para vendor smartphone Android berbondong untuk mengaplikasikannya juga di produk mereka. Vivo V9 adalah salah satunya.

Berkat desain ini, ukuran layar bisa meningkat hingga 5,2 persen hingga dalam bodi yang lebih kecil, terdapat bentang layar 6,3 inci. Aspek rasio layarnya pun cukup besar, jadi 19:9 di mana lazimnya smartphone kekinian mengusung 18:9.

Rasio bodi ke layar yang tinggi ini juga didapatkan dengan mengurangi ukuran bezel samping hingga 19 persen menjadi 1,75mm. Memaksimalkan desain Vivo V9, setiap sudut dan lengkungan juga disesuaikan untuk memastikan kenyamanan smartphone di telapak tangan pengguna.

2.Kamera Yahud

Teknologi AI terbaru pada kamera Vivo V9 tersemat pada apa yang diklaim Vivo sebagai crystal-clear AI Selfie 24MP yang merupakan kamera depan, serta Dual Rear Camera AI-Bokeh 13MP+2MP yang merupakan kamera belakang yang mengusung dual kamera.

Demi menyematkan fitur pembelajaran mesin untuk aspek foto di Vivo V9, Vivo melakukan berbagai riset komprehensif terhadap pengguna, serta perangkat lunak dan machine learning. Dari riset tersebut Vivo mengklaim bahwa Vivo V9 dapat menghasilkan foto yang jernih, serta menunjukkan keindahan mereka dengan natural.

Terdapat tiga aspek AI di kamera Vivo V9. Pertama, AI Face Beauty yang mampu mengidentifikasi usia, jenis kelamin, warna kulit, tekstur wajah pengguna, serta lingkungan pencahayaan di sekitarnya. Database dari hampir 1 juta selfie dari seluruh dunia telah digunakan untuk melatih algoritma AI ini.

Kedua, Fitur AI Selfie Lighting terbaru juga memungkinkan pengguna menghasilkan foto yang artistik kapanpun dimanapun tanpa perlu pengaturan yang rumit. Algoritma AI V9 mengubah profil wajah dalam foto 2D asli, menjadi model 3D untuk memproses aksen cahaya secara lebih otentik.

Ketiga, Dual Rear Camera - AI Bokeh 13MP+2MP vivo V9 menghasilkan foto dengan bokeh layaknya kamera DSLR. Memaksimalkan algoritma AI Bokeh berdasarkan machine learning, vivo V9 dapat mencapai tingkat presisi yang tinggi dalam mengidentifikasi objek foto, serta memastikan aspek fokus untuk setiap foto yang diambil.

3.Performa Yang Didukung Tehnologi AI

Teknologi AI pada Vivo V9 juga dimanfaatkan untuk kinerja dan ketahanan daya baterai smartphone jadi jauh lebih baik. Hal ini dilakukan dengan adanya fitur Vivo AI Smart Engine.

Fitur ini berbasis pembelajaran mesin, yakni dengan mempelajari kebiasaan dan preferensi harian pengguna. AI Smart Engine ini juga mengutamakan proses jalannya fitur, serta kapasitas penyimpanan data dan daya untuk pengalaman pengguna yang semakin maksimal.

Tak cuma itu, Smart Engine ini juga dapat secara akurat memprediksi langkah pengguna selanjutnya, dan membuat aplikasi yang sering digunakan untuk meluncur 20 persen lebih cepat.

4.Face Unlock

iPhone X dan juga Samsung S9 mengandalkan face unlock untuk soal keamanan biometrik. Di aspek ini, Vivo tak mau kalah. Hal ini dibuktikan dengan rilisnya fitur AI Face Access.

Dengan fitur AI Face Access terbaru ini, Vivo V9 dapat mendeteksi refleksi kulit wajah dan gerakan halus dari wajah pengguna untuk mencegah kemungkinan membuka smartphone dengan menampilkan foto atau video.

AI Face Access untuk App-Lock bahkan dapat membantu mengamankan data dan privasi pengguna untuk masing-masing aplikasi yang terpasang pada Vivo V9.

Selain itu, AI Attention Sensing pada V9 juga mengenali wajah pengguna ketika melihat perangkat untuk meminimalkan gangguan dengan secara otomatis mengurangi volume notifikasi pesan, panggilan masuk dan alarm saat pengguna sudah melihat layar.

5.Mode Gamer

Untuk Anda para gamer mobile, Vivo V9 memiliki fitur New Game Mode, yang mampu memberikan pengalaman gaming yang semakin nyaman dan fokus bagi pengguna dengan kemampuan untuk memblokir semua pesan, panggilan, dan notifikasi saat bermain.

Sebagai alternatif, Pengguna dapat mengatur kembali untuk menampilkan panggilan telepon hanya dari kontak pilihan atau white list. Fitur picture-in-picture untuk fitur game memungkinkan pengguna untuk tetap menjalankan permainan sekaligus membalas pesan penting.

6.Harga

Terlepas dari semua tehnologi canggih yang diusung VIVO V9,tidak membuatnya menjadi HP yang tak terjangkau harganya
Harganya masih tetap bersahabat dikantong,hanya dengan Rp 3,9jutaan,anda sudah bisa menikmati semua fitur-fitur canggih yang dibawa oleh VIVO V9
Hayo tunggu apalagi guys?








5 Point Penting LG G7,"Penantang" Samsung Galaxy S9



BCD.Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu dimanfaat LG untuk merilis smartphone andalannya tepat sebelum pesaingnya mengeluarkan flaghsip jagoannya, kali ini perusahaan asal Korea Selatan tersebut justru sengaja mengulur waktu untuk merilis smartphone andalannya. Smartphone tersebut dijuluki LG G7.

Namun sebenarnya smartphone terbaru LG tidak akan tergabung dengan G-Series, artinya tidak akan menggunakan nama yang berawalan dengan huruf 'G'. Meskipun sejatinya ini adalah generasi ke-7 milik LG yang dijadikan andalan untuk menang di persaingan pasar smartphone.

Karena tidak ada alternatif nama yang muncul di rumor, kita akan menyebutnya dengan LG G7 agar lebih mudah. Nah, G7 sendiri disebut-sebut bakal mampu mengalahkan performa dan pesona dari rival senegaranya, Samsung dengan Galaxy S9-nya. Untuk itu, kita akan membahas secara rinci bagaimana pesona dari LG G7 yang digadang-gadang bakal meruntuhkan pamor dari Samsung Galaxy S9. Berikut ulasannya.

1.Desain

LG G7 sepertinya memang akan melanjutkan trend sebagai smartphone LG berikutnya yang akan menggunakan desain tinggi dan ramping, bezeless, serta memiliki rasio 18:9. Sebelumnya Lg sudah menerapkan desain ini pada LG G6 dan juga V30. Mengingat kesuksesan kedua pendahulunya tersebut, bukan tidak mungkin LG akan bermain aman untuk mendulang sukses pada perangkat G7 di tahun ini.

Selain itu, dikabarkan pula G7 bakal meminjam sejumlah fitur secara besar-besaran dari LG V30. Yang menarik adalah munculnya desain notch di bingkai atas seperti poni pada rambut, mirip iPhone X. Ya, hampir semua perangkat mobile terbaru saat ini menggunakan desain ini.

2.Layar

Seperti yang sudah diungkapkan di atas, G7 kemungkinan besar akan mewarisi tampilan yang menyerupai G6. Untuk itu, rasio layar 18:9 juga akan hadir di sini.

Berdasarkan rumor yang terbaru, kemungkinan besar LG G7 bakal menggunakan layar LCD. Ya, memang terkesan murah, hal itu dilakukan untuk menekan biaya produksi. Karena divisi mobile LG belum terlalu berhasil dengan penghasilan yang masuk. Rumornya, LG bakal menggunakan layar MLCD+ yang mana layar tersebut 35 persen lebih hemat daya ketimbang LCD biasa. Selain itu, tingkat kecerahannya juga lebih tinggi.

Ini bisa menjadi menarik jika LG G7 sudah selesai diproduksi. Kira-kira seperti apa ketajaman dan performa keseluruhan pada layarnya?

3.Kamera

Berdasarkan rumor terbaru, mengklaim bahwa kamera belakang diharapkan mendapat dukungan konfigurasi sensor 16MP ganda dalam posisi vertikal, dengan semua shenanigans kamera AI dari V30S.

Sebelumnya, dikatakan bahwa tidak ada kejutan di ranah kamera. Sama seperti G6 dan G5 sebelumnya, G7 sepertinya mewarisi pengaturan kameran ganda di bagian belakang. Karena hal itu dianggap sebagai penanda keluarga G-Series.

Mana yang benar? Kita nantikan saja.

4.Otak

Tahun lalu, LG memiliki kesialan saat memenuhi upaya pengejaran pada Samsung. Namun kali ini Lg tidak ingin bersantai-santai untuk mengejar Samsung. Dikabarkan, LG G7 bakal dibekali dengan delapan inti. Empat inti yang pertama berjalan pada 2.85GHz dan empat lainnya efisien di angka 1.8GHz. Chipset yang digunakan pun sama dengan milik Samsung Galaxy S9, yakni Qualcomm Snapdragon 845.

Sementara itu, belum ada rumor mengenai kapasitas RAM yang akan dibanggakan oleh G7. Tetapi untuk mannya, G7 minimal bakal dibekali dengan 4GB RAM. Atau bisa juga 6GB dan 8GB untuk varian G7+.

Sebenarnya smartphone papan atas LG tidak terkenal dengan daya tahan baterainya. Namun sepertinya di tahun ini LG akan memberkati smartphone terbarunya dengan baterai yang tahan lama. Jika LG menggunakan baterai berkapasitas 3000mAH, mungkin itu akan sedikit mengecewakan. Mengingat Galaxy S9 juga memiliki kapasitas yang sama.

5.Harga

Point terakhir ini yang paling penting,jadwal rilis dari LG G7 sampai saat ini belum juga keluar. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut hanya menyebutkan akan merilisnya 'ketika waktunya tepat'.

Sedangkan untuk harga LG G7 sendiri ditaksir bakal menyentuh angka USD 700 atau setara dengan RP 9,6 juta.


Jumat, 30 Maret 2018

Penemuan Tengkorak Korban Pembunuhan Diduga Driver GO-CAR Di Palembang


BCD.Setelah satu setengah bulan lamanya menghilang,diduga driver go-car,Tri widyantoro(44) ditemukan dalam keadaan tinggal tulang belulang,keberadaan korban tak diketahui setelah mengantar penumpang.

Jasad korban ditemukan di rawa-rawa kawasan Tanjung api-api,sungsang,banyuasin sumatera selatan jumat(30/03)jam 13.00 WIB,keluarga dan rekan sesama driver masih menunggu kedatangan mayat korban di Rumah sakit Bhayangkara Palembang.

Kabid humas polda sumsel Kombes Pol Slamet widodo membenarkan adanya penemuan mayat dalam bentuk tulang belulang tersebut
,hanya saja pihaknya belum memastikan apakah tulang yang dimaksud adalah milik korban Widyantoro.

"ya benar,mayat korban yang diduga driver GO-CAR dalam perjalanan menuju Palembang,akan dilakukan autopsi untuk memastikannya",ungkap Slamet jumat(30/03)

Diketahui driver GOCAR Tri widyantoro(44) menghilang misterisu sejak mengantar penumpang,kamis(15/02)sore.korban yang diketahui tinggal di jl.Letnan murod,kelurahan talang ratu,ilir timur 1,Palembang,itu diketahui membawa penumpang tujuan kenten laut dengan mengendarai mobil daihatsu xenia berwarna silver dengan nopol BG 1352 RP.

Menurut istri korban Rohana(44),korban menjadi driver GOCAR sejak juni 2017.
biasanya dia pulang pada malam hari,paling lambat jam 11malam,jika tidak ada penumpang,biasanya pulang lebih cepat,biasanya menjelang maghrib.

"kamis kemarin berangkat kerja siang,malamnya ditunggu-tunggu tidak pulang juga,dan dihubungi via HPnya sudah tidak aktif lagi.

Tak ingin terjadi hal yang buruk menimpa suaminya,keluarga langsung melapor ke Polresta Palembang.bersama keluarga,driver teman kerja korban juga ikut mencari jejak korba,namin usaha itu tak membuahkan hasil

Semoga Polisi bisa mengungkap siapa Pelakunya
Dan bagi keluarga korban supaya diberikan Ketabahan atas kejadian ini







Jumat, 23 Maret 2018

Nyai Elsa Ibu Kostku Yang Montok Dan Menggairahkan


BCD.Terus terang, semuanya terjadi secara tidak sengaja. Pada waktu itu aku membeli buku tentang indera ke-enam atau “bawah sadar”, tadinya sekedar iseng waktu berada di suatu toko buku. Inti buku itu mengajarkan begini. Kalau kita menginginkan sesuatu maka kita harus mencoba menvisualisasikannya..

Suatu saat apa yang kita visualisasikan itu akan terjadi, akan terlaksana. Mimpi? Bukan. Sebab untuk mencapai indera ke-enam seseorang justru tidak boleh tertidur, tetapi perlu menurunkan gelombang listrik di-otaknya dari gelombang beta menjadi alfa. Caranya? Gampang sekali.. Kita cukup memejamkan mata, membayangkan menuruni tangga spiral dengan minimal 10 gigi.


Saat anda membayangkan ini, gelombang listrik di otak anda akan menurun frekuensinga dari 13 cycle atau lebih perdetik, menjadi 8-13 cycle per detik. Kelihatannya mudah tetapi butuh latihan, jadinya ya sukar.. He. He.. Nah di saat itulah kita memasuki bawah sadar

Apa keinginnan saya? Lha ini yang kurang ajar. Aku ingin ngeseks dengan Nyai Elsa (waktu muda panggilannya Neng Elsa). Nyai Elsa adalah ibu kostku. Kenapa Nyai? Pertama, kemungkinan hamil nol persen. Pada usia 48 tahun biasanya wanita sudah masuk masa menopause.


Yang kedua, ngeseks ditanggung bersih, sehat tak mungkin kena penyakit “kotor” seperti gonorrhoe, syphilis, HIV dsb. Yang ketiga, ngeseks gratis tidak perlu bayar, karena sama-sama menikmati. Untuk wanita, ngeseks dengan orang usia lebih muda akan menambah hormon estrogen, hormon khas wanita.


Meskipun sudah kepala empat, tapi jangan meremehkan kecantikannya. Wajah Nyai masih terlihat ayu. Kulit kuning langsat, tubuh langsing semampai. Secara legendaris, wanita sunda sangat rajin memelihara wajah dan tubuhnya. Mandi lulur sudah seperti prosedur tetap mingguan.


Membedaki wajah dengan berbagai ramuan menjadi rutinitas harian. Itu sebabnya tidak hanya wajah dan tubuhnya yang mengesankan. Bau badannya juga sedap dengan aroma lembut. Lalu kalau mau tahu seperti siapa? Seperti siapa ya..? Ya kira-kira seperti artis lah..

Sudah tiga tahun aku tinggal di kost milik keluarga Anto (suami Nyai Elsa), pensiunan wedana di salah satu kabupaten di Jawa Barat. Keluarga Pak Anto-Nyai Elsa ini mempunyai putera dua orang, semua sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta.


Tinggalah Bapak–Ibu semang kostku ini dibantu seorang PRT dan seorang supir. Semua karyawan ini pulang sore. Sudah seminggu aku latihan meditasi, belum ada hasil. Tambah tiga hari lagi, meskipun hampir putus asa. Tiba-tiba.., pada hari ke sebelas.. Malam itu sudah pukul 10, pintu kamarku diketuk orang.


“Mas Deny.. Mas Deny”

“Ya.. Nyai”

“Tolong kerokin ibu sebentar ya..”

Pucuk dicinta, ulam tiba, burung dahaga, apem menganga.., hatiku berjingkrak bukan main.

“Sebentar Bu, saya ganti pakaian dulu”


Kamar-kamar yang dipakai kost letaknya di belakang rumah utama, dipisahkan oleh satu kebun kecil. Ada enam kamar, membentuk huruf U mengelilingi kebun. Masing-masing kamar berpenghuni satu orang. Kebetulan waktu itu masa liburan, namun karena aku harus mengejar “deadline” penyelesaian skripsi, terpaksa aku tidak dapat mudik. Hiya khan, masak sudah jadi mahasiswa PTN terkenal seantero dunia rela di-DO.


Singkat cerita aku sudah duduk di tepi tempat tidur di kamar Nyai. Duduk dengan bersimpuh, ya.. seperti “pengerok” professional itu. Badan Nyai dalam posisi tengkurap di depan saya. Punggungnya yang putih, mulus tanpa penutup apapun. Hanya tali BH sudah dilepas, tetapi buah dadanya masih sedikit terlihat, tergencet di bawahnya..


Leher Nyai terlihat jenjang, putih, dengan rambut yang panjang sampai ke pinggang, disibakkan ke samping. Punggung ke bawah ada sejenis kain sarung yang diikatkan sekenanya secara longgar. Ke bawah, kain itu hanya menutupi sampai lipatan lutut. Di bawahnya betis yang halus, kencang.


Wajah Nyai menghadap ke samping di mana saya duduk. Sesekali meraba lutut saya, entah apa maksudnya. Pemandangan ini mampu dan makin mengeraskan burungku yang sejak dari kamar tidurku mulai melongok, eh.. bangun menggeliat (Jawa: ngaceng ). Dalam waktu 15 menit seluruh punggung Nyai sudah aku keroki. Suasana sekitar kamar hening, hanya degub jantungku yang makin mengeras.


Burungku, pelan tapi pasti makin menegang juga. Aku diam, Nyai juga demikian. Mau ngomong apa aku? Bicara tentang Pak Anto..? Ah sama aja bicara tentang kompetitor. Toh malam ini aku yang akan menjadi “Mas Anto”, akan menumbuk padi di lumbung Nyai. Mau ngomong anak-anak Nyai? Yang akan ditengok Pak Anto yang sore tadi berangkat? Ngapain toh sebentar lagi aku akan menganggap Nyai ini ibarat pacarku.


“Pinggangnya juga ya Mas..”

“Ya.. Ya.. Bu..”, jawabku seperti terbangun dari lamunan berahi.


Aku tarik kain yang menutupi pinggang Nyai. Ya ampun.. Rupanya Nyai sudah melepas celana dalamnya. Kini di depan mataku ada pemandangan yang.. Waduh.. Ada gambaran parit sempit di tengah tulang pinggang memanjang ke bawah.. Terus.. Ke bawah, berujung di satu celah sempit di antara dua bukit pantat yang putih padat.. Menggemaskan.. Aku bayangkan.. Apa yang ada di depan pantat itu..


Tiba-tiba Nyai membalikkan badannya..

“Depan ya Mas..”


Dengan mata terbelalak kaget, kini aku melihat pemandangan yang luar biasa, yang belum pernah kulihat selama 24 tahun berada di kolong langit. Seorang wanita dengan kulit langsat telanjang bulat, dengan lingkaran perut pinggang ramping, buah dada masih lumayan besar, meskipun sudah rebah ke samping.

Di tengan buah dada yang ber “pola” tempurung, terlihat puting besar warna coklat dikelilingi area merah kecoklatan.. Di bawah pusar ada rambut yang mula-mula jarang tetapi semakin ke bawah semakin lebat, seperti gambaran menara “Eiffel” dengan ujung runcingnya menuju pusar..


Di pangkal tumbuhnya rambut terdapat gundukan vagina yang pinggir kiri dan kanannya tumbuh rambut, bak gambaran hutan kecil.. Ampun mana tahan.. Mau pecah rasanya penisku menahan tekanan akumulasi cairan di pembuluh darah penisku.


“Nyai Aku nggak tahan lihat begini..?”

“Maksudnya, Mas Deny sudah capai..?”

“Enggak Nyai.. Burung saya sudah.. Nggak bisa.. Nggak bisa.. Saya nggak tahan lagi..!”

“Lho, kok baru bilang sekarang.. Ayo naik..”,


sambil berkata demikian tangan kanannya melambai, mempersilakanku menaiki perutnya..

Seperti kucing kelaparan, aku segera mengangkangi perut Nyai, aku mau mencium pipinya, lehernya, mau melumat bibirnya. Tetapi gerakanku membungkuk terganjal burungku yang keras dan sakit waktu tertekuk. Malah ketika kupaksakan dan terus tertindih perutku, pertahanan katupnya jebol. Karena tiba-tiba.., crut.. crut.. crut.. Dari burungku tersembur, memancar air mani, yang disertai rasa nikmat. Ejakulasi!! Semburan air maniku mengenai dada Nyai, leher dan perutnya.


Setelah menyembur, burungku sedikit kendur, aku peluk leher Nyai, aku kulum dengan berapi-api bibirnya. Rupanya Nyai merespons dengan penuh gairah juga. Aku gigit dengan lembut bibirnya, sesekali aku sedot lidahnya. Lima menit lamanya, baru aku tersadar.

“Maaf Nyai, air mani saya tadi..”


“Ah, nggak apa-apa, itu tandanya Mas Deny masih “jejaka ting-ting”, nanti sebentar juga bangun lagi.”, sambil berkata demikian, Nyai mencium lagi bibirku. Tentu saja aku membalasnya dengan lebih bernafsu.


Kecuali bibirku melumat bibir Nyai, tanganku juga meraba buah dada Nyai. Memang sudah tidak gempal, tapi masih “berisi” 80 persen. Kedua tanganku masing-masing meraba, memeras-meras, memilin-milin puting Nyai. Kadang saking gemasnya cengkeraman tanganku ke buah dadanya agak keras, menyebabkan Nyai meringis menggeliat. Begitu juga bila puting Nyai aku pilin agak kuat, nyai bereaksi..


“Enak, enak.. Tapi sakit Mas.. Jangan keras-keras.. Yankkk

Tanpa terasa saat aku menggulati tubuh Nyai, mendekami dada, perut, menekan vagina Nyai dengan penisku, terasa burungku mulai menggeliat lagi. Makin lama makin keras.


“Nyai.. Burung saya.. Nyai mau.. Lagi..?”

“Nah, apa khan.. saya bilang, ayo.. lagi, tapi ‘ntar.. Yang, aku bersihkan badanku dulu ya.. ya..”

Nyai masuk ke kamar mandi dalam di ruang tidur. Keluar dari kamar rambutnya terlihat sedikit basah, sebagian terjurai di lengan. Ya.. Tuhan.. Cantik sekali dewi ini.. Aku pun juga masuk juga ke kamar mandi, membersihkan bagian badan yang terkena air mani.


Keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat, terlihat burungku tegak, keras mendongak ke atas membentuk sudut 45 derajat dengan garis horizontal. Batangnya besar, warna kehitaman dengan tonjolan pembuluh darah membujur, sebagian melintang.

Seperti tongkat ukiran. Ujungnya, gland penis, besar, kemerahan, membentuk topi baja yang mengkilat. Antara gland penis dan batang terlihat leher penis yang dangkal. Rasanya aku mau berkelahi dengan membawa senjata golok.

Waktu Nyai melihat aku dan memperhatikan penisku..


“Hei.. Gede buanget.. Hebat buanget.. Pasti nikmat buanget..” Aku menyahuti tiruan iklan itu, dengan meletakkan ibu jari tangan kananku di depan bibirku..


“Sssstt..” Tentu saja Nyai senyum atas jawaban spontanku.


Langsung akau naiki perut Nyai. Dengan lutut menahan badan, aku sedikit menunduk, memegang penisku. Segera kumasukkan ke liang vagina Nyai. Aku takut kalau nanti terlambat masuk ke vagina, maninya tersembur lagi keluar. Nyai maklum juga kelihatannya. Kupegang penisku, kepalanya kuhadapkan di depan vagina Nyai, lalu kudorong masuk. Bless.. Lega sekali rasanya. Kalau nanti muncrat, ada di dalam liang vagina Nyai..


Lalu aku rebahkan tubuhku ke depan dengan bertumpu pada kedua sikuku. Bertemulah dadaku dengan buah dada Nyai, bibirku dengan bibir Nyai. Kedua tanganku memegang pipi Nyai, Nyai kucium mesra, lalu kucucuk-cucukkan bibirku pada bibirnya, eh.. menirukan burung yang bercumbu. Sesekali tanganku meremas buah dadanya, memilin putingnya, terkadang mulutku turun ke bawah, menghisap puting buah dada Nyai, bergantian kanan dan kiri

Akan halnya penisku waktu kumasukkan ke liang vaginanya, rasanya memasuki ruang kosong, berongga. Tetapi setelah itu rasanya ada kantong yang menyelimuti. Permukaan kantong itu bergerigi melintang, pelan-pelan kantong itu “meremas “penisku. Tak ingin cepat berejakulasi maka kutarik penisku, kantong vagina itu tidak “mengejar”nya.


Kumasukkan lagi seperti tadi, terasa masuk ruang kosong, sebentar liang vagina mulai meremas, kutarik lagi. Begitu beberapa kali. Terkadang penisku agak lama kutarik keluar, sampai tinggal “topi bajanya” yang ada di antara ‘labia mayora’-nya. Terus begini Nyai mencubitku..


“Masukkan lagi Yank


Gerakkan ngeseks in-out ini makin cepat, “pengejaran” penis oleh sekapan kantong vagina juga makin cepat. Di samping itu di pintu masuk, bibir luar (labia mayora) dan bibir dalam (labia minora) juga ikut “mencegat” penisku. Makin cepat aku keluar-masukkan penisku, Nyai terlihat makin menikmati, demikian juga aku sendiri. Ibarat mendaki gunung hampir tiba di puncaknya.


Kecepatan penisku memompa vaginanya semakin bertambah cepat, denyut nadiku semakin bertambah, nafas juga semakin cepat. Terlihat juga wajah Nyai semakin tegang menanti puncak orgasme, nafasnya terlihat juga semakin kencang. Cairan di liang vagina Nyai juga terasa semakin banyak, ibarat oli untuk melicinkan gesekan penisku. Peluhku mulai menetes, jatuh bercampur peluh Nyai yang tercium sedap dan wangi.


Makin cepat, makin tinggi.., tiba-tiba penisku terasa disekap rongga vaginanya dengan kuat.. Kuat sekali dengan denyutan yang cepat tetapi dengan amplitudo yang rendah. Orgasme! Nyai mencapai orgasme. Di saat itu lengan Nyai memeluk leherku kuat sekali, sedang tungkainya memeluk pantatku dengan kencang.

“Aihh..”, terdengar desah kepuasan keluar dari bibir Nyai.


Beberapa menit kemudian lubang penisku terasa jebol, cairan menyemprot keluar entah berapa cc. Nikmat.., nikmat sekali.. Nikmat ngeseks yang luar biasa. Orgasme Nyai terjadi lebih dulu dari ejakulasiku. Kalau saja Nyai masih bisa hamil, kata dokter anak yang lahir nanti adalah pria.


Saya masih tetap memeluk Nyai sambil mengendurkan nafas. Pelan-pelan penisku mulai mengendur, mengkerut. Tapi rupanya Nyai merespons. Paha dan tungkainya diselonjorkan (diluruskan). Maksudnya memberi jalan agar penisku keluar.


“Terima kasih Yang, terima kasih Mas Deny.. Mas hebat sekali..”, bisiknya.

“Kau cantik sekali Nyai, secantik bidadari..”, balasku


Badanku kurebahkan di samping badan Nyai, memeluk Nyai yang tidur telentang. Kami tidur dalam keadaan telanjang, hanya ditutupi selimut.

Jumat, 09 Maret 2018

Hilangnya Perawanku Oleh Keperkasaan Majikanku



BCD.namaku Lisa aku seorang gadis yang berasal dari kota kecil. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi merantau setelah lulus dari SMA untuk membantu perekonomian keluargaku, apalagi aku tahu keadaan keluargaku yang serba kekurangan.

Dengan dua adik yang masih sekolah aku ingin membantu kedua orang tuaku, walau tidak ada pengalaman sama sekali keluar kota. Tapi dengan tekadnya aku tetap pergi hanya dengan bermodal sebuah alamat yang aku peroleh dari tetanggaku, katanya disana aku akan mendapat pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga ataupun sebagai pengasuh. Dengan lugunya aku mencari alamat itu.

Meskipun aku melewati masa SMA tapi tidak sekalipun aku mengenal seperti dalam cerita layaknya anak muda yang lain. Karena semasa SMA saja aku masih harus membantu ibuku yang menjaga warung dari sepulang sekolah sampai malam hari. Sehingga tidak ada waktu untuk melakukan hubungan pacaran apalagi melakukan adegan seperti dalam cerita sex, walau pernah juga ada yang menembakku waktu aku sekolah dulu.

Banyak yang bilang kalau wajahku mirip dengan artis lawas Maudy, bahkan cara ngomongku juga kata orang begitu lembut. Tapi penampilanku yang masih seperti orang kampung agak menutup kecantikanku, sampai di kota aku segera mencari alamat yang aku pegang. Dan angkot yang aku tumpangi berhenti di sebuah rumah, akupun memencet bel karena waktu juga menunjukkan jam 9 malam.

Seorang wanita paruh baya membukakan pintu “Maaf mencari siapa..” Katanya menyapaku, akupun menjawab “Ini bu.. saya dapat alamat ini..katanya saya akan menemukan pekerjaan di sini..” Dia mengambil alamat yang aku bawa “Ooohh.. benar silahkan masuk…” Perempuan tadi langsung membawaku masuk kedalam, rupanya disana sudah banyak wanita sepertiku juga.

Singkatnya akupun tinggal disana dan dapat pelajaran cara bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sampai akhirnya sebulan lebih akupun mendapat seorang majikan, dia menginginkan aku untuk menjaga anak mereka yang masih berusia 8 bulan. Pasangan ini masih muda aku lihat, dan di dalam rumah ini pasangan ini hanya tinggal bertiga dengan anak yang masih balita.

Ada juga seorang pembantu rumah tangga namun dia tidak menginap, sore hari dia pulang. Dan tinggallah aku sendiri apalagi majikanku sering tidak pulang, katanya mereka bekerja namun majikan priaku aku biasa memanggilnya pak Dion, dia seorang pria yang begitu baik. Begitu juga padaku meskipun aku hanya pengasuh anaknya lain dengan istrinya bu Rani dia seolah tidak memperdulikan aku yang menjaga anaknya.

Bahkan ketika ada temannya datang ke rumah, nyonya Rani menyuruhku untuk tidak keluar kamar dengan anaknya. Karena itupun tidak sering keluar dari kamar apalagi kalau hanya ingin melihat pemandangan di luar aku bisa melihatnya dari balkon kamar si kecil, yang juga merupakan kamarku. Sering juga aku mendengar majikanku bertengkar bahkan dapat aku dengar dengan jelas ketika nyonya menghina suaminya.

Sebagai wanita aku merasa kasihan pada tuan Dion yang lebih sering berada di rumah sepulang dari kerjanya. Dia lebih perhatian pada Resya anak mereka yang kini aku asuh “Wah Resya sudah gede ya…” Kata tuan Dion ketika melihat perkembangan anaknya “Lis..Minggu ini kita akan pergi jalan-jalan keluar kamu siap-siap ya..” Aku senang sekali mendengar kata jalan-jalan dari tuan Dion.

Karena selama berada disni aku belum pernah pergi kemanapun paling hanya menemani nyonya belanja ke mal. Dan hari minggu yang di rencanakan telah tiba, namun sepertinya ada kesalahan karena hingga agak siang nyonya belum juga pulang “Ya sudah Lisa..kita berangkat bertiga saja ” Trenyuh hati ini melihat tuan Dion, kamipun sampai di sebuah tempat wisata.

Kami bercanda disana bahkan tuan Dion tidak canggung berfoto denganku, dan banyak yang mengira kalau kami pasangan suami istri. Aku malu mendengar orang berkata kalau kami pasangan yang serasi sedangkan tuan Dion hanya tersenyum menanggapi perkataan orang tersebut. Ketika aku menggendong si kecil dan memberinya pada tuan Dion secara tidak sengaja tangannya mengenai toketku.

Berdesir hatiku saat itu bahkan aku terperanjat sampai tidak bergerak sedikitpun. Rupanya tuan Dion tahu kalau aku salting, dia bersikap seolah tidak tahu apa-apa. Sampai akhirnya kami pulang dan melihat rumah masih dalam keadaan sepi, segera aku menyalakan lampu setelah menidurkan si kecil. Lalu akupun tiduran karena akupun sudah mandi bahkan sudah makan di luar tadi.

Teringat kejadian tadi aku begitu gugup, selama ini aku tidak pernah di sentuh oleh laki-laki manapun apalagi sampai melakukan adegan seperti dalam film porno. Sampai akhirnya aku di buat terkejut lagi ketika tuan Dion masuk kedalam kamarku “Sudah tidur Lisa..” Kata tuan Dion, dan bibirku masih terkatup hanya melihatnya mendekati si kecil lalu menciumnya.

Aku yang berdiri di samping tuan Dion masih terdiam, ketika tuan hendak pergi akupun mengantarnya sampai depan pintu. Pikirku aku akan menutup pintu setelah dia pergi namun ketika dia berdiri sambil menatapku, aku semakin gugup di tambah tuan Dion mendekatkan wajahnya padaku dan dalam sekejap dia sudah menyentuh bibirku. Aku benar-benar gugup kali ini.

Dia menekan tubuhku sambil memegang kedua bahuku, hingga akupun terjungkal di atas tempat tidur. Tubuh Tuan Dion sudah berada di atas tubuhku “Eeeeeehhhmmmm… tuaaaann… aaaagggggghh… aaagggggghh….” Bukannya menarik tubuhku tapi aku menikmatinya, setelah itu tuan Dion membuka baju yang aku pakai dan aku membiarkannya ia melakukan hal itu.

Hingga akhirnya akupun dalam keadaan telanjang bulat, lama tuan Dion menatap tubuhku. Dan aku memegang kedua tetekku “Lisa.. aku sayang kamu…” Bisiknya sambil meraba tubuhku dengan lembut, getaran di dalam tubuhku semakin menjadi apalagi seperti dalam adegan dalam film porno tuan Dion memasukkan kontolnya ke dalam lubang kemaluanku dan dia mengalami kesulitan melakukan hal itu.

Hingga akhirnya diapun bisa melakukannya dan “Oooouuuggggghhh… aaaggggggghhhh… ooouuugggghhh…. aaaaaaggghhhh… aaaggggghhh…” Nikmatnya kurasa dalam setiap getaran tubuhku, dan semakin lama tuan Dion semakin cepat beregerak di atas tubuhku. Dan sekali-kali dia mencium tubuhku dan berakhir dengan lumatan pada bibirku yang masih pasif membalasnya.

Hingga akhirnya tuan Dion mengerang juga “OOouuggghhh… aaaaggggghh… ooouuuggghh… aaaggggghh… aaagggghhh.. Giiin…aaaaaagggghh.. sayaaang…..” Aku terpejam mataku seakan tidak ingin melewatkan hal yang begitu nikmat ini, aku pegang punggung tuan Dion yang mulai basah oleh keringat. Bahkan kini tanganku mulai berani meraba-rabanya.

Atau lebih tepatnya mengelusnya dengan lembut hingga akhirnya aku mendengar tuan Dion mengerang keras “Ooouugggggghhh.. ooouuuggggghh… aaaggggghh… Liss… aaagggghh… aaaggghhh… aaaaggggghhh…” Saat itu juga aku merasa memekku penuh dengan sesuatu yang hangat. Dan nikmat sekali rasanya tapi aku tahu kalau itu sperma tuan Dion meskipun aku belum pernah melakukannya

Tubuhku dia dekap dengan mesranya bahkan tuan Dion mencium keningku dengan lembut “Maaf Lisa.. tapi terus terang aku menyukaimu dari awal..” Katanya lalu dia kembali mendekap tubuhku, sedangkan aku masih belum percaya kalau habis melakukannya. Dengan tetesan air mata aku mendekap tubuh tuan Dion hingga kamipun tertidur di dalam kamar itu hingga pagi.

Kamis, 01 Maret 2018

Nikmatnya Tubuh Kedua Bibiku Yang Montok


BCD.Hampir 2 minggu Deni melakukan hubungan sex sama bi Asih, sudah bisa dibilang mahir dan mampu memuaskan bibinya. Hari ini Ucil tak di rumah, dijemput abahnya, diajak kondangan ke saudara di bandung, pulangnya besok sore.
Dari pagi Deni ikut bibinya ke kebun, tapi baru sebentaran di sana sudah terus colek – colek bibinya minta pulang. Nggak tahan mau nyodok lagi. Hari ini bi Asih memakai kaos dan celana selutut.Akhirnya bi Asih nyengir memaklumi kemauan keponakannya yang lagi doyan – doyannya, belum siang mereka sudah pulang. Bibinya masuk ke rumah, menuju kamar.

 Deni yang sudah ngaceng berat, segera memasukkan motor ke dalam rumah, menutup pintu asal rapat tanpa menyadari belum terkunci, dengan semangat 45 segera ke kamar bibinya. Bi Asih baru juga membuka baju kaosnya, hanya menyisakan BH, Deni sudah menomploknya merebahkannya ke kasur. Bibinya tertawa kecil…
”Sabar atuh Den, semalam kan sudah sampai 3 kali, masa sekarang belum tengah hari sudah minta lagi….doyan amat sih ponakan bibi ini.”

”Namanya juga anak muda masih semangat. Lagian memang bi Asih sangat menggoda sih.”
Deni segera memendamkan wajahnya di antara belahan tetek bi Asih, menciuminya, wangi dan harum, aroma wangi tubuh dan sabun bercampur satu dan memabukkan. Tangannya segera meremasi BH bibinya, tak lama, sebentar saja, tangannya tak sabaran segera melucuti paksa Bh bibinya. Kini ia asik mengulum dan memainkan pentil bibinya, menghisapnya kuat – kuat.

Bibi Asih sampai kelojotan. Keponakannya ini benar – benar murid yang pandai, sebentar saja sudah mahir mengetahui juga lihai memainkan titik – titik sensitifnya. Mampu secara kreatif mengembangkan potensinya. Tangan bi Asih menyusup ke balik celana pendek Deni, mulai meremas – remas kont01 Deni.

Dengan cepat akhirnya keduanya kini sudah tak berbusana lagi, Deni masih di atas menindih bibinya, mengangkat lengan bibinya, menciumi dan menjilati rimbunan keteknya, enak dan harum. Bibinya masih asik mengocok kont01nya, karena sudah tak tahan, Deni menurunkan pantatnya sedikit dan…blesss…kont01nya menerobos m3mek bibinya. Kini Deni sudah tak culun lagi, sudah pandai menjaga tempo.

Ia mulai memompa dengan semangat, kaki bibinya terkangkang lebar, Deni menyodokkan kont01nya, kuat dan bertenaga serta sedalam mungkin. Tetek bibinya bergoyang nafsuin. Gemas banget Deni melihatnya, ia dekatkan mulutnya, menghisap pentil itu kuat, sodokannya makin kuat, hampir 3 menit lewatt, masih tetap menghisap kedua pentil tetek bibinya secara kuat dan bergantian juga menyodok dengan cepat dan konstant, efeknya bibinya mendesah kuat dan penuh gairah…
”Aaahh…..Ssssshhh…..lagiii ii….”
”Huahhhh….ooohhhh……Wooow www…”
”Yessss……”

Tubuh bi Asih menggeliat dan mengejang kuat, menyemburkan cairan orgasmenya, sebenarnya Asih juga heran di awalnya, dulu sama suaminya yang bejat, sulit sekali ia orgasme, tapi sama keponakannya ini, sangat mudah dan sering, mungkin karena ia sendiri enjoy dan menikmati semangat Deni yang penuh gairah tanpa surut. Deni tak memperdulikan bibinya yang masih lemas, makin mantap menyodokkan kont01nya, mata bi Asih merem – melek menerima gempuran sodokan kont01 Deni, tangannya memeluk erat pundak Deni.

Sementara kedua insan ini masih seru memacu birahi, Bi Lasmi melongok melalui hordeng yang sedikit terbuka di pintu depan, motornya ada, kenapa dari tadi tak ada yang menjawab, masa si Asih sama Deni jam segini sudah tidur siang. Penasaran ia memutar gagang pintu…tuh ceroboh sekali tak dikunci, mana ada motor, nanti digondol maling lagi. Perlahan ia masuk dan menutup pintu, menguncinya.

Memandang sekeliling…sepi amat sih. Oh ya, si Ucil kan ikut si Abah, tadi pagi Asih sempat ngomong waktu ketemu di kebun. Ah paling adiknya lagi tiduran di kamarnya. Yakin dengan perkiraannya, Lasmi segera menuju kamar adiknya, sambil berseru..
”Rat, teteh minta kecap dulu dong, nanggung lagi masak, tadi ke warungnya si Ros, tapi tutup, lagi belanja ke pasar, makanya minta sedikit ke…APA…?”

Lasmi membelalak, saat menyingkap gordeng yang menutup kamar adiknya, ia mendapati pemandangan yang tak pernah ia duga atau bayangkan. Keponakannya Deni sedang menindih adiknya Asih, keduanya tanpa busana. Matanya terbelalak memandangi keduanya bergantian.
Asih dan Deni diam membatu, kont01 Deni masih menancap di m3mek bibinya. Terkejut sekali tentunya, situasi amat memojokkan mereka, mau ngomong apapun posisi mereka sangat nyata sedang melakukan hubungan yang terlarang. Rasanya mulut mereka terkunci rapat sulit menjelaskan. Setelah lama terombang – ambing dalam kesunyian yang menegangkan, rasa keterkejutan sudah berkurang, pikiran mulai mengalir kembali…

”Eh…teteh…eh…a..anu…”
”Bi…eng bi Las…Lasmi, De..Deni bi….bisa jelas…jelaskan…i…ini sa..salah Deni.”
Lasmi masih terkejut, dalam pikirannya, ampun Asih, banyak lelaki yang mengejar kamu, mau memperistri kamu, tapi kenapa kamu malah memilih ngewek sama…ke…keponakan kita, Deni ? Harus ada penjelasan yang masuk akal, karena saat Lasmi memergokinya, walau sesaat saja, jelas keduanya melakukannya dengan sukarela, tak ada pihak yang terpaksa.

Dia duduk di pinggir ranjang, masih terkejut, semuanya diam, akhirnya Lasmi bisa menguasai diri. Asih sudah mendahului bicara. Saking tegangnya, Deni sampai lupa mencabut kont01nya.
”Teh…nanti Asih pasti jelaskan, ada alasan yang membuat Asih melakukan hal ini.”
”Rasanya tak perlu kamu jelaskan. Teteh bisa membaca pikiranmu. Selama ini teteh dan teh Santi sudah mengerti kalau kamu memang trauma sama perkawinan, tapi juga butuh pelampiasan…Cuma kenapa sama si Deni..?”

”Awalnya tak pernah terencanakan, terjadi begitu saja dan tak bisa dihindarkan….”
Lasmi diam saja, saat itu deni baru sadar masih posisi menancap, ia mencabut kont01nya, bergulir ke samping bi Ratna. Mata Lasmi sempat memandang kont01 Deni, dan sama seperti Asih dulu kala pertama kali melihat kont01 Deni, Lasmi juga terkesiap. Sebenarnya Lasmi juga belakangan ini selalu uring – uringan, iyalah…suaminya yang pelaut, kalau melaut waktunya selalu lama,kalau berlabuh cuma sebentar, tentu saja ia kurang terpuaskan. Mana terakhir ia ngewek hampir setengah tahun yang lalu, suaminya juga masih lama pulangnya.

Matanya memandang kont01 Deni dengan raut kepingin. Tak heran kalau Asih sampai mau melakukannya sama keponakannya ini pikir Lasmi. Dia mulai bergairah dan merasakan denyutan pada m3meknya. Kalau tadinya hal ini hanya menjadi rahasia Asih dan Deni berdua…kini sudah saatnya menjadi rahasia mereka bertiga. Tapi keduanya harus dihukum dulu. Asih dan Deni masih tegang menunggu reaksi Lasmi selanjutnya, makin tegang melihat Lasmi yang sedang serius berpikir. Untunglah Lasmi kembali berbicara…

”Kalian…selesaikan apa yang sedang kalian perbuat…”
”HAH…?” Asih dan Deni mengucapkan keheranan mereka berbarengan, melongo bingung menatap Lasmi minta penjelasan lebih lanjut.
”Kenapa ? kalian dengarkan. Lanjutkan saja apa yang sedang kalian perbuat.”
”Ta..tapi teh…nggak mungkinlah…di di depan teteh.”
”Mungkin saja, kenapa malu ? Untuk apa ? Melakukannya sama keponakanmu kamu bisa nggak malu, apa bedanya sekarang ?”
”Ti…tidak…Asih nggak mau. Ini lain soal.”
Deni hanya diam saja, bingung dan nggak tahu harus ngomong apa. Akhirnya Lasmi menggetokkan palu terakhir, final….
”Baik…kalau begitu bersiaplah…teteh akan membicarakan hal ini ke Santi…ya tetehmu Asih, dan juga ibumu,Deni. Dan teteh yakin kalau Santi tak akan senang dan bisa menerima hal ini. Bagaimana…?”
Deni sangat terkejut. Gila…mampus deh…..wah nggak bisa begini, ia akhirnya membuka suara.
”Sudah bi Asih, kita teruskan saja. Daripada berabe.”
”Ta..tapi Den…i…itu…”
”Sudah…tenang saja, ayo, santai saja.”

”Kamu dengarkan Rat, Deni benar, daripada berabe. Lagipula teteh sudah berbaik hati mau membiarkan kalian menuntaskan ngewek kalian yang terputus menddak tadi.”
Akhirnya Asih siap melanjutkan, canggung rasanya. Deni walau tadi terkejut, tapi kont01nya masih ngaceng, maklum tadi dalam posisi tempur dan terangsang berat. Asih kembali berbaring, melebarkan kakinya dengan agak ragu. Deni sudah di atasnya, beda dengan Asih, Deni tak ada keraguan, kalau bi Lasmi bilang teruskan dan ia tak akan mengadukan hal ini ke ibunya, ya sudah, teruskan saja.

Blesss….kont01nya dengan cepat sudah menerobos, mulai memompa. Deni sih tetap semangat, cuma Asih sudah kehilangan selera. Jadilah ini pergumulan satu arah. Kont01 Deni menyodok dengan mantap. Mulutnya juga mulai menciumi dan menghisapi pentil bi Asih. Nafsunya sudah kembali normal, seakan jeda yang menegangkan barusan tak pernah terjadi.

Lasmi duduk menyaksikan, duduk manis di pinggir ranjang, dekat kaki pasangan yang sedang bergelut itu, sedikit demi sedikit gairahnya naik, menyaksikan kont01 keponakannya yang gede itu menerobos m3mek Asih, memompanya keluar masuk membuat m3mek Lasmi mulai basah, tangannya perlahan menyingkap kainnya, kini asik mengelus CD-nya yang tebal, perlahan lalu makin cepat, akhirnya tangannya enyusup ke balik Cd-nya, mulai asik mengelus belahan m3meknya. Merasa kurang nyaman, ia lepskan CD-nya. Melepas kainnya.

Lasmi di usianya yang ke 40 juga masih menggairahkan. Bodynya memang sedikit lebih montok dan berisi, tapi tetap perutnya juga rata, nyaris tanpa timbunan lemak yang berarti. Kakinya mulai ia kangkangkan, m3meknya juga sama seperti saudaranya, ditumbuhi jembut yang lebat samapi ke belahan pantatnya, tangannya mulai mengelus belahan m3meknya yang sudah basah, segera saja belahan itu mekar, menampakkan lobang m3meknya yang merah. Jarinya masih asik hanya mengelus. Asih dan Deni masih belum sadar dengan yang sedang dilakukan Lasmi.

Lama – lama karena sodokan kont01 Deni, Asih mulai On lagi, desahannya mulai terdengar kembali. Deni menjilati lehernya, memompa kont01nya kuat – kuat, terasa sangat mentok di m3meknya, jilatan Deni juga sangat merangsangnya. Bi Asih menggelinjang kegelian, rasa nikmat makin menjalar ke seluruh tubuhnya. Geli dijilati, enak disodok di bagian m3mek. Tanganya memeluk pundak Deni kuat…
”Awww….Den….geliiiiii ”
”Oooohhhh….Owwwww…..Sshhh. ..”
”Dikiiiitttt…….laaaggiiiii ….Aaaaahhhh….”

Tanpa ampun bi Asih kembali jebol, Deni jadi makin bergairah, senang karena bi Asih kembali menikmati pergumulan mereka. Deni sebenarnya mau ganti posisi, tapi malas, ada bi Lasmi…mendingan cepat tuntaskan saja yang sekarang.

Lasmi mulai menyodokkan jarinya ke lobang m3meknya, dikocoknya dengan cepat, tangan yang lain mulai memainkan dan mengelus it1lnya yang besar dan menonjol, memainkannya dengan ujung jari jempol dan telunjuk, cepat dan konstant, menahan desahannya agar tak terdengar.

Makin naik gairahnya…Aaahh…Ssshhh…. enak…rasa nikmat yang sangat, ditambah melihat adegan yang terjadi di depan matanya. Saat ia melihat dan mendengar Asih mendesah kuat terakhir tadi, nafsunya jadi naik. Makin cepat jemarinya beraksi….Ooooohhhhhhh….ia menekan bibirnya kuat, menahan agar suara desahannya saat orgasme tak terdengar.

Asih mengangkangkan kakinya selebar mungkin, sudah kepalang enak, sebodoh amatlah sama teh Lasmi,eh di mana dia….ia agak mengangkat bahunya…lho….lho….ngapai n teh Lasmi, ke mana kain dan Cd-nya…lagian dia kok lagi mainin m3meknya pakai jarinya sendiri. Seketika otak Asih seperti diterangi cahaya terang…sialan…pikirnya..te h Lasmi ngerjain aku sama Deni. Saat itu teh Lasmi sedang asik bermasturbasi, matanya terpejam. Asih menarik kepala Deni, mendekatkan kuping Deni ke mulutnya, ia segera membisikkan sesuatu, Deni masih tetap memompakan kont01nya. Deni mengangguk.

Lasmi sudah lupa dengan Asih dan Deni, ia asik bermasturbasi sambil terpejam, hal yang biasa ia lakukan di rumahnya sendiri, kalau sudah bergairah dan orgasme,ia makin asik menikmati pemainan jarinya. Tiba – tiba ia merasakan tubuhnya seperti ditarik merebahkannya. Siapa….Deni yang menariknya…walau kuat tapi tetap lembut. Asih nampak sedang mengaso berbaring memulihkan tenaga.

Dengan cepat Deni segera beraksi, mulutnya langsung menyasar daerah selangkangan bi Lasmi, tanpa sungkan lagi mulutnya dengan ganas menciumi m3mek bi Lasmi, aromanya enak. Bi Lasmi yang sadar kalau sekarang gilirannya telah tiba, mengangkangkan kakinya. Lobang m3meknya menganga jelas. Deni segera menjilatnya dengan rakus, Lasmi mendesah Lidah Deni segera menjilati it1lnya yang besar, menggoyangkannya dengan cepat membuat bi lasminya kelojotan.

Melihat lobang m3mek bi Lasmi yang sangat merangsang, Deni segera mempersiapkan jari telunjuk dan jari tengahnya, menyodok lobang m3mek itu dengan cepat, Lasmi kelabakan. Sementara Deni menggarap m3meknya, Lasmi dengan cepat melepas kaos dan BHnya, keteknya juga rimbun, dan teteknya jauh lebih besar dari tetek Asih. Tentu Deni belum sadar, masih sibuk bergerilya di bawah sana. Bi Lasmi meremas teteknya dengan tangannya sendiri

Asih melihat Deni sedang gantian mengerjai bi Lasmi…dasar teteh…padahal kepengen, pakai acara nakutin segala. Gairah Asih mulai naik lagi. Ia mendekat ke arah tetehnya. Memang kalau gelombang seks sudah memancar, kadang pengertian yang paling mustahilpun akan timbul, tanpa perlu diucapkan lagi, pelakunya bisa memahami niat dan kemauan yang lain. Asih mulai meremas tetek Lasmi.

Lasmi diam saja tak protest, tangan Asih mulai memilin pentilnya yang sudah mengacung, dia sudah sering melihat tetehnya ganti baju, tapi tetap saat ini ia megagumi betapa besar dan kenyalnya tetek tetehnya. Mulutnya mulai menghisap pentil teh Lasmi.menjilati dan menggoyangnya dengan lidahnya. Lasmi makin kelojotan, tangannya menarik lembut pantat Asih, mengarahkannya m3mek Asih ke mulutnya, dia belum pernah menjilat m3mek perempuan, tapi tak sulit, tinggal melakukan seperti yang dilakukan suaminya dan kini Deni pada m3meknya sendiri.

Lidah Lasmi mulai menyapu m3mek Asih, m3mek Asih kemerahan karena baru disodok Deni, juga belahannya dalam posisi mekar. Lidahnya mulai menjilati it1l Asih. Awalnya canggung, tapi makin lama makin terbiasa, buktinya Asih di tengah kesibukannya menghisap pentil Lasm mulai mendesah.

Deni terlalu konsent bermain dengan m3mek bi Lasmi, tak menyadari bi Asih telah bergabung, saat ia mendongakkan kepalanya sedikit…ya…ampuun….ini.. .ini….terlalu hot buat dirinya. Gilaaaa…tetek bi Lasmi….kont01nya berdenyut, ngaceng dengan keras sekali. Makin ganas menyerang m3mek bi Lasmi. Lidahnya makin cepat menggoyang it1lnya demikian sodokan jarinya. Lasmi menggoyang pantatnya, desahannya tertahan keasikannya menjilati m3mek Asih.
Akhirnya bi Lasmi tak tahan, pantatnya terangkat, badannya mengejang….awww…orgasme yang dashyat baru saja menghantamnya.

Deni segera berhenti memainkan mulut dan lidahnya. Karena posisi bi Lasmi agak di pinggir ranjang, Deni menarik pelan kaki bi Lasmi, menjuntaikannya menggantung di pinggir tempat tidur. Deni turun berdiri di pinggir tempat tidur….blesss kont01nya menerobos m3mek bi Lasmi. Bi Lasmi bergetar, tubuhnya serasa luluh lantak saat kont01 keponakannya menghujam tadi…gilaaaa….penuh dan terasa sesak di m3meknya.

Deni segera memulai pompaannya, ia condongkan badannya, mulai meremas tetek bi Lasmi, mainan baru bagi Deni. Buseeet….kalah deh bi Asih, Deni membatin. Ia meremasnya kuat – kuat, pentilnya gede sekali. Gemas Deni memilinnya. Karena Deni mulai sibuk memainkan tetek bi Lasmi, Bi Asih mengalah, berhenti menghisap tetek teh Lasmi. Kini bibirnya berganti haluan mencium bibir Deni. Deni makin cepat saja menyodok m3mek bi Lasmi, membuat bi Lasmi mengimbangi dengan ikut menggoyangkan pantatnya.

Lasmi makin asik saja menjilati it1l adiknya, Asih, bahkan jari tengahnya sudah sedari tadi menyodok lobang m3mek Asih. Lidahnya menggoyangkan dan menghisap pelan it1l adiknya itu. Asih yang posisinya agak nungging karena mecondongakan tubuhnya untuk kemudian asik berciuman dengan Deni mulai kewalahan. Pinggulnya bergoyang liar, mengejang…lalu orgasme.
Setelah Ratna orgasme, Lasmi menghentikan kegiatannya, konsentrasi pada sodokan Deni yang makin lama makin enak. RAsih berhenti mencium Deni, terkapar berbaring, kecapekan. Kini Deni melawan Lasmi. Deni langsung menghisap pentil bi Lasmi, mantap banget, sangat kuat ia menghisapnya, bi Lasmi sampai mendesah kuat, belum lagi sodokan keponakannya itu makin bertenaga, ia mendesah, mengangkat lengannya ke atas, menikmati serbuan nikmat. Deni terpesona memandang rimbunan ketek bi lasmi, mulai menciumnya dengan ganas sambil menjilatinya bergantian, pompaan kont01nya sudah sangat cepat.Bi lasmi makin kewalahan…
”Aaahh…..Pelaaaaannn….diki iitttt…”
”Ooooh….janggaaaannnn dipelaniiiinnnn…..”
”Ughhhh….ampuuunnnn…..Awww ……”

Bi Lasmi pun menggelepar penuh kenikmatan…ternyata keponakannya sungguh hebat. Deni mulai menciumnya dengan ganas dan panas, bi Lasmi tanpa sungkan meladeni, lidah mereka saling beradu, tapi tekhnik Deni belum maksimal, ciuman bi Lasmi jelas lebih tinggi tekhniknya, ia menyedot lidah deni membuat Deni serasa melayang, nyaris lepas kendali, untung tak lama kemudian bibinya melepas ciumannya, Deni samapai megap – megap….Awas ya…pikir Deni, ia bertekad membalas, sodokannya kini sudah amat sangat cepat,membuat bi Lasmi merasakan sensasi yang tertinggi, belum pernah m3meknya disodok dengan secepat dan seganas ini, apalagi kont01 Deni sangat memenuhi m3meknya.

Ada yang merenggangkan kaki Deni, deni melirik, ternyata bi Asih yang sudah merasa segra kembali berjongkok di bawah selangkangan Deni yang sedang berdiri sambil menyodok bi Lasmi. Bi Asih mulai menghisap dan menyedot biji pelernya, tentu saja menyesuaikan dengan ritme gerakan pompaan dan sodokan kont01 Deni. Sintiiiingg…..enaknya tak terkira, sambil tetap asik menyodok bi Lasmi, bijinya diemut sama bi Asih, Deni merasa dirinya menjadi manusia paling berbahagia di bumi saat ini.

Tapi ketahanan Deni juga ada batasnya, seiring sodokannya yang makin kuat, ia merasakan denyut nikmat pada kont01nya, ia hujamkan sedalam mungkin kont01nya. Bi Lasmi nampaknya sadar Deni ma ngecret segera berucap…di dalam saja…di dalam saja. Bi lasmi bergetar saat pejunya menyemprot kuat…..selesai…dan melelahkan. Bi Asih masih asik menghisap biji pelernya, membuat dengkul deni makin lemas. Deni segera mencabut kont01nya.

Bi Asih dengan rakus segera memburu kont01 Deni, menjilati sisa peju yang menempel. Setelah Bi Asih menuntaskan jilatannya yang terakhir Deni segera menghempaskan diri ke atas kasur. Sangat lelah saat ini. Hanya bisa berdiam diri. Bi Asih juga bergabung tiduran di atas ranjang. 3 orang tanpa busana tergeletak lemas penuh kepuasan. Deni masih diam saja, mendengarkan bi Asih dan bi Lasmi yang mulai bercakap…

”Ih teh Lasmi jahat, nakut – nakuti saja, padahal juga mau…dasar.”
”Awalnya sih nggak begitu. Tapi kont01 Deni sangat menggoda, akhirnya aku terangsang.”
”Terus bagaimana komenter teh Lasmi.”
”Ya puaslah, tapi….”
”Tapi apa teh…?”
”Belum puas banget…Rat, malam ini Deni menginap di rumah teteh saja ya.”
”Huh maunya…nggak, teh Santi kan menitipkan Deni menginap di sini.”
”Ya…jangan begitu dong…suami teteh masih lama berlayarnya..”
Mana rela Asih membiarkan jagoannya dibajak sama tetehnya. Lagian tadi teh Lasmi sudh tega menakuti mereka. Akhirnya Asih berkompromi.
”Teteh saja yang nginap, Ucil kan lagi pergi sama abah.”
”Ya sudah, tapi nanti banyakkan teteh ya, kan kamu sudah puas, sedang teteh baru hari ini.”
”Terserah teteh saja.”
”Iya…teteh mau ngerasain keponakan teteh sendirian, mungkin masih bisa maksimal lagi kemampuannya.”
Deni yang menjadi object hanya diam, selain masih lelah, juga ia sedang berpikir…gilaaaa….beruntun g banget dirinya hari ini. Bi Lasmi jelas – jelas masih cantik dan juga nafsuin, ia bisa ngewek bi Lami tanpa terduga….sangat beruntung. Akhirnya semua membersihkan diri, nggak melanjutkan lagi, walau jarak rumah di sini renggang – renggang, teta nggak enak sama tetangga, siang – siang rumah terkunci rapat. Akhirnya bi Lasmi pulang, mau pinjam kecap…malah dapat saos putih kental……..

Malamnya bi Lasmi menginap, sore – sore sudah datang. Rumahnya paling dititipin sama tetangga yang juga ikut bekerja d kebun. Bi Lasmi ikut makan di sini, setealah makan, mereka bersantai. Deni asik menghisap rokok di dekat pintu sambil ngopi, baru SMS mamanya, sekedar say hello dan mengabarkan kalau ia betah di kampung.
Kalau mamanya masih kurang suka ia merokok, beda sama bibi – bibinya, di kampung sini mah sudah wajar saja. Bahkan bi Lasmi sesekali merokok, seperti sekarang. Bi Lasmi asik ngobrol sama bi Asih sambil menonton TV. Keduanya memakai busana kesukaan Deni, kain dan kutang model kampung.

Lumayan seru obrolan mereka. Tak lama bi Asih ke kamar mandi, keluar lagi, masuk kamar seprti mengambil sesuatu di lemari, lalu kembali ke kamar mandi. Agak berapa lama ia keluar, menghampiri tetehnya, sambil nyengir campur sedikit BeTe bi Asih berbicara…
”Wah..sepertinya teh Lasmi memang beruntung, aku baru dapat tamu bulanan. Nasib…”
”Ya..mau gimana lagi Rat.”
”Tapi sudahlah…teteh nggak usah pulang sudah terlanjur, nginap saja.”
”Iya…takut amat si Deni dibawa kabur sama teteh hehehe.”
”Nggak kok teh. Ya sudah, hitung – hitung teteh mengejar ketinggalan teteh.”
Bibi lasmi terkekeh geli, setelah puas tertawa, ia berbicara kepada Deni yang masih asik bertengger di pintu, kayak burung saja bertengger hehehe.

”Den sudah dengar kan, nanti malam tidur sama bi Lasmi ya.”
Deni hanya mengangguk saja, baginya tak masalah, baik bi Asih maupun bi Lasmi sama – sama yahud kok, ada kelebihan tersendiri. Bahkan kini ia bisa memuaskan diri bermain berdua sama bi Lasmi, kalau tadi siang kan keroyokan, nanti malam bisa puas ngewek berduaan. Keduanya masih asik menonton TV, sambil ngobrol, Deni tak mendengar apa obrolan mereka, tapi yang pasti mereka nampak gembira, cekikikan terus. Deni menyalakan sebatang rokok lagi. Sambil menghirup kopi, santai, mengumpulkan energi.

Akhirnya jam 7 Deni menaruh gelas kopinya yang sudah habis, menutup dan mengunci pintu, sambil memeriksa jendela. Seelah semua diperiksa dia duduk bergabung menonton TV, bi Lasmi lagi ke WC, jadi Deni mengambil tempatnya di sofa panjang, kini Deni duduk berdampingan sama bi Asih. Ketika bi Lasmi kembali, ia duduk di sofa kecil. Mereka menonton TV, sesekali mengobrol ringan. Jam 8-an Deni mulai merasakan bergairah kembali, acara TV juga tak menarik. Ia berucap…
”Bi Lasmi..eh anu…Deni mau netek dulu ya sama bi Asih, habis sudah kebiasaan, nggak enapa kan ?”
”Sama bi lasmi juga bisa kan, tapi sudahlah, sesukamu.”
”Ya..bi Asih…eng..boleh kan.”
” Dasar deh si Deni, tadi nanya dulu ke bi Asih, baru ngomong ke bi Lasmi, tapi kamu cuma bisa netek saja ya…ayo sini.”

Deni mendekat, memojokkan bi Asih, kini bi Asih posisi kepala bi Asih bersandar di atas pinggiran sofa. Deni menurunkan kutangnya, segera asik menetek dan menghisapi pentil bi Asih. Deni membandingkan, saat sedang datang bulan pentil bibinya kelihatannya lebih membesar. Juga nantinya Deni baru tahu waktu bibinya memberitahu, kalau wanita lagi datang bulan sebenarnya nafsunya justru meningkat.

Tapi ya itu, tetap nggak bisa disodok, hanya orang yang tak sabaran saja yang nekad menyodok orang lagi palang hehehe. Deni sangat menikmati menetek di teteknya bi Asih, ia menghisapnya kuat, sambil sesekali menggoyangkan pentil itu dengan lidahnya. Bi Asih mendesah. Jadi tambah ngaceng kont01 Deni, Deni menurunkan tangannya segera mengelus tonjolan di balik celananya itu.
Lagi enak – enaknya mengelus kont01nya sendiri, ada tangan halus menepikan tangannya, lalu menurunkan celananya…oh Bi Lasmi rupanya tak sabar ingin berpartisipasi. Celananya sudah lepas, kini kont01nya mengacung bebas. Deni membiarkan bi Lasmi erbuat semaunya pada kontonya, masih asik menetek. Tangan deni mengangkat lengan bi Asih, mulai menciumi dan menjilati keteknya, nyaman sekali rasanya.

Kont01nya terasa dibelai, biji pelernya dipijat – pijat cukup lama, enak…membuat Deni merasa rileks dan nyaman, sementara tangan satunya bertugas juga, batang kont01nya dikocok perlahan oleh bi Lasmi. Jempolnya mengelus lembut kepala kont01 Deni mengusapnya dengan penuh perasaan. Sesekali jempol bi Lasmi memainkan lobang pipisnya. Setelah agak lama menggenggam, mengelus dan mengocok dengan tangannya, bi Lasmi mulai memakai jurus lidahnya.

Satu tangannya masih tetap memijat – mijit biji peler Deni. Lidah bi Lasmi mulai menjilati kepala kont01nya, ringan saja, bahkan hanya ujung lidahnya yang beraksi, tapi rasanya sangat nikmat menjalar ke seluruh tubuh Deni. Amboiii….kayaknya bi Lasmi lebih piawai buat urusan Oral pikir Deni. Lidah bi Lasmi mulai bergerak lagi, menjilati batang kont01 dan juga biji pelernya, menggelitik urat – urat pada batang kont01nya, Deni samapai merem melek dibuatnya, entahlah, gerakannya santai namun sensasi yang diberikan sangat besar.

Akhirnya mulut bi Lasmi mulai menelan kont01nya, perlahan dari kepala kont01, sampai batangnya, akhirnya amblas seluruhnya…ampuuun…..mulut Bi Lasmi terlihat sesak disumpal kont01nya batin Deni dalam hati. Deni jadi nggak konsen neteknya, sesekali melirik. Mulutnya mulai mengulum, menghisap dan mengemuti kont01nya, mulai mengocoknya, lagi – lagi dengan santai, nyaris tanpa semangat, tapi anehnya kok enak ya terasa bagi Deni. Oh rupanya walau sambil mengulum ujung lidahnya tetap aktif bergerak menjilati. Deni menggoyangkan pantatnya keenakan.

Lalu kembali bi Lasmi menelan kont01nya samapi pangkalnya, mendiamkan sebentar, dan kemudian mengemut dan menghisapnya kuat, Deni merasakan lemas sekli, saking nikmatnya. Hisapan Deni pada pentil bi Asih makin kuat saja seiring rasa kenikmatan yang ia rasakan pada kont01nya. Akhirnya bi Lasmi mulai mengulum dengan cepat, tanpa jeda…entah berapa lama, akhirnya Deni merasakan klimaks, tanpa permisi pejunya muncrat membasahi mulut bi Lasmi.

Deni melepas hisapannya pada pentil bi Asih, mendesah puaaassss…. Bi Lasmi memainkan pejunya sebentar lalu menelannya samapi habis, belum cukup, dijilatinya sisa peju di ujung kont01 Deni. Gila…dihisap sampai ngecret pikir Deni…mantap juga bi Lasmi.

Bi Lasmi beristirahat sebentar, meminum air di gelas yang ada di meja. Bi Asih yang sadar kali ini bukan dia pemeran utama wanitanya, merapikan kutangnya, permisi masuk kamar, capek mau tidur. Deni mengambil remote, mematikan TV, masih duduk di sofa, ia segera membuka kaosnya. Bi Lasmi juga mulai melucuti busananya, kini juga bugi…gil…gil….kont01 Deni segera saja mengeras, Bi Lasmi menatapnya dngan antusias. Bi Lasmi duduk di samping Deni. Dasr nggak sabarn Deni langsung saja tancap gas, mulai meremas – remas teteknya Bi Lasmi tertawa melihat ketidaksabaran keponakannya ini.

”Den sabar dulu, ke kamar saja ya, lebih enak.”
”Ayo..ayo bi.”
Bibinya bangun, Deni mengikuti dari belakan masih saja meremas tetek bi Lasmi yang memang sangat besar, kencang dan menantang.

Sesampainya di kamar bi Lasmi malah ngobrol dulu.
”Den, tadi bi Asih cerita ke bi Lasmi, katanya kamu belum lama ya diajarin sama dia…hebat juga kamu, cepat pandai ya, si Asih juga pintar ngajarnya….”
”Iya…iya..ih bi Lasmi ngobrol melulu…”
”Hehehe…sabar dong, nah kalau bi Asih bisa ngajarin kamu, nanti bi Lasmi juga berharap bisa menambahkan pelajaran lagi deh, biar kamu makin pintar.”
”Iya…iya…ayo deh dimulai pelajarannya.”
”Ih kamu ini, pemanasan dulu kek, maunya langsung nyodok saja…”

Mana mikirin pemanasan sih, dari tadi sudah panas bi, batin Deni.Deni segera menidurkan bibinya, bersiap menindihnya, bi Lasmi malah mendorongnya, membuat Deni berbaring sejajar dengannya, posisi bi Lasmi di depannya. Bi Lasmi memiringkan tubuhnya, mengangkat satu kakinya ke atas, tangannya meraih kont01 Deni, diarahkan ke lobang m3meknya…blesss. Deni segera memompakan kont01nya, sodokannya masih agak santai. M3mek bi Lasmi terasa nyaman, sama nyamannya dengan m3mek bi Asih.

Bi Lasmi menaikkan satu tangannya ke atas, meraih bagian belakang kepala keponakannya itu, didorongnya kepala Deni, bi Lasmi agak memiringkan kepalanya, mulutnya mulai mencium bibir Deni, mulanya santai, lalu makin panas, dan seperti tadi siang, kembali menyedot lidah Deni, kembali membuat Deni kehilanga kendali, sodokannya makin cepat. Bibinya melepaskan ciumannya…ayo Den coba kamu sedot lidah bibi saat berciuman.
Bibinya kembali menciumnya, menautkan dan beradu lidah dengan Deni, Deni berusaha menyedot – nyedot lidahnya, sulit juga…lagi…lagi, akhirnya berhasil, dan ketika Deni menyedot, bibinya balas menyedot…mantaaappp, enak banget rasanya berciuman dengan gaya ini, lidah serasa saling membetot.

Deni melepaskan ciumannya, pandangannya segera menuju ketek bi Lasmi, jarinya segera saja asik mengelus dan memainkan bulu ketek bi Lasmi, pompaan kont01nya sudah stabil. Tapi bi Lasmi segera membimbing tangan Deni ke selangkangannya, menaruhnya di atas tilnya, kalau ini Deni paham, segera saja ia memainkan it1l bi Lasmi yang menonjol, sodokan kontonya juga mulai ia percepat, gemas, mulutnya menciumi ketek lebat bibinya. Jemarinya mengurut – ngurut it1l bibinya dengan cepat, sodokannya makin kuat dan dalam…tetek bibinya bergoyang – goyang.
”Terussss…Den…Pintar. …”
”Arghhhh…..Uhhhhh….Awww… ”
”Yesss…Yesss….Ssshhhh …”

Bibinya mengejang, orgasme. Deni makin beringas, bi Lasmi yang baru keluar jelas kelojotan digenjot Deni habis – habisan, matanya kini merem melek.Sodokan kont01 Deni yang gede, it1lnya yang dimainin, belum lagi kini deni menambahnya dengan menghisap pentilnya, kuat sekali.
Aaahhh…..suaminya kalah jauh sama keponakannya yang pemula ini. Mulut bi Lasmi mendesah terus. Saat melihat pantat bi Lasmi yang montok, Deni jadi mau nyodok m3mek bi Lasmi dari belakang, seperti di film bokep yang sering ia tonton. Deni berhenti menyodok, bi Lasmi mengambil nafas sejenak, Deni mencabut kont01nya..
”Nungging dong bi…”
”Siapa takut…ayo…”

Bibinya segera nungging, tangannya bertumpu pada kepala tempat tidur. Montok benar pantatnya pikir Deni. Ia segera meyodokkan kont01nya ke lobang m3mek bibinya, gila pakai posisi begini, lobang m3mek bibinya terasa lebih nikmat, terasa lebih sempit dan mencengkram. Deni memompakan kont01nya, matanya asik melihat saat kont01nya menerobos keluar masuk, gemas ia tepok pantat bi Lasmi perlahan, bi Lasmi tertawa kecil. Cerita Mesum

Deni mulai mempercepat pompaannya, plok…plok…plok….bunyi kont01nya saat keluar masuk m3mek bibinya yang sudah basah menambah kenikmatan tersendiri. Belum lagi desahan bi Lasmi. Deni pasangogigi paling tinggi, tanpa pengumuman, ia menyodok dengan cepat sekali dan bertenaga, kedua tangannya memegang pinggiran pantat bi Lasmi, bi Lasmi kelojotan dan mendesah sejadi- jadinya…gimana nggak keenakan, kalau m3meknya disodok dengan penuh semangat begini.
Pantatnya juga bergoyang mengimbangi rasa nikmat. Deni terus memperthankan kecepatan pompaan kont01nya, hampir 4 menitan sejak ia mulai mempercepat sodokannya…makin terasa denyutan pada kont01nya, bibinya orgasme kembali, dan sedetik kemudian kont01 Deni memuncratkan pejunya. Keduanya terdiam lemas, akhirnya Deni mencabut kont01nya, berbaring dulu memulihkan tenaga, demikian pula bi Lasmi.

”Walah…untung banget bii tadi siang mergoki kamu sama bi Asih, akhirnya bibi bisa ikutan ngerasain enaknya kont01 kamu.”
”Samalah Bi. Deni juga senang bisa nyodok m3mek bibi.”
”Ya sudah istirahat dulu, sebentar lagi kita sambung.”
Dan akhirnya karena bi Asih sedang halangan, selama 4 hari ke depan Deni diboyong bi Lasmi untuk menginap di rumahnya, bahkan nambah satu hari. Bi Asih yang sebal karena bi Lasmi curang nambah jatah Deni nginap sehari lagi itu, segera memboyong Den kembali ke rumahnya.Pendeknya sisa liburan ini benar – benar menyenangkan dan membahagiakan mereka bertiga.
Deni nampak termenung, ia bukannya tak sadar liburannya akan berakhir. Senin besok ia harus kembali sekolah. Dan sekarang hari Sabtu. Sengaja ia tak menjawab telepon ibunya atau membalas SMS ibunya. Ia tak mau pulang. Tapi pagi ini ia mau tak mau harus menjawab telepon mamanya..
”Aduh anak ibu tak ingat pulang ya..? Ditelepon tak menjawab, SMS tak dibalas.”
”Ingat bu…besok Minggu pagi Deni pulang.”
”Sayang ayahmu sibuk tak bisa jemput. Ibu juga repot. Oh ya, ibu sudah urus daftar ulang sekolahmu.”

”Iya..bu. Sudah dulu ya bu. Besok pagi Deni pulang.”
”Den…Den…nanti dulu dong, ibu kan masih kangen lama tak ketemu kamu. Kamu sakit ya, kok lemas banget.”
”Nggak bu..sudah ya…bye.”

Deni mematikan HP-nya mencari bibinya. Mengabarkan ia akan pulang. Malamnya Bi Lasmi sengaja dan niat banget buat nginap. Sore – sore si Ucil sudah tidur, jadilah sepanjang sore sampai tengah malam, Deni, bi Asih dan bi Lasmi mengadakan acara pesta perpisahan yang panas.
Paginya Deni pamit pulang, sedih hatinya. Ia mencium pipi kedua bibinya, nggak enak cium bibir ada Ucil. Si Ucil juga nampak sedih. Mereka mengantar kepulangan Deni. Menunggu angkot yang ke terminal. Deni berharap angkotnya tak akan pernah lewat, tapi tak lama angkot lewat, Deni naik melambaikan tangan….sedih sekali hatinya.

Asih duduk termenung, agak aneh rasanya setelah sebulan lebih terakhir ini ia menghabiskan waktu bersama keponakanya tersayang, Deni, kini rumahnya sepi kembali. Hanya ia dan anaknya Ucil. Asih diam saja melamun memikirkan Deni.

Panduan Bermain Poker Online IDN Play

BCD.Cara bermain game omaha online untuk para pemula dan yang paling mudah di pahami Perusahaan poker terbesar diasia tenggara IDNPOKER baru...